Anak Main Virtual Reality Pokemon Go, Termasuk Aktivitas Fisik?

M. Reza Sulaiman, Firsta Nodia

Kamis, 20 Juni 2019 | 16:34 WIB
Anak Main Virtual Reality Pokemon Go, Termasuk Aktivitas Fisik?
Bermain Pokemon Go sama dengan melakukan aktivitas fisik? (Shutterstock).

Suara.com - Anak Main Virtual Reality Pokemon Go, Termasuk Aktivitas Fisik?

Belakangan ini permainan berbasis virtual reality dan augmented reality menjadi tren di kalangan anak-anak. Salah satunya permainan Pokemon Go. Dalam permainan ini anak akan mengejar Pokemon lewat imajinasi yang diperlihatkan alat virtual reality atau augmented reality.

Nah meski melibatkan gerak anggota tubuh, permainan berbasis augmented reality ini kata dr Catharine May Sambo, Sp.A (K) dari Spesialis Anak Konsultan Tumbuh Kembang Rumah Sakit Pondok Indah, tidak bisa dikategorikan sebagai aktivitas fisik. Menurutnya fungsi bermain di luar tidak bisa digantikan oleh permainan berbasis kecanggihan teknologi ini.

"Kita tetap perlu anak bermain di luar. Memang studi yang dipublikasikan dalam jurnal Pediatrics menunjukkan kelompok anak yang bermain Pokemon Go, aktivitas fisik yang dilakukan bisa sampai 4.000 langkah sama seperti anak yang bermain di luar ruangan. Tapi kita nggak tahu apakah setelah itu akan turun atau bagaimana," ujar dia dalam temu media di Jakarta, Kamis (20/6/2019).

Ilustrasi permainan Pokemon Go (Shutterstock).
Ilustrasi permainan Pokemon Go (Shutterstock).

Dokter yang akrab disapa May ini menambahkan bahwa efek bermain Pokemon Go juga belum mampu memenuhi jumlah langkah yang harus dicapai anak dalam sehari yakni 10 ribu langkah. Sehingga jika anak terbiasa bermain Pokemon Go bukan berarti tidak perlu bermain di luar ruangan lagi.

"Efek pokemon go tidak terlalu banyak dengan aktivitas fisik anak. Kalau 4.000 langkah belum memenuhi 10.000 langkah. Anak harus main dengan porsi secukupnya dan perlu aktivitas fisik di luar ruangan juga," imbuhnya.

Nah ketika sudah kecanduan VR atau AR maka dr May mengimbau agar keluarga harus sepakat untuk mengatasi anak yang kecanduan ini. Orangtua harus tegas memberikan anak batas waktu menggunakan gadget.

"Jika kecanduannya sudah terlalu parah maka harus kerjasama dengan dokter untuk mengatasi kecanduan itu. Kecanduan itu biasanya karena sudah dibiarkan lama dan intens," tandasnya.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Duh! Pokemon Go Tak Bisa Lagi Dimainkan di Perangkat Ini

Duh! Pokemon Go Tak Bisa Lagi Dimainkan di Perangkat Ini

Tekno | Senin, 03 Juni 2019 | 15:50 WIB

Ngabuburit Keliling Mall Sudah Termasuk Olahraga Lho!

Ngabuburit Keliling Mall Sudah Termasuk Olahraga Lho!

Lifestyle | Senin, 13 Mei 2019 | 16:15 WIB

Ini Alasan Pentingnya Ruang Bermain Ramah Anak

Ini Alasan Pentingnya Ruang Bermain Ramah Anak

Health | Jum'at, 26 April 2019 | 18:04 WIB

Terkini

16 Korporasi Disidik Kasus Karhutla Sumsel, Mengapa Identitasnya Belum Dibuka ke Publik?

16 Korporasi Disidik Kasus Karhutla Sumsel, Mengapa Identitasnya Belum Dibuka ke Publik?

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 23:02 WIB

Diduga Bakar Rumah Orang Tua, Perempuan 23 Tahun Diamankan Polisi

Diduga Bakar Rumah Orang Tua, Perempuan 23 Tahun Diamankan Polisi

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 23:02 WIB

Manfaatkan Potensi Lokal, Kelompok Ternak APTUR Kembangkan Usaha Perikanan dan Peternakan

Manfaatkan Potensi Lokal, Kelompok Ternak APTUR Kembangkan Usaha Perikanan dan Peternakan

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 22:53 WIB

Bank Sumsel Babel Perkuat Kepedulian Kesehatan Lewat CSR Operasi Mata

Bank Sumsel Babel Perkuat Kepedulian Kesehatan Lewat CSR Operasi Mata

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 22:22 WIB

Erick Thohir: Persaingan FIFA ASEAN Cup Makin Ketat, Indonesia Tak Boleh Anggap Remeh Lawan

Erick Thohir: Persaingan FIFA ASEAN Cup Makin Ketat, Indonesia Tak Boleh Anggap Remeh Lawan

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 22:17 WIB

Industri Mamin Tumbuh 7,04 Persen, MoreFood Expo 2027 Bidik Pasar Lebih Luas

Industri Mamin Tumbuh 7,04 Persen, MoreFood Expo 2027 Bidik Pasar Lebih Luas

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 22:13 WIB

Karhutla TNBS Jambi Tinggal 2 Kilometer dari Habitat Harimau, Api Belum Berhasil Dipadamkan

Karhutla TNBS Jambi Tinggal 2 Kilometer dari Habitat Harimau, Api Belum Berhasil Dipadamkan

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 22:13 WIB

Tak Sesuai Domisili, 1.900 Manajer Kopdes Ditempatkan Lintas Provinsi

Tak Sesuai Domisili, 1.900 Manajer Kopdes Ditempatkan Lintas Provinsi

Video | Selasa, 29 September 2026 | 22:00 WIB

Tips Memilih Sekolah dengan Padukan Fasilitas Akademik dan Pengembangan Karakter Siswa

Tips Memilih Sekolah dengan Padukan Fasilitas Akademik dan Pengembangan Karakter Siswa

Jakarta | Selasa, 29 September 2026 | 22:00 WIB

Petani PALI Tewas Ditembak di Kebun, Cekcok Pelepah Sawit Berujung Maut

Petani PALI Tewas Ditembak di Kebun, Cekcok Pelepah Sawit Berujung Maut

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 21:57 WIB

×