Rokok Elektrik Bisa Bantu Perokok Berhenti Merokok, Benarkah?

M. Reza Sulaiman, Dinda Rachmawati

Selasa, 02 April 2019 | 07:05 WIB
Rokok Elektrik Bisa Bantu Perokok Berhenti Merokok, Benarkah?
Pro-kontra soal manfaat rokok elektrik untuk berhenti merokok masih berlangsung. (Shutterstock).

Suara.com - Rokok Elektrik Bisa Bantu Perokok Berhenti Merokok, Benarkah?

Menjamurnya penggunaan rokok elektrik saat ini menjadi perhatian khusus. Terutama, klaim soal manfaat rokok elektrik yang disebut baik untuk membantu perokok berhenti merokok.

Pada 2018, Badan Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan bahwa di Indonesia, 30,4 persen perokok mencoba berhenti tetapi hanya 9,5 persen yang berhasil.

Sebenarnya menurut Prof. Dra. Yayi Suryo Prabandari M.Si., Ph.D. Guru Besar Promosi Kesehatan dan Kesehatan Masyarakat dari Universitas Gadjah Mada (UGM) terdapat berbagai macam cara untuk berhenti merokok, mulai dari berhenti secara langsung maupun menggunakan terapi pengganti nikotin (Nicotine Replacement Therapy - NRT).

Cara pertama yakni langsung berhenti total, dianggap sangat sulit untuk beberapa perokok, karena mereka sering kali mengalami withdrawal syndrome alias sindrom putus obat.

"Sedangkan terapi NRT dapat mengurangi rasa ketergantungan dengan memberikan perokok nikotin yang kadarnya bisa di kontrol dan mengeliminasi racun-racun lain yang terkandung dalam rokok. Akan tetapi, kedua pendekatan berhenti merokok ini masih sangat jarang diadopsi di Indonesia," ujarnya dalam siaran resmi yang suara.com terima, Senin (1/4/2019).

Beberapa tahun belakangan organisasi kesehatan masyarakat di berbagai negara sedang mempelajari dan mendorong pendekatan berhenti merokok baru yang bernama Electronic Nicotine Delivery System (ENDS) yang juga dikenal sebagai rokok elektrik.

Menurut Prof Yayi, penelitian mengenai penggunaan rokok elektrik sampai hari ini masih terus berlangsung. Tentu rokok jenis baru tersebut juga memiliki efek bagi kesehatan, khususnya dalam penggunaan jangka panjang. Jadi, klaim bahwa rokok elektrik dan sejenisnya menjadi salah satu cara untuk membantu perokok berhenti dari kebiasaan merokoknya, belum tentu benar. Hal inilah yang masih harus terus dilakukan uji penelitian berulang.

Dalam medis dan kesehatan, apabila menyarankan untuk pengobatan atau intervensi harus berbasis bukti (evidence based medicine/evidence based public health). Kajian tentang rokok elektrik belum ada kesepakatan, masih saling berlawanan, sehingga memerlukan kajian lebih lanjut dan penelitian jangka panjang serta meta analisis.

baca juga

"Saya tidak menyarankan perokok untuk mengkonsumsi rokok elektrik dan sejenisnya saat berniat untuk berhenti merokok. Masih banyak yang harus dikaji,” tegasnya.

Ilustrasi rokok elektrik (Shutterstock).
Rokok elektrik disebut bisa membantu perokok berhenti merokok. (Shutterstock).

Pro-Kontra Efektivitas Rokok Elektrik

Klaim efektivitas rokok elektrik untuk membantu berhenti merokok lebih banyak berasal dari penelitian di luar negeri.

Pada tahun 2015, Public Health England, organisasi dibawah Kementerian Kesehatan Inggris menyimpulkan bahwa rokok elektrik lebih rendah risiko kesehatannya hingga 95 persen dibandingkan rokok konvensional.

Pada awal tahun 2019, studi yang dipublikasikan di New England Journal of Medicine juga menemukan bahwa rokok elektrik dua kali lebih efektif dibandingkan NRT dalam membantu perokok berhenti dari kebiasaan merokok.

Dalam riset yang berbeda pada bulan lalu, peer-reviewed study yang dilakukan oleh Centre of Substance Use Research (CSUR) dan dipublikasikan di Journal of Pulmonary and Respiratory Medicine, juga melaporkan bahwa total konsumsi rokok di antara perokok peserta studi tersebut berkurang sekitar 73%, dalam periode 3 bulan sejak mereka menggunakan ENDS.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jenis Kanker Paru yang Diidap Perokok Filter dan Kretek Ternyata Berbeda

Jenis Kanker Paru yang Diidap Perokok Filter dan Kretek Ternyata Berbeda

Health | Kamis, 28 Februari 2019 | 19:42 WIB

Tips Traveling dari Perokok : Berhenti Merokok dan Nabung Rp 22 Ribu Sehari

Tips Traveling dari Perokok : Berhenti Merokok dan Nabung Rp 22 Ribu Sehari

Lifestyle | Jum'at, 22 Februari 2019 | 09:10 WIB

Idap Kanker Paru, Sutopo BNPB Punya Pesan Menohok untuk Para Perokok

Idap Kanker Paru, Sutopo BNPB Punya Pesan Menohok untuk Para Perokok

Health | Kamis, 31 Januari 2019 | 18:46 WIB

Terkini

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:16 WIB

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Jogja | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:04 WIB

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:25 WIB

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Bola | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:59 WIB

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:35 WIB

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Video | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:30 WIB

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:00 WIB

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:47 WIB

×