5 Fakta tentang 'Kentut Miss V' yang Kerap Terjadi Saat Bercinta

Vika Widiastuti | Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana | Suara.com

Kamis, 21 Maret 2019 | 12:08 WIB
5 Fakta tentang 'Kentut Miss V' yang Kerap Terjadi Saat Bercinta
Ilustrasi organ intim perempuan, Miss V, vagina. (Shutterstock)

Suara.com - Bukan hanya melalui anus, udara ternyata juga bisa menyebabkan suara saat keluar dari Miss V. Hal itu disebut sebagai   'kentut Miss V' ini, yang memiliki sebutan populer 'queef', tak sama dengan kentut pada umumnya.

Suara mirip kentut yang berasal dari Miss V itu biasanya muncul ketika pria memberikan dorongan dalam proses penetrasi saat bercinta. Namun, menurut Pulse.ng, para wanita tidak perlu malu ketika tiba-tiba muncul suara kentut Miss V itu.

Berikut 5 fakta soal kentut Miss V alias queef, yang dijelaskan oleh Dr Sheila Loanzon, seorang OB-GYN bersertifikat, kepada Cosmopolitan dilansir oleh HiMedik.com:

1. Bukan kentut

Meski dijuluki 'kentut Miss V', queef sebenarnya bukan kentut, melainkan keluarnya udara melalui saluran Miss V. Queef terjadi ketika udara terdorong keluar dari Miss V karena dorongan dari penetrasi seksual menggunakan mainan seks atau Mr P.

Loanzon mengatakan, queef hanyalah udara. Selain itu, meski memiliki suara mirip kentut, queef tidak bau.

Ilustrasi berhubungan intim - (Shutterstock)
Ilustrasi berhubungan intim - (Shutterstock)

2. Suaranya berasal dari getaran

"Suara itu berasal dari getaran labia majora, yang meliputi vulva dan bibir vagina," ujar Loanzon.

Dia menggambarkan, "Ini mirip dengan suara flatus, dalam bahasa sehari-hari dikenal sebagai kentut, atau gas yang keluar dari dubur, yang terjadi ketika pipi pantat mengepak bersama."

3. Ditimbulkan oleh posisi seks tertentu

Faktor-faktor lain yang dapat menimbulkan queef adalah posisi seks. Contohnya, doggy style membuat wanita lebih rentan mengalami queefing daripada posisi seks lainnya.

Selain itu, terlalu sering berganti posisi seksual juga dapat membuat udara terperangkap di dalam Miss V.

Ilustrasi kondom dan pelumas - (Shutetrstock)
Ilustrasi kondom dan pelumas - (Shutetrstock)

4. Disebabkan oleh pelumas berlebihan

Penggunaan pelumas yang berlebihan juga dapat menyebabkan queef. Loanzon mengungkapkan bahwa jika gelembung udara terperangkap di dalam pelumas, queef bisa muncul ketika wanita buang air kecil setelah bercinta atau bahkan selama berhubungan seks.

5. Tak hanya terjadi saat bercinta

Sumber artikel cek disini
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Wanita Ini Gugat Rumah Sakit karena Diduga Membekukan Embrionya Diam-diam

Wanita Ini Gugat Rumah Sakit karena Diduga Membekukan Embrionya Diam-diam

Health | Rabu, 20 Maret 2019 | 13:22 WIB

Waduh, Tiup Lilin Ulang Tahun Ternyata Memiliki Konsekuensi

Waduh, Tiup Lilin Ulang Tahun Ternyata Memiliki Konsekuensi

Health | Senin, 18 Maret 2019 | 10:00 WIB

Wanita Ini Ungkap Sempat Kecanduan Seks hingga Tidur dengan 6 Pria Semalam

Wanita Ini Ungkap Sempat Kecanduan Seks hingga Tidur dengan 6 Pria Semalam

Health | Jum'at, 15 Maret 2019 | 20:23 WIB

Berjuang Lawan Kanker Serviks, Lihat Daftar Keinginan Wanita Ini

Berjuang Lawan Kanker Serviks, Lihat Daftar Keinginan Wanita Ini

Health | Jum'at, 15 Maret 2019 | 17:09 WIB

Begini Cara Tepat Pakai Cairan Pembersih Miss V Menurut Pakar

Begini Cara Tepat Pakai Cairan Pembersih Miss V Menurut Pakar

Health | Rabu, 13 Maret 2019 | 20:00 WIB

Terkini

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:12 WIB

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 10:42 WIB

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:55 WIB