Bahaya TAR dalam Rokok Jika Terhirup Bayi, Bisa Picu Kematian Mendadak

Ade Indra Kusuma | Firsta Nodia | Suara.com

Selasa, 09 April 2019 | 14:09 WIB
Bahaya TAR dalam Rokok Jika Terhirup Bayi, Bisa Picu Kematian Mendadak
Ilustrasi rokok. (Sumber: Shutterstock)

Suara.com - Bahaya TAR dalam Rokok Jika Terhirup Bayi, Bisa Picu Kematian Mendadak.

Kandungan berbahaya yang ada dalam rokok memang tak bisa dihitung dengan jari. Namun selain nikotin, kandungan dalam rokok yang harus diwaspadai adalah TAR.

Disampaikan dr. Mariatul Fadilah, MARS, Ketua Umum Perhimpunan Dokter Kedokteran Komunitas, jika TAR menempel di baju seseorang hingga kemudian terhirup oleh bayi, itu dapat memicu kematian mendadak. Dalam hal ini, bayi menjadi korban dalam thirdhand smoke.

"Thirdhand smoke adalah orang-orang yang walaupun tidak berada di lingkungan perokok tapi tetap mendapat efek dari rokok. Jadi TAR menempel di baju ayah atau ibunya. Lalu TAR yang bersifat polutan dan karsinogenik dihisap bayi dan membuatnya meninggal tanpa sebab," ujar dr Mariatul di Jakarta, Selasa (9/4/2019).

TAR sendiri kata dr Mariatul merupakan hasil dari proses pembakaran rokok. Ketika rokok dibakar maka TAR dihasilkan dan masuk ke dalam alveoli paru ketika dihisap. Suhu panas yang masuk ke tubuh melalui rokok membuat sel-sel paru rusak sehingga memicu berbagai masalah kesehatan.

"Polutan itu akan kita hisap dan bereaksi pada tubuh. Bersentuhan dan dihisap maka sama bahayanya. Dampaknya bukan hanya kanker paru atau jantung. Tapi bahaya meninggalnya masa depan. Kalau anak yang terkena maka bisa dibayangkan 20 tahun kemudian dia akan jadi apa," imbuhnya.

Efek yang paling terasa ketika menghisap rokok, kata Mariatul adalah kerusakan susunan saraf. Itu sebabnya bagi mereka yang mencoba berhenti merokok akan mengalami gangguan saraf seperti sakit kepala, keringat dingin hingga tak bisa berpikir jernih.

"Susunan saraf pusat yang diserang kalau berhenti merokok. Sehingga kalau berhenti merokok bisa keringat dingin, gemetar. Kalau hati yang sakit, potong hati gampang bisa cepat membaiknya. Tapi kalau saraf yang rusak bisa berganti 20-25 tahun kemudian," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Lahir Prematur dan Ditinggal Orang Tuanya, Bayi Ini Diadopsi Perawat

Lahir Prematur dan Ditinggal Orang Tuanya, Bayi Ini Diadopsi Perawat

Health | Selasa, 09 April 2019 | 06:40 WIB

Studi Sebut Wine Sama Merusaknya Seperti Rokok

Studi Sebut Wine Sama Merusaknya Seperti Rokok

Lifestyle | Kamis, 04 April 2019 | 15:58 WIB

Ditemukan Prosedur Baru Membuat Bayi dari Sel Kulit

Ditemukan Prosedur Baru Membuat Bayi dari Sel Kulit

Health | Kamis, 04 April 2019 | 11:05 WIB

Terkini

Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini

Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini

Health | Jum'at, 20 Maret 2026 | 13:04 WIB

Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi

Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi

Health | Kamis, 19 Maret 2026 | 13:49 WIB

Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!

Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!

Health | Rabu, 18 Maret 2026 | 07:05 WIB

Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?

Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?

Health | Selasa, 17 Maret 2026 | 15:31 WIB

Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung

Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 17:14 WIB

Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman

Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 16:49 WIB

Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi

Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 15:52 WIB

Cedera Lutut hingga Bahu Paling Banyak Dialami Atlet dan Penggemar Olahraga

Cedera Lutut hingga Bahu Paling Banyak Dialami Atlet dan Penggemar Olahraga

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 11:54 WIB

Jelang Lebaran, Korban Banjir Aceh Tamiang Dibayangi ISPA hingga Diare: Imunitas Harus Diperhatikan

Jelang Lebaran, Korban Banjir Aceh Tamiang Dibayangi ISPA hingga Diare: Imunitas Harus Diperhatikan

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 09:18 WIB

Deteksi Dini dan Kebijakan Ramah Lingkungan: Solusi Terpadu untuk Menangani Penyakit Ginjal

Deteksi Dini dan Kebijakan Ramah Lingkungan: Solusi Terpadu untuk Menangani Penyakit Ginjal

Health | Sabtu, 14 Maret 2026 | 14:38 WIB