Doyan Ngemil Tidak Sehat, Hati-Hati Kena Sindrom Metabolik

M. Reza Sulaiman, Risna Halidi

Minggu, 24 Maret 2019 | 19:49 WIB
Doyan Ngemil Tidak Sehat, Hati-Hati Kena Sindrom Metabolik
Doyan ngemil tidak sehat, waspada sindrom metabolik. (Shutterstock)

Suara.com - Doyan Ngemil Tidak Sehat, Hati-Hati Kena Sindrom Metabolik

Ngemil sih boleh-boleh saja, asal camilan yang Anda makan tergolong sehat.

Sebabnya menurut pakar, kebiasaan ngemil tidak sehat bisa berujung pada masalah kesehatan sindrom metabolik.

dr. Sandi Perutama Gabi, Medical Expert Combhipar, mengatakan masyarakat Indonesia diketahui senang ngemil. Namun hanya dua persen camilan yang dikonsumsi orang Indonesia masuk dalam kategori sehat.

"Mayoritas lebih memilih keripik, biskuit, dan roti," kata dr Sandi dalam acara Combi Run Academy 2019 di Bogor, baru-baru ini.

Padahal, kebiasaan ngemil tersebut sangat berbahaya bagi kesehatan tubuh dan menjadi faktor penyebab masalah kesehatan sindrom metabolik.

Sindrom metabolik sendiri memiliki arti sebagai kumpulan faktor risiko kesehatan yang bila tidak segera ditangani, bisa berakibat fatal seperti masalah jantung dan ginjal.

Di Indonesia, masalah sindrom metabolik tidak hanya menjangkiti mereka yang diwarisi gen dan orang yang sudah tua saja, tetapi juga anak muda.

"Sindrom metabolik bisa muncul bahkan di usia 20 tahunan. Prevalensi sudah mencapai 24 persen (usia 20 tahun). Lalu generasi usia 50an sekitar 30 persen dan usia 60 mencapai 40 persen," tambahnya.

baca juga
Ilustrasi ngemil di malam hari. (Shutterstock)
Ilustrasi ngemil di malam hari. (Shutterstock)

Data semakin diperparah lewat data Riskesdas 2018 di mana dikatakan bahwa 95 persen orang Indonesia kurang mengonsumsi sayur dan buah.

"Masyarakat Indonesia juga malas bergerak. Nomor satu paling malas jalan kaki di seluruh dunia. Rata-rata langkah orang Indonesia perhari hanya 3.513 semetara yg disarankan adalah 10 ribu langkah," tambahnya lagi.

Lalu, bagaimana cara mengatasinya? Menurut dr. Sandi, hal paling mudah untuk mencegah sindrom metabolik adalah dengan mengubal gaya hidup ke arah yang lebih sehat dan rajin beraktivitas fisik 30 menit dalam sehari.

"Dengan menginvestasikan waktu 30 latihan fisik, dapat mengurangi 17 persen risiko masalah sindrom metabolik," tutupnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ngidam Ngemil Makanan Manis, Makan Saja 4 Buah Ini

Ngidam Ngemil Makanan Manis, Makan Saja 4 Buah Ini

Health | Kamis, 03 Januari 2019 | 10:10 WIB

Suka Ngemil? Bisa Bikin Anda Sering Sakit

Suka Ngemil? Bisa Bikin Anda Sering Sakit

Health | Selasa, 18 Desember 2018 | 17:52 WIB

4 Pilihan Camilan Sehat untuk yang Doyan Ngemil di Malam Hari

4 Pilihan Camilan Sehat untuk yang Doyan Ngemil di Malam Hari

Health | Selasa, 16 Oktober 2018 | 19:45 WIB

Terkini

8 dari 10 Anak Indonesia Kekurangan DHA, Ini yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

8 dari 10 Anak Indonesia Kekurangan DHA, Ini yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Health | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 22:31 WIB

Wajah Lain Krisis Karhutla: Anak Terpapar Asap, Perempuan Lebih Berat Merasakan Beban

Wajah Lain Krisis Karhutla: Anak Terpapar Asap, Perempuan Lebih Berat Merasakan Beban

Sumsel | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 22:23 WIB

Tanpa Disadari, Teknologi Ini Diam-Diam Mengubah Cara Kita Menjalani Hari

Tanpa Disadari, Teknologi Ini Diam-Diam Mengubah Cara Kita Menjalani Hari

Lifestyle | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 22:23 WIB

KAMMI Minta Aksi AMPB 27 Agustus Ditahan, Khawatir Ditunggangi hingga Picu Kerusuhan

KAMMI Minta Aksi AMPB 27 Agustus Ditahan, Khawatir Ditunggangi hingga Picu Kerusuhan

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 22:06 WIB

PALHI Desak Kejagung Usut Tuntas Dugaan Korupsi PT TPL, Minta Big Boss Diperiksa

PALHI Desak Kejagung Usut Tuntas Dugaan Korupsi PT TPL, Minta Big Boss Diperiksa

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 21:46 WIB

KAMMI Tolak Aksi Warga Pati di DPR, Tetap Dukung RUU Perampasan Aset

KAMMI Tolak Aksi Warga Pati di DPR, Tetap Dukung RUU Perampasan Aset

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 21:42 WIB

Sumsel Makin Membara, 449 Hotspot Karhutla Mengintai Kesehatan Pernapasan Warga

Sumsel Makin Membara, 449 Hotspot Karhutla Mengintai Kesehatan Pernapasan Warga

Sumsel | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 21:35 WIB

Menkeu Siapkan Rp31 T untuk Pengalihan Status PPPK Paruh Waktu

Menkeu Siapkan Rp31 T untuk Pengalihan Status PPPK Paruh Waktu

Video | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 21:30 WIB

Ada Ancaman Sandera Anggota DPR, Mahasiswa Tolak Rencana Demo AMPB 27 Agustus

Ada Ancaman Sandera Anggota DPR, Mahasiswa Tolak Rencana Demo AMPB 27 Agustus

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 21:29 WIB

Praperadilan Febrie, Ahli: TPPU Tak Bisa Berdiri Sendiri, Harus Ada Tindak Pidana Asal

Praperadilan Febrie, Ahli: TPPU Tak Bisa Berdiri Sendiri, Harus Ada Tindak Pidana Asal

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 21:20 WIB

×