Jangan Sampai Sakit-Sakitan, Begini 7 Cara Tingkatkan Kekebalan Tubuh Anak

Vania Rossa

Rabu, 13 Maret 2019 | 10:22 WIB
Jangan Sampai Sakit-Sakitan, Begini 7 Cara Tingkatkan Kekebalan Tubuh Anak

4. Mengajak anak berolahraga
Penelitian menunjukkan bahwa olahraga meningkatkan jumlah sel alami pembunuh bakteri dan virus pada orang dewasa. Dan, hal yang sama juga berlaku untuk anak-anak, demikian menurut Ranjit Chandra, M.D., seorang ahli imunologi pediatrik di Memorial University of Newfoundland.

Ibu dan anak olahraga yoga. (Shutterstock)
Ibu dan anak olahraga yoga. (Shutterstock)

Untuk membuat anak-anak terbiasa dengan olahraga seumur hidupnya, jadilah teladan yang baik. "Berolahraga bersama mereka lebih baik daripada hanya sekadar mendesak mereka untuk keluar dan bermain," kata Renee Stucky, Ph.D., asisten klinis profesor kedokteran fisik dan rehabilitasi di Fakultas Kedokteran Universitas Missouri. Pilih jenis olahraga yang menyenangkan untuk dilakukan bersama, seperti bersepeda, hiking, in-line skating, bola basket, dan tenis.

5. Biasakan mencuci tangan
Mencuci tangan memang tidak meningkatkan imunitas, tetapi ini cara yang bagus untuk mengurangi paparan kuman dan virus. Pastikan anak-anak Anda sering mencuci tangan dengan sabun.

Lakukan cuci tangan sebelum dan sesudah makan, setelah bermain di luar, setelah menangani hewan peliharaan, setekah membersihkan hidung ketika anak pilek, setelah buang air kecil atau besar, dan sepulang bepergian dari luar rumah.

Saat Anda keluar, bawa tisu basah atau antiseptik cair untuk membersihkan tangan secara cepat dan praktis. Dan supaya anak-anak semakin tertarik untuk mencuci tangan, sediakan sabun berwarna cerah dalam bentuk, warna, dan aroma yang mereka sukai.

6. Hindari paparan asap rokok
Jika Anda atau pasangan Anda merokok, segera berhenti merokok sekarang juga. Asap rokok mengandung lebih dari 4.000 racun, yang sebagian besar dapat mengiritasi atau membunuh sel-sel dalam tubuh, demikian menurut Beverly Kingsley, Ph.D., seorang ahli epidemiologi dari Smoking and Health at the Centers for Disease Control and Prevention, Atlanta.

Menjadi perokok pasif, efeknya lebih berbahaya pada anak-anak dibanding orang dewasa. Ini karena anak-anak bernafas lebih cepat, dan sistem detoksifikasi alami mereka juga belum berkembang. Asap rokok akan meningkatkan risiko SIDS, bronkitis, infeksi telinga, dan asma pada anak. Ini juga dapat mempengaruhi kecerdasan dan perkembangan neurologis anak.

7. Jangan sembarang meminta resep antibiotik
Kadang, orangtua berpikir antibiotik dapat menyembuhkan penyakit anak-anak dengan cepat. Bahkan meski anak-anak hanya menderita pilek, flu, atau sakit tenggorokan.

Padahal, antibiotik hanya digunakan untuk mengobati penyakit yang disebabkan oleh bakteri. "Dan faktanya, sebagian besar penyakit pada masa kanak-kanak disebabkan oleh virus," kata Howard Bauchner, M.D., seorang profesor pediatri dan kesehatan masyarakat di Fakultas Kedokteran Universitas Boston.

baca juga

Studi menunjukkan, banyak dokter anak meresepkan antibiotik atas desakan orangtua. Padahal, penggunaan antibiotik yang tidak tepat akan membuat bakteri dan kuman menjadi resisten terhadap obat, dan akhirnya menjadi lebih sulit untuk disembuhkan dengan pengobatan standar.

Segera lakukan cara-cara di atas untuk meningkatkan kekebalan tubuh anak, dan pastikan anak tak mudah jatuh sakit di musim banyak penyakit sekalipun.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Suka Ngemil? Bisa Bikin Anda Sering Sakit

Suka Ngemil? Bisa Bikin Anda Sering Sakit

Health | Selasa, 18 Desember 2018 | 17:52 WIB

Virus Hasil Rekayasa Genetik Dipersiapkan Sebagai Terapi Kanker

Virus Hasil Rekayasa Genetik Dipersiapkan Sebagai Terapi Kanker

Health | Rabu, 21 November 2018 | 11:30 WIB

Studi : Konsumsi Gula Kebanyakan, Sistem Kekebalan Tubuh Melemah

Studi : Konsumsi Gula Kebanyakan, Sistem Kekebalan Tubuh Melemah

Health | Senin, 08 Oktober 2018 | 14:34 WIB

Terkini

Bank BSN Perluas Solusi Keuangan Syariah Berbasis Emas

Bank BSN Perluas Solusi Keuangan Syariah Berbasis Emas

Foto | Minggu, 20 September 2026 | 05:00 WIB

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB

×