Hii, Keseringan Stres Bisa Picu Glaukoma Hingga Kebutaan

M. Reza Sulaiman | Suara.com

Jum'at, 15 Maret 2019 | 11:04 WIB
Hii, Keseringan Stres Bisa Picu Glaukoma Hingga Kebutaan
Sering stres bisa picu glaukoma yang sebabkan kebutaan. (Shutterstock)

Suara.com - Hii, Keseringan Stres Bisa Picu Glaukoma Hingga Kebutaan

Glaukoma merupakan salah satu penyebab kebutaan di Indonesia. Memiliki beragam penyebab, glaukoma disebut akan makin parah jika Anda sering merasa stres.

dr Tatang Talka Gani, spesialis mata subdivisi glaukoma UGM-RSUP Dr Sardjito, mengatakan faktor risiko glaukoma antara lain keluarga memiliki riwayat glaukoma, menderita diabetes atau hipertensi, memakai steroid, menderita mata minus yang tinggi, dan pernah mengalami trauma mata.

Sementara itu, faktor pencetus datang dari kebiasaan Anda sehari-hari, salah satunya stres. Menurut keterangan Tatang, stres yang disebabkan oleh tekanan dalam pekerjaan juga bisa menyebabkan glaukoma.

"Stres bisa juga sebagai faktor pencetus (glaukoma, -red). Kemudian di depan komputer. Sebetulnya bukan masalah di depan komputernya, tapi biasanya kita sering dikejar-kejar dengan pekerjaan itu," kata Tatang di Poliklinik Mata RSUP Dr Sardjito, Jalan Kesehatan, Mlati, Sleman, DI Yogyakarta, Kamis (14/3/2019).

"Bukan hanya masalah mengetik, tapi kita punya deadlines tertentu. Itu yang faktor pencetus glaukoma."

Sementara memandang layar gadget terlalu lama, meski tak baik untuk mata, bukan merupakan faktor pencetus glaukoma. Selain itu, pemakaian lensa kontak juga tidak secara langsung menyebabkan glaukoma.

Sering stres bisa picu glaukoma yang sebabkan kebutaan. (Shutterstock)
Sering stres bisa picu glaukoma yang sebabkan kebutaan. (Shutterstock)

Hal tersebut dijelaskan oleh Prof dr Suhardjo, SU, SpM(K), dokter spesialis mata sekaligus Ketua Divisi Oftalmologi Komunitas UGM-RSUP Dr Sardjito. Ia mengatakan, yang menyebabkan glaukoma bukanlah pemakaian lensa kontak, tetapi infeksi yang terkadang disebabkan olehnya.

"Bukan lensa kontaknya, tapi kadang bisa menyebabkan infeksi. Nah infeksinya itu bisa menyebabkan glaukoma. Jauh ya, kaitannya," ujar Suhardjo.

Sebelumnya telah dijelaskan Tatang, glaukoma adalah penyakit mata yang terjadi karena tekanan bola mata yang tinggi, berkurangnya serabut saraf penglihatan, hingga lapang pandang makin menyempit. Kebutaan di Indonesia sering terjadi karena glaukoma, satu peringkat di bawah katarak, sebagai penyebab kebutaan.

Namun, kebutaan karena glaukoma tidak bisa disembuhkan (irreversible) alias permanen. Berbeda dengan kebutaan karena katarak, yang disebut Tatang bersifat reversible atau bisa diperbaiki, sehingga penderita bisa melihat kembali. (Himedik/Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana)

Sumber artikel cek disini
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Glaukoma Sebabkan Kebutaan yang Tak Bisa Disembuhkan, Ini Cara Mencegahnya

Glaukoma Sebabkan Kebutaan yang Tak Bisa Disembuhkan, Ini Cara Mencegahnya

Health | Jum'at, 15 Maret 2019 | 06:25 WIB

Mabuk Berat, Bola Mata Pria Ini Lepas dan Menggelinding

Mabuk Berat, Bola Mata Pria Ini Lepas dan Menggelinding

Lifestyle | Minggu, 10 Maret 2019 | 09:05 WIB

3 Alasan Orang Indonesia Memilih Operasi Lasik di Luar Negeri

3 Alasan Orang Indonesia Memilih Operasi Lasik di Luar Negeri

Health | Rabu, 06 Maret 2019 | 15:21 WIB

Dipaksa Belajar untuk Masuk TK, Anak 2 Tahun Stres Hingga Botak

Dipaksa Belajar untuk Masuk TK, Anak 2 Tahun Stres Hingga Botak

Health | Selasa, 05 Maret 2019 | 18:15 WIB

Perhatikan: Jangan Abaikan Gejala Penyakit Autoimun Berikut!

Perhatikan: Jangan Abaikan Gejala Penyakit Autoimun Berikut!

Health | Senin, 04 Maret 2019 | 10:25 WIB

Terkini

Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman

Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman

Health | Sabtu, 09 Mei 2026 | 14:56 WIB

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 22:05 WIB

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:29 WIB

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:22 WIB

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 11:49 WIB

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:17 WIB

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:01 WIB

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 14:30 WIB

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 13:24 WIB

Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia

Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 11:17 WIB