Suara.com - Anak Tiba-Tiba Tantrum saat Momen Lebaran, ini yang Harus Bunda Lakukan.
Berkumpul bersama keluarga dan bersilaturahmi adalah salah satu kegiatan yang tak bisa dipisahkan dari momen Idul Fitri. Meski rasanya menyenangkan, bisa bertemu dengan keluarga dan kerabat terdekat, momen ini bisa menjadi tantangan tersendiri bagi ibu yang masih memiliki bayi atau balita.
Ya, Anda tentu pernah mengalami si kecil tantrum dan mengamuk di depan banyak orang bukan? Parahnya, Anda tidak paham apa yang sebenarnya dia inginkan. Seketika, dia mungkin bisa bertingkah baik pada saudara yang lain atau nenek dan kakeknya.
Namun, saat melihat Anda berada di sekitarnya, dia bisa berteriak, menangis dan berguling-guling di lantai. Anda mungkin bertanya-tanya, mengapa anak bertingkah seperti ini di depan banyak orang?
Para ahli mengatakan, bahwa ini sebenarnya adalah hal yang wajar. Saat momen Idul Fitri, dia bertemu dengan orang-orang baru yang jarang dia lihat. Dia berusaha beradaptasi dan mengatur emosinya.
Saat dia melihat ada Anda di sekitarnya, dia merasa bahwa dia dapat menjadi dirinya sendiri yang paling asli. Ini juga bisa menjadi tanda bahwa anak Anda sedang mengembangkan kesadaran sosial, mereka sedang belajar mengatur emosi mereka dalam situasi tertentu.
Anda mungkin masih bertanya-tanya apakah ada cara untuk memperbaiki emosinya ini. Sekali lagi, ingatkan diri Anda bahwa anak Anda melakukan sesuatu yang hebat, dia menangani berbagai stres saat bertemu banyak orang baru di kehidupan mereka.
Nah, berikut adalah strategi yang dapat Anda gunakan untuk membantu mereka tenang, tergantung pada usia dan lintasan perkembangan mereka:
![Ilustrasi anak menangis [Shutterstock]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2017/11/15/40410-ilustrasi-anak-menangis.jpg)
1. Periksa tubuh mereka
Apakah jantung mereka berdetak kencang? Apakah otot mereka tegang? Apakah sulit bagi mereka untuk bernapas?
Lihat apakah mereka dapat menenangkan detak jantung mereka dengan melakukan beberapa latihan pernapasan dalam. Mengeksplorasi isyarat-isyarat fisik ini memungkinkan anak Anda untuk mulai memperhatikan hubungan antara kondisi emosi dan fisik mereka.
2. Bicaralah dengan mereka tentang perasaan mereka
Tanyakan kepada mereka mengapa mereka merasa seperti itu dan jika ada yang bisa Anda lakukan (atau Anda berdua bisa lakukan bersama) untuk membantu mereka merasa lebih baik.
Akui betapa sulitnya untuk tidak menangis ketika mereka bersama kakek atau nenek mereka. Beri tahu mereka bahwa marah atau sedih itu boleh saja, tetapi mereka tidak harus membiarkan emosi ini berubah menjadi tindakan yang buruk.
3. Tetapkan batas tegas