Lelaki Ini Alami Hipertensi Akut Setelah Konsumsi Suplemen Penambah Gairah

Vania Rossa, Firsta Nodia

Senin, 13 Mei 2019 | 11:10 WIB
Lelaki Ini Alami Hipertensi Akut Setelah Konsumsi Suplemen Penambah Gairah
Ilustrasi lelaki hipertensi. (Shutterstock)

Suara.com - Tekanan darah seorang lelaki yang tak disebutkan namanya, melonjak ke level berbahaya setelah ia mengonsumsi suplemen herbal yang disebut-sebut dapat menambah gairah seksual.

Lelaki berusia 49 tahun itu tiba-tiba merasakan sensasi berdebar di dadanya disertai dengan sakit kepala ringan dan kecemasan hebat. Ia pun mengunjungi perawat di tempat kerjanya dan menemukan bahwa tekanan darahnya sangat tinggi yakni 280/160 mmHg jauh di atas ambang batas normal.

Nilai tekanan darah di atas 180/120 mm Hg sendiri digolongkan sebagai kondisi hipertensi yang memerlukan perawatan medis segera. Normalnya tekanan darah kurang dari 120/80 mm Hg.

Dokter yang merawat lelaki tersebut pun berusaha untuk menurunkan tekanan darahnya dengan dua obat terpisah, tetapi tidak ada yang berhasil, dan tekanan darahnya tetap di atas 210/125 mm Hg.

Awalnya, lelaki itu memberi tahu dokter bahwa dia tidak mengonsumsi obat apa pun. Dia juga tidak merokok, mengonsumsi kafein, atau obat-obatan terlarang. Tetapi setelah ditanyai lebih lanjut, ia menyebutkan bahwa ia telah mengonsumsi suplemen herbal sekitar satu atau dua kali sehari untuk meningkatkan kemampuan seksualnya.

Ketika dokter mencari suplemen yang dikonsumsi lelaki tersebut, mereka menemukan itu diformulasikan untuk meningkatkan aliran darah. Suplemen itu sendiri mengandung yohimbine, senyawa yang ditemukan di kulit pohon Afrika Barat Pausinystalia yohimbe.

Seperti dilansir dari Fox News, suplemen dengan yohimbine sering dipasarkan sebagai penambah gairah seksual. Senyawa ini sebelumnya juga dikembangkan menjadi obat resep untuk disfungsi ereksi tetapi juga diketahui dapat meningkatkan tekanan darah dan dikaitkan dengan efek samping lain, termasuk detak jantung yang cepat, kecemasan, serangan jantung dan kejang.

Untungnya, lelaki itu tidak menunjukkan tanda-tanda kegagalan organ yang menjadi komplikasi tekanan darah tinggi. Tetapi karena hipertensinya sangat parah, dokter mencoba pengobatan yang lebih agresif dengan obat yang disebut nitroprusside.

Obat ini mulai menurunkan tekanan darah lelaki itu hingga 152/76 mm Hg. Lelaki itu juga disarankan untuk tidak menggunakan produk dengan yohimbine lagi dan diberi obat setiap hari untuk mengobati tekanan darah tinggi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sering Kebelet Pipis di Malam Hari, Waspadai Hipertensi

Sering Kebelet Pipis di Malam Hari, Waspadai Hipertensi

Health | Senin, 01 April 2019 | 11:30 WIB

Hipertensi dan Diabetes Penyebab Tertinggi Pasien Gagal Ginjal Kronik

Hipertensi dan Diabetes Penyebab Tertinggi Pasien Gagal Ginjal Kronik

Health | Rabu, 13 Maret 2019 | 13:14 WIB

Benarkah Pasien Ginjal yang Menjalani Cuci Darah Dipicu Hipertensi?

Benarkah Pasien Ginjal yang Menjalani Cuci Darah Dipicu Hipertensi?

Health | Sabtu, 09 Maret 2019 | 11:30 WIB

Terkini

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:05 WIB

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:00 WIB

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Health | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:41 WIB

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:51 WIB

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:03 WIB

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:14 WIB

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 09:45 WIB

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Health | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:01 WIB

Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea

Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea

Health | Kamis, 18 Juni 2026 | 22:00 WIB

Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat

Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat

Health | Kamis, 18 Juni 2026 | 21:32 WIB