Ilmuwan Temukan Manfaat Transplantasi Tinja untuk Atasi Depresi

Ade Indra Kusuma | Firsta Nodia | Suara.com

Rabu, 08 Mei 2019 | 14:00 WIB
Ilmuwan Temukan Manfaat Transplantasi Tinja untuk Atasi Depresi
Ilustrasi tinja. (Shutterstocks)

Suara.com - Ilmuwan Temukan Manfaat Transplantasi Tinja untuk Atasi Depresi

Apa yang ada di benak Anda mendengar transplantasi tinja? Merasa jijik atau jorok? Ya, meski terdengar menjijikkan tapi hal ini ternyata ada hal positif dalam mengatasi gangguan kejiwaan seperti depresi.

Mengutip Medical Daily, sebuah studi terkini yang diterbitkan dalam jurnal Molecular Psychiatry menunjukkan bahwa pada hewan, transplantasi bakteri usus dari subjek yang tidak stres ke mereka yang terpapar stres dapat meningkatkan kondisi kesehatan mentalnya. Para peneliti mengatakan probiotik dalam usus dapat mengatasi gangguan kejiwaan manusia.

"Pada tikus yang mengalami depresi dalam uji laboratorium, kami menemukan bahwa stres dapat mengubah microbioma atau populasi bakteri dalam usus," ujar Seema Bhatnagar, ketua peneliti dan ahli saraf di Children's Hospital Philadelphia (CHOP),

Sebelum penelitian, peneliti memiliki hipotesis bahwa bahwa otak dan usus saling mempengaruhi. Pada manusia, pasien dengan gangguan kejiwaan memiliki bakteri usus yang unik dalam tubuh mereka dibandingkan dengan bakteri pada individu yang sehat.

Untuk mengarah pada studi ini, peneliti menganalisis bakteri di tinja pada tikus stres dan kelompok kontrol yang tidak stres. Hasil menunjukkan bahwa hewan dengan masalah mental memiliki proporsi bakteri tertentu yang lebih tinggi, seperti Clostridia, daripada kelompok hewan yang tidak stres.

Kelompok hewan yang stres kemudian menerima transplantasi tinja dari tiga kelompok donor sehat yang tidak pernah mengalami stres. Caranya dengan mencangkok (transplantasi) bakteri baik di feses. Para peneliti menemukan bahwa bakteri usus asing mengubah perilaku depresi pada penerima.

Namun, transplantasi tidak menyebabkan perubahan dalam perilaku tikus terhadap kecemasan. Tim mengatakan perilaku depresi lebih diatur oleh bakteri usus, sementara perilaku kecemasan mungkin dipengaruhi oleh perubahan aktivitas saraf yang dihasilkan oleh pengalaman stres.

"Meskipun masih banyak penelitian yang masih harus dilakukan, kami dapat membayangkan di masa depan di mana kami dapat meningkatkan pengetahuan tentang interaksi bakteri usus dan otak untuk mengobati gangguan kejiwaan manusia," kata Bhatnagar.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Lebih dari 50 Persen Ibu Baru Tak Dapat Dukungan Mental Pasca Persalinan

Lebih dari 50 Persen Ibu Baru Tak Dapat Dukungan Mental Pasca Persalinan

Health | Kamis, 02 Mei 2019 | 19:11 WIB

Smiling Depression, Serangan Depresi di Balik Topeng Bahagia

Smiling Depression, Serangan Depresi di Balik Topeng Bahagia

Lifestyle | Kamis, 02 Mei 2019 | 09:59 WIB

Gemas dan Lucu, Yuk Intip Isi Museum Tinja di Jepang

Gemas dan Lucu, Yuk Intip Isi Museum Tinja di Jepang

Lifestyle | Selasa, 30 April 2019 | 11:35 WIB

Terkini

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:12 WIB

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 10:42 WIB

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:55 WIB

Transformasi Digital di Rumah Sakit: Bagaimana AI dan Sistem Integrasi Digunakan untuk Pasien

Transformasi Digital di Rumah Sakit: Bagaimana AI dan Sistem Integrasi Digunakan untuk Pasien

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 08:47 WIB

Standar Internasional Teruji, JEC Kembali Berjaya di Healthcare Asia Awards

Standar Internasional Teruji, JEC Kembali Berjaya di Healthcare Asia Awards

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 05:00 WIB

Dokter Muda di Cianjur Meninggal Akibat Campak, Kemenkes Lakukan Penyelidikan Epidemiologi

Dokter Muda di Cianjur Meninggal Akibat Campak, Kemenkes Lakukan Penyelidikan Epidemiologi

Health | Jum'at, 27 Maret 2026 | 16:43 WIB

Madu Herbal untuk Daya Tahan Tubuh: Kenali Manfaat dan Perannya bagi Kesehatan

Madu Herbal untuk Daya Tahan Tubuh: Kenali Manfaat dan Perannya bagi Kesehatan

Health | Rabu, 25 Maret 2026 | 17:44 WIB

Kenali Manfaat Injeksi Vitamin C untuk Daya Tahan dan Kesehatan Kulit

Kenali Manfaat Injeksi Vitamin C untuk Daya Tahan dan Kesehatan Kulit

Health | Selasa, 24 Maret 2026 | 20:11 WIB

Sering Sakit Kepala? Ini Ciri-Ciri yang Mengarah ke Tumor Otak

Sering Sakit Kepala? Ini Ciri-Ciri yang Mengarah ke Tumor Otak

Health | Selasa, 24 Maret 2026 | 19:11 WIB

Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini

Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini

Health | Jum'at, 20 Maret 2026 | 13:04 WIB