Jangan Makan Ikan Laut, Ayam, dan Daging Sapi Bersamaan, Ini Bahayanya!

Rima Sekarani Imamun Nissa, Shevinna Putti Anggraeni

Sabtu, 08 Juni 2019 | 17:55 WIB
Jangan Makan Ikan Laut, Ayam, dan Daging Sapi Bersamaan, Ini Bahayanya!
Bahaya makan dua jenis daging dalam satu waktu (Pixabay/sharonang)

Suara.com - Apakah kalian pernah mendengar larangan tidak boleh mengonsumsi makanan laut dan darat bersamaan dalam satu piring? Larangan ini juga bisa dianggap peringatan bahwa mengonsumsi dua jenis daging berbeda bisa menimbulkan penyakit.

Sebelumnya, perlu diketahui bahwa ada 3 jenis daging, yakni daging merah (sapi dan kambing), unggas (ayam, burung, bebek dan lainnya), dan seafood (ikan, udang, cumi dan lainnya).

Ketiga jenis daging tersebut pastinya memiliki manfaat luar biasa bagi kesehatan tubuh manusia. Namun, daging-daging itu juga bisa membawa malapetaka jika mengonsumsinya tidak benar.

David Friedman, ahli gizi sekaligus penulis Food Sanity: How to Eat in a World of Fads and Fiction pun membenarkan bahwa kita tidak bisa mengonsumsi 2-3 jenis daging tersebut secara bersamaan dalam satu piring atau satu waktu.

Kebiasaan mengonsumsi lebih dari satu jenis daging dalam satu piring atau mengolahnya sebagai junk food bisa menyebabkan masalah kesehatan.

Ilustrasi masakan kombinasi daging (Pixabay/guvo59)
Ilustrasi masakan kombinasi daging (Pixabay/guvo59)

"Ikan laut membutuhkan waktu 30 menit untuk dicerna, daging ayam membutuhkan satu setengah hingga dua jam untuk dicerna dan daging mera (sapi, kambing dan lainnya) membutuhkan waktu hingga lima jam untuk dicerna," kata David Friedman dikutip dari Dollar Shave Club.

Daging merah membutuhkan lebih banyak waktu agar dicerna dengan baik karena mengandung banyak protein dibandingkan ikan dan unggas.

Oleh karena itu, proses pencernaan daging merah membutuhkan lebih banyak skresi asam oleh sel parietal lambung dan sekresi enzim yang lebih aktif oleh pankreas agar pencernaan lebih optimal.

Ilustrasi fillet ikan salmon. (Shutterstock)
Ilustrasi fillet ikan salmon. (Shutterstock)

Sehingga jika kita mengonsumsi 3-2 jenis daging tersebut secara bersamaan, mungkin akan menimbulkan masalah pencernaan. Berbeda jika kita mengonsumsinya secara berkala dan tidak bersamaan.

"Ketika tubuh memproduksi asam berlebih untuk mencerna daging merah saat mengonsumsinya bersama dengan daging unggas atau ikan. Kondisi itu dapat menyebabkan masalah pencernaan seperti refluks asam, mulas, sakit perut dan kembung," jelasnya.

Oleh karena itu, kita sama sekali tidak boleh mengonsumsi 3 jenis daging tersebut secara bersamaan agar tidak merusak proses pencernaan dalam tubuh.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pria Ini Tak Sengaja Telan Tulang Ayam, Ususnya Berlubang

Pria Ini Tak Sengaja Telan Tulang Ayam, Ususnya Berlubang

Health | Jum'at, 17 Mei 2019 | 16:55 WIB

Duh, Beli Ayam Goreng di Restoran, Ternyata Bulunya Masih Tertinggal

Duh, Beli Ayam Goreng di Restoran, Ternyata Bulunya Masih Tertinggal

Lifestyle | Minggu, 28 April 2019 | 07:05 WIB

Makan Daging Ayam yang Ada Bercak Merah, Awas 4 Penyakit Ini Mengintai!

Makan Daging Ayam yang Ada Bercak Merah, Awas 4 Penyakit Ini Mengintai!

Health | Kamis, 25 April 2019 | 18:15 WIB

Terkini

Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf

Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf

Health | Minggu, 31 Mei 2026 | 17:57 WIB

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 21:33 WIB

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 11:18 WIB

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 23:06 WIB

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 17:41 WIB

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 11:27 WIB

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 09:44 WIB

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 11:09 WIB

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 09:22 WIB

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:23 WIB