Spondilitis Ankilosis Ancam Usia Muda, Ini Bahayanya

Silfa Humairah Utami, Risna Halidi

Jum'at, 22 Maret 2019 | 08:14 WIB
Spondilitis Ankilosis Ancam Usia Muda, Ini Bahayanya
Spondilitis Ankilosis Ancam Usia Muda. (Suara.com/Risna Halidi)

Suara.com - Spondilitis Ankilosis Ancam Usia Muda, Ini Bahayanya.

Meski sama-sama menyerang sendi, spondilitis ankilosis tidak sepopuler penyakit asam urat.

spondilitis ankilosis sendiri merupakan salah satu penyakit autoimun di mana sistem kekebalan tubuh menyerang sel dan jaringan yang sehat. Respon imun yang abnormal tersebut yang pada akhirnya menyebabkan peradangan sendi tulang belakang.

"Ini adalah penyakit autoimun yang menyebabkan radang di tulang belakang. Pada kasus tertentu, yang bukan bagian tulang belakang juga bisa terkena mulai dari leher, pinggang, pinggang bawah sampai ekor. Penyakit ini mempengaruhi sekitar 0. 1 persen populasi atau 1 banding 1000 orang," kata Dokter Spesialis Penyakit Dalam dan Konsultan Reumatologi RSCM, DR. dr. Rudy Hidayat, SpPD-KR di Jakarta, Kamis (21/3/2019).

Meski belum diketahui pasti, namun ahli menduga penyakit ini disebabkan oleh faktor genetik dengan data 85-95 persen penderita menunjukan positif gen HLA-B27.

Hal yang menarik, banyak penderita spondilitis ankilosis merupakan orang usia muda. "Banyak penderita usia muda mulai dari 20 sampai 30 tahun," kata dr Rudy lagi.

Faktanya, spondilitis ankilosis berkembang pada masa remaja atau dewasa awal sekitar usia 20 tahunan dan hanya 5 persen yang mengalami gejala setelah usia 45 tahun.

Beberapa gejala spondilitis ankilosis adalah kelelahan, entesis atau peradangan pada ligamen dan tendon, serra artritis atai peradangan sendi di panggul atau lutut.

Meski bukan penyakit yang mematikan, dr. Rudy mengatakan bahwa penderita spondilitis ankilosis akan sangat menderita karena kualitas hidup yang menurun. "Kerugiannya jelas, nyeri, terjadi kecacatan dan penurunan kualitas hidup."

baca juga

Kalau sudah parah, penderita spondilitis ankilosis bisa mengalami yang namanya bamboo spine atau kondisi di mana tulang belakang menyatu.

Beberapa komplikasi juga bisa terjadi seperti peradangan mata, patah tulang belakang, hingga gangguan jantung.

Beberapa pengobatan yang bisa dilakukan adalah olahraga, fisioterapi, mengonsumsi obat konvensional, obat biologik sampai operasi.

Pengobatan spondilitis ankilosis dilakukan untuk mengurangi rasa sakit, memperbaiki posgur tubuh, mencegah kecacatan dan meningkatkan kemampuan pasien untuk hidup lebih normal, tentu sangat dianjurkan bagi kalangan anak muda.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Angkie Yudistia, Sosok Anak Muda Inspiratif Pejuang Kaum Disabilitas

Angkie Yudistia, Sosok Anak Muda Inspiratif Pejuang Kaum Disabilitas

Health | Kamis, 21 Maret 2019 | 18:21 WIB

Youth Town Hall Libatkan Anak Muda dalam Pembangunan Kesehatan

Youth Town Hall Libatkan Anak Muda dalam Pembangunan Kesehatan

Health | Kamis, 21 Maret 2019 | 14:42 WIB

Banyak Anak Muda Merokok, Menkes Sebut Taktik Industri Rokok Berhasil

Banyak Anak Muda Merokok, Menkes Sebut Taktik Industri Rokok Berhasil

Health | Kamis, 21 Maret 2019 | 13:05 WIB

Ada Bonus Demografi, Menkes Ingin Anak Muda Jadi Agent of Change

Ada Bonus Demografi, Menkes Ingin Anak Muda Jadi Agent of Change

Health | Rabu, 20 Maret 2019 | 18:20 WIB

Terkini

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Health | Rabu, 24 Juni 2026 | 17:15 WIB

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:49 WIB

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:07 WIB

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:05 WIB

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:00 WIB

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Health | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:41 WIB

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:51 WIB

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:03 WIB

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:14 WIB

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 09:45 WIB