Hari Tuberkulosis Sedunia 2019 : Kasus TB Resisten Makin Meningkat!

Ade Indra Kusuma | Risna Halidi
Hari Tuberkulosis Sedunia 2019 : Kasus TB Resisten Makin Meningkat!
Ilustrasi penderita tuberkulosis (TB resisten). (Shutterstocks)

Data WHO menyebut Indonesia negara ketiga di dunia dengan jumlah TB tertinggi, di bawah India dan China.

Suara.com - Perhimpunan Dokter Paru : Kasus TB Resisten Makin Meningkat!

Menurut data WHO, sekitar 4500 orang meninggal dunia akibat TB setiap hari, dan Indonesia merupakan negara ketiga di dunia dengan jumlah dan beban TB tertinggi, tepat di bawah India dan China. 

Berdasarkan data TB Indonesia pada 2017, mortalitas akibat TB secara rata-rata adalah 40 per 100 ribu jiwa penduduk. Yang memprihatinkan, kata Ketua Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) Cabang Jakarta, Dr. dr. Erlina Burhan, SpP(K), kasus pasien tuberkulosis (TB) resisten obat atau TB RO semakin meningkat.

Pengalaman Erlina yang berpraktik di RS Persahabatan, Jakarta Timur,  menunjukkan semakin banyak pasien TB yang harus menjalani obat lini kedua.

"Obat lini satu nggak mempan jadi harus pakai obat lini kedua dan kasusnya ini makin meningkat," kata Erlina saat konferensi pers Hari Tuberkulosis Sedunia, di Rumah PDPI, Jakarta Timur, Senin, (25/3/2019).

Ilustrasi Tuberculosis. (Shutterstock)
Ilustrasi Hari Tuberkulosis Sedunia 2019, Perhimpunan Dokter Paru :asus TB Resisten Makin Meningkat. (Shutterstock)

Ia melanjutkan, bila pada 2009 pasien TB masih sekitar 50 kasus, sekarang bisa mencapai 500 kasus TB RO pertahun.

"Dengan begitu upaya sembuh dan konsumsi obat harus lebih lama dan lebih banyak efek samping," terangnya tentang konsekuensi dan dampak yang dialami pasien TB resisten.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS