Duh, Diet Karbo Bisa Tingkatkan Risiko Penyakit Jantung

M. Reza Sulaiman, Firsta Nodia

Jum'at, 08 Maret 2019 | 11:05 WIB
Duh, Diet Karbo Bisa Tingkatkan Risiko Penyakit Jantung
Diet karbo tingkatkan risiko penyakit jantung. (Sumber: Shutterstock)

Suara.com - Duh, Diet Karbo Bisa Tingkatkan Risiko Penyakit Jantung

Kini banyak orang menjalani pola diet rendah karbo seperti keto, paleo, hingga Atkin. Umumnya mereka mengurangi bahkan menghindari konsumsi nasi, mie, dan sumber karbohidrat lainnya.

Sayangnya studi terkini mengungkap efek negatif dibalik menghindari konsumsi karbo. Menurut studi yang dipresentasikan dalam Sesi Ilmiah Tahunan ke-68 American College of Cardiology, diet rendah karbo justru memicu gangguan irama jantung.

Dikutip dari NY Post, peneliti menganalisis diet 14 ribu orang dan kondisi jantungnya selama dua dekade. Hasilnya, mereka yang mengonsumsi kurang dari 45 persen kalori harian mereka dari karbohidrat berisiko 18 persen lebih mungkin untuk mengalami fibrilasi atrium atau gangguan irama jantung daripada orang-orang yang makan biji-bijian, buah-buahan, dan sayuran, serta karbohidrat cukup.

"Efek jangka panjang dari pembatasan karbohidrat masih kontroversial, terutama yang berkaitan dengan pengaruhnya terhadap penyakit kardiovaskular," kata ahli jantung dan penulis studi Dr. Xiaodong Zhuang.

Makanan sumber karbohidrat. (Shutterstock)
Makanan sumber karbohidrat. (Shutterstock)

Zhuang mengatakan, mengingat diet ini memiliki pengaruh potensial pada gangguan aritmia jantung maka ia mengatakan bahwa diet populer ini harus direkomendasikan dengan hati-hati.

Fibrilasi atrium, atau AFib, adalah aritmia jantung yang paling umum. Mereka yang menderita itu lima kali lebih mungkin terserang stroke serta risiko penyakit gagal jantung, jantung berdebar, pusing dan kelelahan.

Gaya hidup rendah karbohidrat dan tinggi protein sangat populer saat ini tetapi efek samping negatif seperti gangguan irama jantung semakin umum terjadi di kalangan pelaku diet. The Post sebelumnya melaporkan bahwa orang yang melakukan diet keto juga menghasilkan bau tak sedap di selangkangan, bau mulut, diare dan penambahan berat badan drastis.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Melaney Ricardo Diet Demi Hotman Paris, Kok?

Melaney Ricardo Diet Demi Hotman Paris, Kok?

Entertainment | Jum'at, 08 Maret 2019 | 10:02 WIB

Diet Mediterania Bikin Italia Sukses Jaga Angka Harapan Hidup Tetap Tinggi

Diet Mediterania Bikin Italia Sukses Jaga Angka Harapan Hidup Tetap Tinggi

Lifestyle | Rabu, 06 Maret 2019 | 14:24 WIB

Dada Sesak Saat Beraktivitas, Waspadai Penyempitan Katup Jantung

Dada Sesak Saat Beraktivitas, Waspadai Penyempitan Katup Jantung

Health | Sabtu, 02 Maret 2019 | 11:27 WIB

TAVI, Penanganan Canggih Gagal Jantung yang Biayanya di Atas Rp 550 Juta

TAVI, Penanganan Canggih Gagal Jantung yang Biayanya di Atas Rp 550 Juta

Health | Jum'at, 01 Maret 2019 | 19:00 WIB

Punya Jantung Berlubang, Gadis Ini Buktikan Bisa Sukses Jadi Model

Punya Jantung Berlubang, Gadis Ini Buktikan Bisa Sukses Jadi Model

Health | Selasa, 26 Februari 2019 | 08:40 WIB

Terkini

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:49 WIB

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:07 WIB

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:05 WIB

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:00 WIB

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Health | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:41 WIB

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:51 WIB

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:03 WIB

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:14 WIB

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 09:45 WIB

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Health | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:01 WIB