Imam Besar Masjid Istiqlal: Jangan Hambat Pemberian Vaksin atas Nama Agama

M. Reza Sulaiman, Risna Halidi

Selasa, 30 April 2019 | 12:00 WIB
Imam Besar Masjid Istiqlal: Jangan Hambat Pemberian Vaksin atas Nama Agama
Imam Besar Masjid Istiqlal, Prof. KH. Nasaruddin Umar, MA, Ph.D, angkat bicara soal vaksin dan imunisasi dalam hukum Islam. (Suara.com/Risna Halidi)

Suara.com - Imam Besar Masjid Istiqlal: Jangan Hambat Pemberian Vaksin atas Nama Agama

Pro-kontra terkait program imunisasi masih menjadi perdebatan di tengah masyarakat Indonesia. Padahal baik pakar agama maupun pakar kesehatan sudah memiliki titik temu terkait bolehnya penggunaan vaksin.

Dalam agama Islam, penggunaan babi untuk hal apapun hukumnya haram dan tidak dibolehkan. Hal ini yang mendasari munculnya kelompok penolakan vaksin, yang dalam proses pembuatannya bersentuhan dengan enzim dari babi.

Meski begitu, Imam Besar Masjid Istiqlal, Prof. KH. Nasaruddin Umar, MA, Ph.D, mengatakan sudah ada kesepatakan dari para ulama di Indonesia yang membolehkan penggunaan vaksin dan imunisasi, atas dasar kedaruratan karena tidak adanya produk lain dengan manfaat serupa yang sudah berstatus halal.

Ia pun menekankan bahwa vaksin dan imunisasi wajib diberikan kepada semua anak di Indonesia.

"Jangan adalagi yang menghambat pemberian vaksin atas nama agama," kata Umar, dalam acara Temu Ilmiah Pekan Imunisasi Dunia 2019 di Kementerian Kesehatan, Jakarta, Selasa, (30/4/2019).

Untuk itu Umar percaya mengenai perlunya narasi agama dalam rangka mensukseskan program imunisasi oleh pemerintah Republik Indonesia.

"Saya ingin mengingatkan bahwa Insya Allah di seluruh dunia (telah) menggunakan imunisasi untuk mencegah penyakit-penyakit yang berbahaya. Jadi saya mengimbau kepada seluruh masyarakat kita, kalau ada persoalan agama kan ada majelis ulama (MUI), sudah ada fatwa majelis ulama, ya bismillah," tambahnya.

baca juga

Umar juga menghimbau agar Kementerian Kesehatan dan Kementerian Agama berani melawan gerakan anti vaksin yang marak di masyarakat.

Ilustrasi vaksin. (Shutterstock)
Ilustrasi vaksin. (Shutterstock)

"Pihak kontra mesti menujukkan apa (penyebab) untuk kemudian diatasi bersama. Tapi kalau tidak menunjukkan fakta dan hanya ada kontra serta katanya, lantas kita menyesatkan masyarakat untuk tidak melakukan vaksinasi, lalu apa yang terjadi? Lahirnya cacat, lahir lemah, lahir penyakitan. Malah kita jadi menyebabkan orang dhoif (lemah)," urai Umar lagi.

Sementara, kata Umar, agama datang untuk menyuruh penganutnya melahirkan anak-anak yang sehat. Dan jika itu harus ditempuh melalui program imunisasi lewat pemberian vaksin, maka Umar meminta orang tua untuk melakukannya demi anak.

"Menolak kemudaratan lebih prioritas ketimbang melakukan kebajikan," tutupnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Teror Anti Vaksin Jadi Ancaman Nyata, Kenali Bahaya Anak Tidak Divaksin

Teror Anti Vaksin Jadi Ancaman Nyata, Kenali Bahaya Anak Tidak Divaksin

Health | Kamis, 28 Maret 2019 | 13:06 WIB

Studi Pastikan Vaksin Campak Rubella Tidak Picu Autisme, Ini Alasannya

Studi Pastikan Vaksin Campak Rubella Tidak Picu Autisme, Ini Alasannya

Health | Selasa, 05 Maret 2019 | 10:30 WIB

WHO: Wabah Campak Mengancam Dunia karena Masyarakat Ogah Imunisasi

WHO: Wabah Campak Mengancam Dunia karena Masyarakat Ogah Imunisasi

Health | Senin, 03 Desember 2018 | 08:05 WIB

Terkini

Enam Cerita, Satu Kematian: Menelusuri Kebenaran di Novel Girls in the Dark

Enam Cerita, Satu Kematian: Menelusuri Kebenaran di Novel Girls in the Dark

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 10:00 WIB

MK Ketok Palu 20 Putusan Hari Ini: Ada Gugatan Tiang Listrik PLN hingga Nasib UU PPRT

MK Ketok Palu 20 Putusan Hari Ini: Ada Gugatan Tiang Listrik PLN hingga Nasib UU PPRT

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 09:54 WIB

5 Zodiak yang Paling Rajin Balas VN atau Typing Panjang Saat Debat

5 Zodiak yang Paling Rajin Balas VN atau Typing Panjang Saat Debat

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 09:50 WIB

Adaptasi Posisi Baru Rizky Ridho di Lini Tengah Skuad Macan Kemayoran

Adaptasi Posisi Baru Rizky Ridho di Lini Tengah Skuad Macan Kemayoran

Bola | Kamis, 29 Oktober 2026 | 09:49 WIB

Edukasi Gizi MBG Diusulkan Masuk Kurikulum, Dinilai Berpotensi Bebani Sekolah dan Guru

Edukasi Gizi MBG Diusulkan Masuk Kurikulum, Dinilai Berpotensi Bebani Sekolah dan Guru

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 09:47 WIB

3 Rekomendasi Sepatu Skechers untuk Recovery Run, Nyaman dengan Bantalan Empuk

3 Rekomendasi Sepatu Skechers untuk Recovery Run, Nyaman dengan Bantalan Empuk

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 09:46 WIB

Terbitkan Sprindik Baru, KPK Panggil Lagi Anggota DPRD Kota Bengkulu Vinna Ledy

Terbitkan Sprindik Baru, KPK Panggil Lagi Anggota DPRD Kota Bengkulu Vinna Ledy

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 09:44 WIB

Eks Wamen Imipas Silmy Karim Jalani Sidang Perdana Kasus Pemerasan Izin WNA Hari Ini

Eks Wamen Imipas Silmy Karim Jalani Sidang Perdana Kasus Pemerasan Izin WNA Hari Ini

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 09:41 WIB

Bukan Bali atau Labuan Bajo, Tur Jet Pribadi Rp3,6 Miliar Keliling Dunia Malah Pilih Lampung

Bukan Bali atau Labuan Bajo, Tur Jet Pribadi Rp3,6 Miliar Keliling Dunia Malah Pilih Lampung

Lampung | Kamis, 29 Oktober 2026 | 09:41 WIB

Polisi Hutan Tewas Tertimpa Pohon Saat Padamkan Karhutla Toraja Utara

Polisi Hutan Tewas Tertimpa Pohon Saat Padamkan Karhutla Toraja Utara

Sulsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 09:41 WIB

×