Faktor Genetik di Balik Masalah Kesuburan yang Anda Alami

M. Reza Sulaiman | Dinda Rachmawati | Suara.com

Minggu, 24 Februari 2019 | 13:21 WIB
Faktor Genetik di Balik Masalah Kesuburan yang Anda Alami
Faktor genetik berpengaruh terhadap masalah kesuburan. [Shutterstock]

Suara.com - Faktor Genetik Dibalik Masalah Kesuburan yang Anda Alami

Tingkat kesuburan di beberapa negara menurun ke rekor terendah dalam beberapa tahun terakhir. Para ahli belum sepenuhnya yakin apa yang menyebabkan hal ini.

Dilansir Huffington Post, beberapa ahli berteori bahwa ini adalah akibat dari banyak perempuan yang mengulur waktu lebih lama untuk memiliki anak dan memilih fokus pada pendidikan dan juga karier.

Yang lain berpendapat ini dikarenakan jumlah dan kualitas sperma lelaki yang terus menurun karena gaya hidup modern. Di antara hipotesis tersebut, muncul juga penyebab lain yang juga harus dipertimbangkan.

Salah satunya adalah pertanyaan mendasar tentang genetika dan bagaimana faktor itu berperan ketika seseorang memutuskan memiliki anak. Berapa banyak kesuburan kita bermuara pada apa yang kita warisi?

Diperkirakan sekitar 50 persen kasus infertilitas disebabkan oleh masalah genetik. Riwayat keluarga memainkan peran yang pasti pada kondisi tertentu yang menyebabkan infertilitas.

Selain itu, para ahli masih terus berusaha mencari fakta lain untuk menemukan bagaimana genetika dapat mempengaruhi masalah kesuburan.

Nah, berikut adalah beberapa hal yang berperan dalam kesuburan yang berhubungan dengan genetik:

1. Kelainan kromosom

Banyak orang tidak dapat hamil dan mengalami masalah kesuburan karena kelainan kromosom. Ini artinya, mungkin beberapa individu telah mewarisi suatu kondisi yang dapat menghambat pertumbuhan sel sperma dan membuat embrio sulit berkembang atau tertanam secara normal di dalam rahim.

Kondisi ini terjadi di mana terdapat bagian dari kromosom yang hilang dan bermutasi, mengakibatkan perubahan pada DNA.

Ada juga translokasi, ketika potongan kromosom menempel pada kromosom yang salah. Atau inversi, di mana kromosomnya terbalik, dan kemudian sesuatu yang disebut aneuploidy, di mana ada terlalu sedikit atau terlalu banyak kromosom.

Ilustrasi tes genetika, DNA. (Shutterstock)
Kelainan kromosom, salah satu faktor genetik penyebab masalah kesuburan. (Shutterstock)

Gangguan genetik dapat disimpan oleh orang tua sehingga dapat diturunkan, atau dapat terjadi pada janin secara spontan tanpa alasan apa pun.

"Kadang-kadang, seseorang dapat memiliki semua informasi genetik. Tidak ada yang hilang atau digandakan sehingga mereka tidak memiliki masalah kesehatan yang jelas. Tetapi itu dapat menyebabkan masalah dengan kesuburan jika ada perubahan struktural pada kromosom tersebut," kata Marie Schuetzle, ketua tim penasihat genetika dan genetika reproduksi di InformedDNA.

Jika seseorang adalah pembawa kromosom yang tidak teratur, kata Schuetzle, embrionya dapat menerima informasi genetik yang hilang atau berlebihan, yang dapat mengakibatkan keguguran atau masalah reproduksi lainnya.

Perlu dicatat bahwa kelainan ini dapat terjadi secara acak pada janin dari orang tua normal secara kromosom, tetapi beberapa juga diturunkan dari generasi ke generasi. Misalnya, jika ibu Anda memiliki satu kromosom X yang abnormal, Anda memiliki peluang 50 persen untuk mewarisi kromosom X yang tidak teratur itu, menurut National Institutes of Health.

SELANJUTNYA

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Khusus Lelaki, Makan Buah Tomat Bagus untuk Sperma Lho!

Khusus Lelaki, Makan Buah Tomat Bagus untuk Sperma Lho!

Health | Jum'at, 22 Februari 2019 | 20:05 WIB

5 Ciri Fisik Lelaki yang Punya Masalah Kesuburan, Adakah di Kamu?

5 Ciri Fisik Lelaki yang Punya Masalah Kesuburan, Adakah di Kamu?

Health | Senin, 11 Februari 2019 | 21:35 WIB

Mau Cepat Hamil? 5 Olahraga Ini Mampu Meningkatkan Kesuburan

Mau Cepat Hamil? 5 Olahraga Ini Mampu Meningkatkan Kesuburan

Lifestyle | Selasa, 29 Januari 2019 | 19:00 WIB

Bisa Dicegah, Anak Stunting Bukan karena Faktor Genetk Lho Bun!

Bisa Dicegah, Anak Stunting Bukan karena Faktor Genetk Lho Bun!

Health | Rabu, 23 Januari 2019 | 16:00 WIB

Makan Telur Ayam Kampung Bisa Bikin Lelaki Subur, Benarkah?

Makan Telur Ayam Kampung Bisa Bikin Lelaki Subur, Benarkah?

Health | Kamis, 20 Desember 2018 | 21:55 WIB

Terkini

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB