Studi : Olahraga di Malam Hari Jadi Waktu Terbaik untuk Membakar Kalori

Ade Indra Kusuma | Firsta Nodia | Suara.com

Senin, 22 April 2019 | 12:05 WIB
Studi : Olahraga di Malam Hari Jadi Waktu Terbaik untuk Membakar Kalori
Ilustrasi jogging. (Shutterstock)

Suara.com - Studi : Olahraga di Malam Hari Jadi Waktu Terbaik untuk Membakar Kalori.
 
Selama ini waktu terbaik untuk melakukan olahraga selalu menjadi perdebatan. Ada yang menganggap pagi hari menjadi waktu yang tepat, ada pula sebagian yang merasa bahwa malam harilah waktu ideal untuk membakar kalori.

Akhirnya perdebatan menemukan titik temu setelah studi terkini yang dilakukan Weizmann Institute of Science di Israel mengungkap waktu terbaik untuk berolahraga.

Studi ini menemukan bahwa olahraga di malam hari lebih baik bagi mereka yang ingin menurunkan berat badan.

"Seperti kita tahu bahwa hampir setiap aspek fisiologi dan metabolisme tubuh kira ditentukan oleh jam sirkadian," kata Gad dikutip dari laman Nypost.

Untuk sampai pada kesimpulan ini, Gad menganalisis efek olahraga terutama pada tikus yang telah diubah jam metabolismenya seperti manusia. Tikus ini diletakkan di atas treadmill pada waktu berbeda di jam aktif mereka.

Para ilmuwan kemudian memeriksa kapasitas latihan tikus pada intensitas dan waktu latihan yang berbeda dan menemukan bahwa kinerja latihan keseluruhan secara signifikan lebih baik di malam hari dibandingkan pagi hari.

Mereka juga menemukan bahwa pada malam hari, makhluk hidup memiliki tingkat metabolit yang lebih tinggi yang disebut ZMP, yang bertanggung jawab untuk mengatur metabolisme.

"Ini sebenarnya senyawa yang digunakan beberapa atlet untuk doping, kami menemukan peningkatan produksi ZMP dapat membuat mereka lebih baik di pagi hari," imbuhnya.

Lebih efektif ketimbang pagi hari

Warga berolahraga di kawasan Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Minggu (24/3). [Suara.com/Muhaimin A Untung]
Warga berolahraga di kawasan Stadion Utama Gelora Bung Karno. [Suara.com/Muhaimin A Untung]

Para ilmuwan juga menganalisis 12 manusia dan menemukan hasil yang serupa. Orang-orang cenderung berolahraga lebih efektif di malam hari dibandingkan dengan pagi hari karena mereka memiliki konsumsi oksigen yang lebih rendah.

Untuk memperkuat bukti ini, penelti melakukan studi kedua yang juga melibatkan tikus. Para peneliti mencatat perubahan yang terjadi pada jaringan otot mereka sebagai respons terhadap olahraga.

Mereka menemukan bahwa protein yang dikenal sebagai HIF-1a memainkan peran penting dalam tubuh dan diaktifkan hanya dengan berolahraga.

"Namun dibandingkan pagi hari, olahraga di malam hari lebih bermakna," tandas Gad.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Suka Olahraga, Apa Masih Perlu Minum Suplemen?

Suka Olahraga, Apa Masih Perlu Minum Suplemen?

Health | Selasa, 16 April 2019 | 19:10 WIB

Catat! Ini 7 Makanan yang Bermanfaat untuk Menguatkan Tulang

Catat! Ini 7 Makanan yang Bermanfaat untuk Menguatkan Tulang

Health | Selasa, 16 April 2019 | 18:10 WIB

Studi: Sering Bangun Kesiangan Bikin Risiko Mati Muda Meningkat

Studi: Sering Bangun Kesiangan Bikin Risiko Mati Muda Meningkat

Health | Senin, 15 April 2019 | 07:05 WIB

Terkini

Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat

Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 17:02 WIB

Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi

Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 16:59 WIB

Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang

Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 15:56 WIB

Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia

Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 15:05 WIB

Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?

Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 14:46 WIB

Waspada! 7 Jenis Tikus di Sekitar Rumah Ini Bisa Jadi Penyebab Hantavirus di Indonesia

Waspada! 7 Jenis Tikus di Sekitar Rumah Ini Bisa Jadi Penyebab Hantavirus di Indonesia

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 10:53 WIB

4 Penyebab Hantavirus dan Gejala Awalnya, Ramai Dibahas usai Kasus MV Hondius

4 Penyebab Hantavirus dan Gejala Awalnya, Ramai Dibahas usai Kasus MV Hondius

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 07:58 WIB

Hantavirus Apakah Sudah Ada di Indonesia? Ini Fakta dan Risiko Penularannya

Hantavirus Apakah Sudah Ada di Indonesia? Ini Fakta dan Risiko Penularannya

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 07:20 WIB

Hantavirus Mirip Flu? Ketahui Gejala, Penularan, dan Cara Mencegahnya

Hantavirus Mirip Flu? Ketahui Gejala, Penularan, dan Cara Mencegahnya

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 07:06 WIB

BPOM Catat 10 Kematian Akibat Campak, Akses Vaksin Inovatif Dikebut

BPOM Catat 10 Kematian Akibat Campak, Akses Vaksin Inovatif Dikebut

Health | Senin, 11 Mei 2026 | 12:19 WIB