Dada Sesak Saat Beraktivitas, Waspadai Penyempitan Katup Jantung

Vania Rossa, Firsta Nodia

Sabtu, 02 Maret 2019 | 11:27 WIB
Dada Sesak Saat Beraktivitas, Waspadai Penyempitan Katup Jantung
Ilustrasi serangan jantung, dada sesak, nyeri dada. (Shutterstock)

Suara.com - Jantung merupakan organ tubuh yang bertugas menerima dan memompa darah ke seluruh tubuh. Normalnya, jantung berdetak 60-100 kali setiap menitnya. Saat lansia, performa kerja jantung semakin menurun dan berisiko memicu penyempitan katup jantung atau stenosis aorta.

Disampaikan dr. Antono Sutandar, SpJP-K selaku wakil ketua Siloam Heart Institute, katup yang menyempit ini membuat jantung bekerja lebih keras karena harus memompa darah melalui pintu yang sudah mengecil untuk memenuhi kebutuhan tubuh. Jika kondisi ini dibiarkan, akhirnya pasien dapat mengalami gagal jantung.

"Stenosis aorta merupakan perlengketan pada katup aorta yang dapat terjadi seiring dengan bertambahnya usia atau penyakit lainnya seperti penyakit jantung rematik. Manusia tambah tua, jantung juga semakin tua. Katup jantung semakin aus. Ausnya bisa menyempit atau bocor," ujar dr. Antono dalam temu media di Siloam Hospital Kebon Jeruk, Jumat (1/3/2019).

Antono menambahkan, ketika katup aorta menyempit, maka butuh tenaga lebih besar untuk membuka aliran darah. Kerja jantung menjadi lebih berat. Dalam tahap tertentu jantung mungkin masih bisa bertahan, namun jika tidak maka risiko gagal jantung pun meningkat.

"Keluhannya akan sesak napas pada waktu beraktivitas. Kalau makin parah, saat beristirahat juga sesak napas. Risiko gagal jantung akan naik. Risiko mati mendadak akan naik," imbuh dia.

Pada usia 50-59 tahun, risiko lansia mengalami penyempitan katup jantung adalah 0,2 persen. Namun ketika usia meningkat, risikonya meningkat juga hingga 9,8 persen. Pada pasien yang terdiagnosis stenosis aorta derajat berat, maka risiko kematiannya tujuh persen setelah setahun kemudian.

"Untuk penanganannya bisa dilakukan operasi pembedahan. Namun kita tahu pada lansia operasi bisa sangat berisiko. Sehingga ada metode lain yang lebih minimal risikonya yakni TAVI atau penggantian katup jantung melalui kateter," imbuh dia.

Ia menambahkan, TAVI atau Transcatheter Aorta Valve Implantation merupakan terobosan terbaru untuk menangani kelainan katup jantung, khususnya katup aorta. Metode ini memungkinkan implantasi katup aorta tanpa dilakukan pembedahan tetapi hanya menggunakan kateter yang dimasukan melalui pembuluh darah besar di area pangkal paha.

"Metode minimal invasif ini juga menjadi solusi pada orang-orang yang lebih berisiko dilakukan operasi penggantian katup secara konvensional seperti orang yang kondisi fisiknya lemah atau usia Ianjut. Pasien yang melakukan tindakan TAVI juga akan menjalani proses pemuilihan lebih cepat," tandas dia.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

TAVI, Penanganan Canggih Gagal Jantung yang Biayanya di Atas Rp 550 Juta

TAVI, Penanganan Canggih Gagal Jantung yang Biayanya di Atas Rp 550 Juta

Health | Jum'at, 01 Maret 2019 | 19:00 WIB

Punya Jantung Berlubang, Gadis Ini Buktikan Bisa Sukses Jadi Model

Punya Jantung Berlubang, Gadis Ini Buktikan Bisa Sukses Jadi Model

Health | Selasa, 26 Februari 2019 | 08:40 WIB

Perlu Diwaspadai, Ini Bahaya Minum Soda Secara Rutin

Perlu Diwaspadai, Ini Bahaya Minum Soda Secara Rutin

Health | Minggu, 24 Februari 2019 | 15:05 WIB

Terkini

4 Zodiak Paling Hoki Hari Ini 7 November 2026, Saatnya Jemput Peluang Emas!

4 Zodiak Paling Hoki Hari Ini 7 November 2026, Saatnya Jemput Peluang Emas!

Lifestyle | Sabtu, 07 November 2026 | 08:44 WIB

BRILink Agen BRI Buka Peluang Ekonomi, Mitra di Rembang Layani hingga 100 Transaksi per Hari

BRILink Agen BRI Buka Peluang Ekonomi, Mitra di Rembang Layani hingga 100 Transaksi per Hari

Jawa Tengah | Sabtu, 07 November 2026 | 08:42 WIB

Viral Status 'Leren Sik' Wakil Ketua DPRD Jatim: Tak Ada Potret Wapres Gibran

Viral Status 'Leren Sik' Wakil Ketua DPRD Jatim: Tak Ada Potret Wapres Gibran

Jatim | Sabtu, 07 November 2026 | 08:36 WIB

Gunung Semeru Erupsi, Awan Panas Meluncur 5,5 Km ke Arah Besuk Kobokan

Gunung Semeru Erupsi, Awan Panas Meluncur 5,5 Km ke Arah Besuk Kobokan

News | Sabtu, 07 November 2026 | 08:33 WIB

Bandara Dhoho Kediri Resmi Jadi Embarkasi Haji 2027, Layani 15 Daerah Sekaligus

Bandara Dhoho Kediri Resmi Jadi Embarkasi Haji 2027, Layani 15 Daerah Sekaligus

Jatim | Sabtu, 07 November 2026 | 08:26 WIB

Ekonomi Jateng Lampaui Rata-Rata Nasional, Ahmad Luthfi Diganjar CNN Indonesia Award 2026

Ekonomi Jateng Lampaui Rata-Rata Nasional, Ahmad Luthfi Diganjar CNN Indonesia Award 2026

News | Sabtu, 07 November 2026 | 08:23 WIB

Pendapatan Blue Bird Tembus Rp4,57 Triliun hingga Kuartal III 2026, Laba Bersih Capai Rp474 Miliar

Pendapatan Blue Bird Tembus Rp4,57 Triliun hingga Kuartal III 2026, Laba Bersih Capai Rp474 Miliar

Bisnis | Sabtu, 07 November 2026 | 08:22 WIB

Paradoks Listrik Lampung: Terancam Biarpet di Atas Harta Karun Panas Bumi 2,8 GW

Paradoks Listrik Lampung: Terancam Biarpet di Atas Harta Karun Panas Bumi 2,8 GW

Lampung | Sabtu, 07 November 2026 | 08:16 WIB

Kawinkan Gelar Juara Campus League Bandung 2026, UPI Bidik The Nationals

Kawinkan Gelar Juara Campus League Bandung 2026, UPI Bidik The Nationals

Bola | Sabtu, 07 November 2026 | 08:14 WIB

Daftar HP Xiaomi, Redmi, dan POCO yang Kebagian HyperOS 4, Cek Jadwal Update

Daftar HP Xiaomi, Redmi, dan POCO yang Kebagian HyperOS 4, Cek Jadwal Update

Tekno | Sabtu, 07 November 2026 | 08:07 WIB

×