Ini Dampak Kelebihan Vitamin D Pada Lansia

Vania Rossa | Suara.com

Rabu, 27 Maret 2019 | 15:25 WIB
Ini Dampak Kelebihan Vitamin D Pada Lansia
Ilustrasi pasangan lansia. (Shutterstock)

Suara.com - Sebuah studi baru tentang efek vitamin D menemukan bahwa terlalu kelebihan vitamin D dapat menyebabkan gerak refleks yang melambat dan meningkatkan risiko jatuh pada lansia.

Vitamin D punya peran yang sangat vital di dalam tubuh manusia. Tanpa vitamin D, tubuh tidak dapat menyerap kalsium yang merupakan komponen utama tulang. Vitamin D juga dapat melindungi dari kanker dan diabetes.

Tubuh mensintesis vitamin D ketika kulit terpapar sinar matahari, sehingga jumlah vitamin D yang diproduksi kulit tergantung pada beberapa faktor, termasuk tempat tinggal, musim, dan pigmentasi kulit. Pada orang yang jarang terpapar cahaya matahari, produksi vitamin D dapat menurun atau sama sekali tidak ada.

Pada orang lanjut usia, mereka lebih sulit untuk menyerap vitamin D karena mungkin tidak mendapatkan paparan sinar matahari secara teratur. Dalam hal ini, mengonsumsi suplemen vitamin atau multivitamin yang mengandung vitamin D dapat membantu meningkatkan kesehatan tulang dan meningkatkan daya ingat.

Hasil studi mengaitkan kekurangan vitamin D dengan kondisi seperti demensia, depresi, diabetes, autisme, dan skizofrenia. Itu sebabnya, seiring bertambahnya usia, sangat penting untuk memastikan tubuh mendapatkan jumlah vitamin D yang tepat.

Menurut National Institutes of Health (NIH), jumlah vitamin D harian yang disarankan adalah 400 IU untuk bayi 0–12 bulan, 600 IU untuk anak-anak dan dewasa, serta 800 IU untuk lansia.

Meski begitu, patut diperhatikan agar asupan vitamin D ini tidak berlebihan. Kelebihan vitamin D juga dapat menimbulkan risiko. Sebuah studi yang dipimpin oleh Rutgers University menemukan bahwa perempuan lansia obesitas yang mengonsumsi lebih dari tiga kali dosis vitamin D harian yang direkomendasikan memiliki gerak refleks yang lebih lambat. Dan gerak refleks yang melambat akan meningkatkan risiko terjatuh pada lansia.

Centers for Disease Control and Prevention memperkirakan bahwa 1 dari 4 orang dewasa berusia 65 tahun ke atas akan mengalami jatuh setiap tahunnya. Dan baru-baru ini, para ilmuwan di Universitas Rutgers, New Brunswick, juga melakukan penelitian yang mengamati faktor risiko jatuh. Mereka menerbitkan hasilnya di The Journals of Gerontology: Series A.

Mereka menganalisis efek vitamin D pada tiga kelompok perempuan berusia 50-70 dalam uji coba terkontrol secara acak.

Kelompok pertama mengambil dosis harian vitamin D yang disarankan, yaitu 600 IU. Kelompok kedua mengambil dosis 2.000 IU, dan yang ketiga mengambil dosis 4.000 IU.

Hasilnya menunjukkan peningkatan dalam memori dan pembelajaran pada kelompok yang mengambil dosis harian lebih banyak. Namun, kelompok tersebut juga mengalami perlambatan dalam gerak refleks.

"Gerak refleks yang lebih lambat mungkin berdampak pada risiko kesehatan lainnya, seperti berpotensi meningkatkan risiko jatuh dan patah tulang," kata peneliti senior Sue Shapses seperti dikutip dari Medical News Today.

Menurut para ilmuwan, mengonsumsi 4.000 IU vitamin D per hari mungkin tidak menjadi masalah bagi kaum muda, tetapi itu bisa membahayakan kemampuan orang dewasa yang lebih tua untuk berjalan atau menyeimbangkan diri untuk menghindari jatuh.

Diperlukan lebih banyak penelitian untuk menentukan apakah gerak refleks yang lebih lambat terkait dengan peningkatan risiko jatuh dan cedera.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Klub Malam untuk Lansia, Pensiunan Tampil Berpakaian Pesta Bak Anak Muda

Klub Malam untuk Lansia, Pensiunan Tampil Berpakaian Pesta Bak Anak Muda

Lifestyle | Senin, 25 Maret 2019 | 12:00 WIB

Susu Bukan Sumber Kalsium, Sayur Ini yang Paling Mencukupi Lho

Susu Bukan Sumber Kalsium, Sayur Ini yang Paling Mencukupi Lho

Health | Senin, 18 Maret 2019 | 13:30 WIB

Pemerintah Singapura Kucurkan Rp 64,05 Triliun untuk Lansia di Negaranya

Pemerintah Singapura Kucurkan Rp 64,05 Triliun untuk Lansia di Negaranya

Bisnis | Selasa, 19 Februari 2019 | 10:58 WIB

Terkini

Ibu Hamil Rentan Cemas, Meditasi Disebut Bisa Bantu Jaga Kesehatan Mental

Ibu Hamil Rentan Cemas, Meditasi Disebut Bisa Bantu Jaga Kesehatan Mental

Health | Senin, 18 Mei 2026 | 12:13 WIB

Apa Itu Patah Tulang Selangka? Cedera Ngeri Alex Marquez di MotoGP Catalunya 2026

Apa Itu Patah Tulang Selangka? Cedera Ngeri Alex Marquez di MotoGP Catalunya 2026

Health | Senin, 18 Mei 2026 | 11:05 WIB

Obat Diabetes dan Obesitas Bentuk Pil Makin Diminati, Pasien Dinilai Lebih Mau Berobat

Obat Diabetes dan Obesitas Bentuk Pil Makin Diminati, Pasien Dinilai Lebih Mau Berobat

Health | Senin, 18 Mei 2026 | 09:20 WIB

Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus

Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus

Health | Kamis, 14 Mei 2026 | 13:52 WIB

Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar

Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar

Health | Kamis, 14 Mei 2026 | 12:59 WIB

Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?

Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?

Health | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:25 WIB

Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan

Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan

Health | Rabu, 13 Mei 2026 | 17:00 WIB

Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis

Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 22:34 WIB

Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat

Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 17:02 WIB

Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi

Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 16:59 WIB