Kasus Suspek Campak Naik Tajam Awal 2026, Kemenkes Minta Warga Waspada dan Kenali Gejalanya

Dwi Bowo Raharjo, Lilis Varwati

Jum'at, 27 Februari 2026 | 12:05 WIB
Kasus Suspek Campak Naik Tajam Awal 2026, Kemenkes Minta Warga Waspada dan Kenali Gejalanya
Ilustrasi seorang murid kelas 1 SD mendapatkan suntikan vaksin campak dari tenaga kesehatan. ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan
baca 10 detik
  • Kemenkes mencatat lonjakan kasus suspek campak Januari 2026 meningkat tiga kali lipat dibanding dua tahun sebelumnya.
  • Sepanjang 2025 terdapat 116 KLB campak di 16 provinsi dengan total 63.769 suspek terdata.
  • Dua kasus campak Indonesia terdeteksi di Australia, meningkatkan kekhawatiran di daerah cakupan imunisasi rendah.

Suara.com - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menemukan lonjakan kasus suspek campak pada Januari 2026. Angkanya disebut meningkat hingga tiga kali lipat dibandingkan periode yang sama dalam dua tahun sebelumnya.

Pelaksana Tugas Dirjen Penanggulangan Penyakit Kemenkes, Andi Saguni, mengatakan tren kenaikan terlihat konsisten saat membandingkan data Januari 2024, 2025, dan 2026.

“Memang ada peningkatan jika dibandingkan bulan yang sama dalam tiga tahun terakhir, dan Januari 2026 paling tinggi,” kata Andi dalam konferensi pers virtual, Kamis (26/2/2026).

Sepanjang 2025, tercatat 116 Kejadian Luar Biasa (KLB) campak di 89 kabupaten/kota pada 16 provinsi. Total ada 63.769 suspek, dengan 11.924 kasus sudah dipastikan melalui pemeriksaan laboratorium.

Meski jumlah kasus tinggi, angka kematian dinilai masih terkendali.

Dari seluruh kasus 2025, terdapat 69 kematian dengan Case Fatality Rate (CFR) 0,1 persen. Hingga minggu ke-7 tahun 2026, terdapat 8.224 suspek, 572 terkonfirmasi, dan empat kematian, dengan CFR 0,05 persen.

Lima provinsi dengan KLB terbanyak sepanjang 2025 yakni Jawa Timur, Banten, Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh.

Kewaspadaan makin meningkat setelah Australia melaporkan dua kasus campak yang berasal dari Indonesia melalui mekanisme International Health Regulation (IHR).

Kasus pertama adalah perempuan 18 tahun yang terbang dari Jakarta ke Perth dalam kondisi bergejala ruam. Ia diketahui sudah menerima dua dosis vaksin MMR dan kini telah sembuh.

baca juga

Sementara kasus kedua dialami anak perempuan usia 6 tahun yang terbang ke Sydney dan belum memiliki riwayat vaksinasi.

Temuan ini memunculkan kekhawatiran adanya kasus yang belum terdeteksi, khususnya di daerah dengan cakupan imunisasi rendah.

Gejala Awal Sering Dianggap Flu Biasa

Konsultan Infeksi dan Penyakit Tropik RSCM, Mulya Rahma Karyanti, menegaskan campak merupakan penyakit yang sangat mudah menular. Satu penderita bahkan bisa menularkan ke 18 orang di sekitarnya.

Penularan terjadi lewat droplet maupun partikel udara (airborne). Virus juga dapat bertahan di udara atau menempel pada permukaan benda.

Gejala awal sering kali menyerupai flu, seperti demam tinggi, batuk, pilek, dan mata merah. Setelah beberapa hari, muncul ruam kemerahan yang biasanya dimulai dari wajah lalu menyebar ke seluruh tubuh.

Pada kondisi berat, campak dapat menyebabkan komplikasi serius seperti pneumonia, diare berat, hingga radang otak (ensefalitis) yang berpotensi fatal.

Kemenkes pun mengimbau masyarakat tidak menganggap remeh gejala awal campak. Warga diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan bila mengalami tanda-tanda tersebut, serta memastikan imunisasi anak lengkap untuk mencegah penularan lebih luas.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

WNA Australia Terinfeksi Campak Usai Kunjungi RI, Kemenkes Percepat Imunisasi MR untuk Anak PAUDTK

WNA Australia Terinfeksi Campak Usai Kunjungi RI, Kemenkes Percepat Imunisasi MR untuk Anak PAUDTK

News | Kamis, 26 Februari 2026 | 21:01 WIB

Kemenkes Reformasi Skema PPDS, Utamakan Putra Daerah untuk Atasi Krisis Dokter Spesialis

Kemenkes Reformasi Skema PPDS, Utamakan Putra Daerah untuk Atasi Krisis Dokter Spesialis

News | Rabu, 25 Februari 2026 | 15:29 WIB

Menkeu Ungkap Defisit BPJS Capai Puluhan Triliun, Siap-siap Iuran Naik?

Menkeu Ungkap Defisit BPJS Capai Puluhan Triliun, Siap-siap Iuran Naik?

News | Rabu, 25 Februari 2026 | 11:31 WIB

Ketua IDAI Yakin Mutasi dari RSCM ke RS Fatmawati adalah Hukuman karena Kritis ke Pemerintah?

Ketua IDAI Yakin Mutasi dari RSCM ke RS Fatmawati adalah Hukuman karena Kritis ke Pemerintah?

News | Senin, 23 Februari 2026 | 19:25 WIB

Terkini

Mentereng di AS, Mitchell Baker Punya Target Tampil di Premier League, Olimpiade, Piala Dunia

Mentereng di AS, Mitchell Baker Punya Target Tampil di Premier League, Olimpiade, Piala Dunia

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie Minta Dialog soal Tunggakan PBB IGM Rp2,33 Miliar

Mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie Minta Dialog soal Tunggakan PBB IGM Rp2,33 Miliar

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:40 WIB

Sumsel United Kalah 0-1 dari Semen Padang, Gol Menit Akhir Buyarkan Asa Laskar Juaro Raih Poin

Sumsel United Kalah 0-1 dari Semen Padang, Gol Menit Akhir Buyarkan Asa Laskar Juaro Raih Poin

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:28 WIB

Inovasi Fashion Ramah Lingkungan: Botol Plastik Bekas Bisa Disulap Jadi Pakaian Olahraga

Inovasi Fashion Ramah Lingkungan: Botol Plastik Bekas Bisa Disulap Jadi Pakaian Olahraga

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:01 WIB

Dewa United Bukan Lawan Biasa, Shin Tae-yong Minta Persija Hati-hati

Dewa United Bukan Lawan Biasa, Shin Tae-yong Minta Persija Hati-hati

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer

Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer

Jabar | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:50 WIB

IVES 2026 Soroti EEC, Pengukuran Dampak Ekonomi Industri Event

IVES 2026 Soroti EEC, Pengukuran Dampak Ekonomi Industri Event

Jakarta | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:47 WIB

Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video

Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video

Bogor | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:43 WIB

Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan

Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:31 WIB

Bahlil Curiga LNG Indonesia ke Singapura Dijual Lagi, Ada Apa?

Bahlil Curiga LNG Indonesia ke Singapura Dijual Lagi, Ada Apa?

Video | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:15 WIB

×