Anak Makan Pepaya saat Pup Warna Fesesnya Sama, Apakah Pencernaannya Sehat?

Ade Indra Kusuma | Suara.com

Selasa, 12 Maret 2019 | 17:27 WIB
Anak Makan Pepaya saat Pup Warna Fesesnya Sama, Apakah Pencernaannya Sehat?
Ilustrasi bayi menangis [shutterstock]

Suara.com - Anak Makan Pepaya saat Pup Warna Fesesnya Sama, Apakah Pencernaannya Sehat?

Bayi memiliki tubuh yang mudah terserang penyakit. Terutama gangguan pencernaan seperti sembelit atau diare. Kondisi ini kerapkali membuatnya rewel dan orangtua menjadi khawatir.

Sebenarnya, apa yang menyebabkan gangguan pencernaan pada bayi?

Mengutip Live Strong, selama di kandungan bayi menerima nutrisi dari ibunya melalui plasenta. Setelah dilahirkan, cara bayi dalam memperoleh makanan adalah dengan menyusu. Peralihan ini membuat tubuh bayi perlu menyesuaikan bentuk makanan yang masuk ke tubuh.

Makanan pertama yang bisa dikonsumsi bayi pada 6 bulan pertama adalah ASI (air susu ibu). Dari ASI inilah bayi memperoleh lemak, protein, dan karbohidrat untuk memenuhi asupan nutrisinya setiap hari. Namun, seiring bertambahnya umur, bayi sudah bisa mengonsumsi berbagai jenis makanan bertekstur lembut, sedang, dan juga keras secara bertahap.

Dalam diskusi yang digelar RSIA Kemang Medical Care (KMC) dengan tema "Tumbuh Kembang Anak Untuk Generasi Optimal" di Hotel JS Luwansa beberapa waktu lalu, dr. Anjar Setiani, SpA selaku pakar dalam bidang laktasi RSIA Kemang Medical Care, Jakarta menyoroti apakah bisa dibilang sehat jika bayi makan pepaya, lantas feses yang keluar warnanya sama dengan buah yang dimakan.

"Pada usia 6 bulan, bayi sudah diperbolehkan untuk makan makanan selain ASI misalnya bubur halus, kentang tumbuk, pisang matang yang dikeruk dengan sendok, atau sari buah. Jika memberikan makanan yang tidak sesuai dengan usianya, misal biskuit untuk anak 7 tahun yang diremukkan, kemungkinan gangguan pencernaan pada bayi bisa terjadi," buka dr Anjar dalam diskusi.

"Jika ada keluhan, oh makan pepaya warnanya keluarnya sama seperti pepaya, ini harus lebih jauh dicek pencernaan si kecil, entah enzim pencernaan ada gangguan, ini juga harus dicek karena ini kompleks, yang pasti pencernaan si kecil tidak boleh cair. Feses yang keluar dalam bayi sehat itu ada teksturnya. Kalau cair, itu yang bermasalah," terangnya.

Bicara pencernaan, dr Anjar juga menggarisbawahi panganan bayi yang diberi mama milenial yang kini sedikit-sedikit ditambah keju.

"Hati-hati ya, anak bayi sekarang sering tuh apa-apa ditambah keju sama ibunya. Jangan sering diberi keju, karena anak-anak di Asia kerapkali Intoleran dengan keju. Ini bisa bkin perut anak nggak nyaman," pungkasnya.

Masalah pencernaan memang kompleks. dr Anjar menjelaskan, jika ada masalah pencernaa, itu efeknya bisa panjang.

"JIka anak sulit tidur, bisa jadi ia lapar, asupan anak kini harus cukup, anak umur 1 tahun ASI atau susu formula itu hanya snack. Kebutuhan gizinya juga tidak cukup dengan susu formula. Harus ditambah makanan. Nah jika banyak ibu bingung makanan Mpasi seperti apa yang cocok untuk si kecil, saya sarankan ke polilaktasi. Masalah pencernaan itu banyak faktor, ada makanan yang menimbulkan reaksi, lalu ada juga masalah soal berapa banyak si kecil makan sehari (frekuensi makanan), nah itu semua bisa Anda konsultasikan lebih lanjut," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Video Viral Pria Teriak Histeris Saat Coba Rasakan Sensasi Melahirkan

Video Viral Pria Teriak Histeris Saat Coba Rasakan Sensasi Melahirkan

Health | Senin, 11 Maret 2019 | 17:08 WIB

Sering Bunuh Anjing, Pria Ini Ungkap Kisah Pilu di Balik Kematian Anaknya

Sering Bunuh Anjing, Pria Ini Ungkap Kisah Pilu di Balik Kematian Anaknya

Health | Jum'at, 08 Maret 2019 | 18:38 WIB

Viral Tantangan Melempar Keju ke Muka Bayi, Bahaya Nggak Sih?

Viral Tantangan Melempar Keju ke Muka Bayi, Bahaya Nggak Sih?

Health | Senin, 04 Maret 2019 | 06:10 WIB

Terkini

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB