Satu Anak di Afrika Meninggal Dunia, Benarkah Pandemi Ebola Belum Berakhir?

Silfa Humairah Utami | Risna Halidi
Satu Anak di Afrika Meninggal Dunia, Benarkah Pandemi Ebola Belum Berakhir?
Ilustrasi pasien Ebola sebabkan anak meinggal dunia di Afrika. (Shutterstock)

Benarkah Pandemi Ebola sebabkan satu anak di Afrika meninggal dunia?

Suara.com - Satu Anak di Afrika Meninggal Dunia, Benarkah Pandemi Ebola Belum Berakhir?

Pandemi ebola kembali terjadi, kali ini menewaskan seorang bayi berasal dari Bunia, kota besar di negara Kongo. 

Ini menjadi kasus pandemi ebola terparah kedua di dunia dan merupakan tanda bahwa pendemi ebola masih jauh dari kata berakhir.

Korban teranyar yang masih kanak-kanak itu sebenarnya tinggal di area aman, namun ia dinyatakan positif ebola dan meninggal dunia setelah mengalami deman hemoragik.

Orangtua anak dalam keadaan sehat, dan menimbulkan pertanyaan bagaimana cara si anak terinfeksi virus ebola.

Sebelumnya, kasus ebola terbanyak di Kongo terjadi di Utara Kivu dan Provinsi Ituri provinces, kawasan timur laut negara tersebut dilansir dari Time.

Ini adalah kasus ebola pertama di Bunia yang masuk kawasan Provinsi Ituri.

"Investigasi masih berjalan untuk mengetahui sumber infeksi, tim di lokasi melakukan beberap cara termasuk pelacakan, vaksin dan pengawasan tingkat tinggi," kata WHO, badan kesehatan tingkat dunia.

Meski belum ada kasus infeksi ebola di luar Kongo, namun ini pertanda adanya penyebaran infeksi ebola yang lebih luas.

Ebola telah membuat 1.000 lebih orang sakit dan 600 kasus kematian sejak akhir Agustus tahun lalu.

Pada 2014 sampai 2016, ada 11.000 kasus kematian akibat infeksi ebola di kawasan Afrika Barat dan tidak sedikit pasien anak-anak.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS