Dengan Enzim dari Bakteri Usus Golongan Darah dapat Diubah Jadi 'Universal'

Dinar Surya Oktarini | Rosiana Chozanah | Suara.com

Kamis, 20 Juni 2019 | 12:04 WIB
Dengan Enzim dari Bakteri Usus Golongan Darah dapat Diubah Jadi 'Universal'
Ilustrasi golongan darah. (Shutterstock)

Suara.com - Selama ini kita menduga bahwa golongan darah akan tetap sama. Tetapi sebuah penelitian terbaru menunjukkan golongan darah dapat diubah oleh sebuah enzim di dalam usus.

Para ilmuwan telah menemukan bahwa jenis enzim yang berasal dari bakteri usus Flavonifractor plautii dapat memotong ikatan molekul permukaan atau antigen dalam golongan darah A dan B.

Melansir Inverse.com, antigen merupakan gula atau protein yang dapat menentukan golongan darah seseorang. Antigen ini melekat pada berbagai bagian membran sel darah merah (molekul yang berbeda, faktor Rhesus, mengidentifikasi golongan darah sebagai positif atau negatif).

Nantinya dua golongan darah ini dibuat lebih seperti golongan darah O, yang dianggap sebagai golongan darah universal sebab satu-satunya jenis darah yang bisa didonorkan pada siapapun tanpa menimbulkan risiko.

Golongan darah A, B, dan AB masing-masing memiliki jenis antigen sendiri, tetapi Grup O tidak.

Sel darah merah (Shutterstock)
Sel darah merah (Shutterstock)

Ketua tim studi Stephen Withers, Ph.D., seorang profesor kimia di University of British Columbia, mengatakan studi ini menandai waktu terdekat para ilmuwan untuk dapat mengubah golongan darah.

Ia menggunakan keluarga enzim 98 glikosida hidrolase, diekstraksi dari strain Streptococcus pneumoniae. Selama beberapa generasi, mereka mampu merekayasa strain enzim berkekuatan super tinggi yang dapat secara efektif menghilangkan antigen darah, melansir Science Alert.

Pada 2007, para ilmuwan juga sudah menemukan dua enzim bakteri yang dapat menghilangkan antigen A dan B. Tetapi kedua enzim ini masih belum efisien atau selektif.

"Melalui percakapan dengan rekan-rekan di Pusat Penelitian Darah UBC, saya menjadi sadar akan potensi konversi (mengubah) darah jika kita dapat menemukan enzim yang aktif dan spesifik yang sesuai," jelas Withers.

Menurutnya, untuk mengubah golongan darah ini dibutuhkan enzim yang efisien dan dalam jumlah besar.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Golongan Darah Orangtua O dan AB, Bisakah Anaknya O?

Golongan Darah Orangtua O dan AB, Bisakah Anaknya O?

Health | Senin, 06 November 2017 | 15:40 WIB

Hati-hati, Golongan Darah Ini Lebih Berisiko Serangan Jantung!

Hati-hati, Golongan Darah Ini Lebih Berisiko Serangan Jantung!

Health | Rabu, 03 Mei 2017 | 09:14 WIB

Lelaki dengan Golongan Darah Ini Kurang 'Greng' di Ranjang

Lelaki dengan Golongan Darah Ini Kurang 'Greng' di Ranjang

Lifestyle | Kamis, 09 Maret 2017 | 22:14 WIB

Terkini

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:12 WIB

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 10:42 WIB

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:55 WIB