Cek Fakta

Cek Fakta adalah bagian dari produk jurnalistik yang dikerjakan khusus oleh tim redaksi Suara.com dengan metode tersendiri. Selangkapnya di sini

Minum Air Hangat Bisa Bikin Metabolisme Lebih Cepat, Mitos atau Fakta?

M. Reza Sulaiman | Risna Halidi
Minum Air Hangat Bisa Bikin Metabolisme Lebih Cepat, Mitos atau Fakta?
Ilustrasi minum air putih hangat. (Shutterstock)

Pejuang diet sering disarankanya banyak minum air hangat karena mempercepat metabolisme. Mitos atau fakta ya?

Suara.com - Minum Air Hangat Bisa Bikin Metabolisme Lebih Cepat, Mitos atau Fakta?

Minum air hangat dipercaya dapat membuat metabolisme seseorang lebih cepat. Hal inilah yang menjadi kepercayaan bagi pejuang diet untuk lebih banyak minum air hangat, dan menjauhi air dingin.

Tapi, apa klaim tersebut benar menurut para ahli?

Menurut Ketua Indonesian Hydration Working Group (IHWG), Dr. dr. Diana Sunardi, M.Gizi, Sp.GK, klaim tersebut rupanya hanya mitos belaka.

Masalah metabolisme hanya akan dipengaruhi hal-hal lain seperti kandungan enzim atau vitamin.

"Jadi bukan karena air hangat, air dingin atau air netral," ujar Diana saat ditemui dalam acara Mengenal Jenis dan Manfaat Air Minum dalam Kemasan di Jakarta Pusat, Selasa, (14/5/2019).

Diana mengatakan, lambung manusia diciptakan dengan sangat cerdas.

Begitu sempurna sampai-sampai mampu menyesuaikan suhu makanan atau minuman yang terlalu tinggi atau terlalu rendah menjadi suhu netral.

Maka saat minuman masuk ke lambung, apa pun suhunya, tidak akan mempengaruhi metabolisme.

Paling, tambah Diana, suhu minuman akan mempengaruhi organ yang dilewati. Misal, setelah mengonsumsi minuman hangat atau panas, biasanya akan ada 'sensasi pergerakan' yang kemudian mampu menghilangkan rasa begah.

Sementara saat mengonsumsi makanan atau minuman dingin, lambung biasanya akan terasa keram.

Itulah penjelasan dokter terkait mitos minum air hangat mempercepat metabolisme.

Catatan Redaksi:
Artikel ini merupakan bagian dari konten Cek Fakta Suara.com. Dibuat seakurat mungkin dengan sumber sejelas mungkin, namun tidak mesti menjadi rujukan kebenaran yang sesungguhnya (karena masih ada potensi salah informasi). Lebih lengkap mengenai konten Cek Fakta bisa dibaca di laman ini. Pembaca (publik) juga dipersilakan memberi komentar/kritik, baik melalui kolom komentar di setiap konten terkait, mengontak Redaksi Suara.com, atau menyampaikan isu/klaim yang butuh diverifikasi atau diperiksa faktanya melalui email cekfakta@suara.com.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS