Lee Chong Wei Derita Kanker Hidung, Kenali Gejala dan Faktor Risikonya!

Vika Widiastuti | Shevinna Putti Anggraeni
Lee Chong Wei Derita Kanker Hidung, Kenali Gejala dan Faktor Risikonya!
Pebulutangkis tunggal putra Malaysia Lee Chong Wei menghadapi pebulutangkis tunggal putra India Prannoy H.S pada pertandingan babak kedua kejuaraan BCA Indonesia Open 2017 di Jakarta Convention Center, Senayan, Kamis (15/6).

Lee Chong Wei vakum dari bulungtangkis akibat menderita kanker hidung, ternyata penyakit ini memang mengancam pria.

Suara.com - Setelah 19 tahun berkecimpung sebagai atlet bulutangkis, Lee Chong Wei akhirnya memutuskan berhenti dari olahraga ini, Kamis (13/6/2019).

Pria 36 tahun yang menjadi mega bintang bulutangkis Malaysia itu memutuskan berhenti setelah divonis menderita kanker hidung pada Juli tahun 2018 lalu.

Karena kondisi itu, Lee Chong Wei harus menjalani perawatan intensif di Taiwan beberapa waktu terakhir.

Lee Chong Wei sempat berencana kembali ke arena bulutangkis pada kejuaran Malaysia Open 2019, awal April lalu setelah melalui sejumlah pengobatan. Namun, pemain nomor satu di Malaysia ini harus mengurungkan niatnya lantaran belum mendapat izin dokter untuk bertanding.

Perlu diketahui bahwa kanker hidung adalah jenis kanker yang memengaruhi rongga pernapasan di belakang hidung. Kanker hidung ini termasuk jenis kanker langka yang sering menyerang pria berusia di atas 40 tahun.

Mega bintang bulutangkis Malaysia, Lee Chong Wei, mengumumkan pensiun pada, Kamis (13/6/2019). [AFP/Mohd Rasfan]
Mega bintang bulutangkis Malaysia, Lee Chong Wei, mengumumkan pensiun pada, Kamis (13/6/2019). [AFP/Mohd Rasfan]

Melansir dari nhs.uk, gejala umum dari kanker hidung antara lain:

1. Hidung tersumbat yang persisten, biasanya hanya mengenai 1 sisi.

2. Mimisan

3. Indra penciuman menurun

4. Lendir mengalir dari hidung dan ke bagian belakang hidung serta tenggorokan

Gejala awal kanker hidung di atas sering kali disepelekan karena menyerupai gejala pilek atau sinusitis. Tetapi, jika seseorang sudah merasakan gejala yang lebih serius seperti di bawah ini bisa jadi tanda kanker hidung.

1. Mati rasa di area wajah, terutama pipi atas

2. Pembengkakan kelenjar di leher

3. Hilangnya penglihatan secara perlahan

4. Mata melotot dan berair

5. Banyak tumbuh benjolan terus-menerus di wajah, hidung atau langit-langit mulut.

Adapun beberapa faktor yang meningkatkan risiko kanker hidung pada seseorang, seperti:

1. Jenis kelamin, pria lebih berisiko menderita kanker hidung daripada wanita

2. Kontak terlalu lama terhadap zat tertentu, termasuk debu kayu, debu kulit, serat kain, nikel, kromium dan formaldehida

3. Perokok, semakin sering seseorang merokok maka semakin tinggi risiko terkena kanker termasuk kanker hidung

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS