Studi: Anak dengan Cacat Lahir 12 Kali Berisiko Menderita Kanker

Jum'at, 21 Juni 2019 | 15:56 WIB
Studi: Anak dengan Cacat Lahir 12 Kali Berisiko Menderita Kanker
Ilustrasi kanker anak. (Shutterstock)

Suara.com - Penelitian baru menunjukkan anak-anak dengan cacat lahir bawaan berisiko 2-12 kali lebih besar menderita kanker pada masa kanak-kanak.

Para ilmuwan telah lama mengaku hubungan antara cacat lahir dengan genetik dalam kromosom dan risiko kanker anak-anak.

Sebuah studi baru yang dilakukan Baylor College of Medicine juga menemukan bahwa anak-anak dengan cacat lahir non-kromosom berisiko 4 kali lebih besar terkena kanker sebelum usia 18 tahun.

Cacat lahir adalah istilah umum untuk menggambarkan kelainan. Kondisi ini termasuk perbedaan struktur tubuh bayi, seperti cacat jari kaki, perubahan otak dan lainnya.

Sebesar 70 persen kasus cacat lahir membuat orangtua tidak tahu penyebab kelainan pada anaknya. Sedangkan menurut penelitian di JAMA Oncolog juga menyatakan anak-anak dengan cacat lahir ini memang berisiko lebih besar menderita kanker.

Ilustrasi bayi akan cacat lahir [Shutterstock]
Ilustrasi bayi akan cacat lahir [Shutterstock]

Hasilnya, anak-anak dengan cacat lahir non-kromosom 2,5 kali lebih besar menderita kanker sebelum usia 18 tahun. Risiko ini jauh lebih kecil dibandingkan anak-anak dengan cacat kromosom.

Anak-anak yang lahir dengan cacat kromosom berisiko lebih besar sekitar 11,6 kali terhadap kanker pediatrik. Tetapi, risiko ini juga dipengaruhi oleh jumlah cacat sehingga setiap anak bisa berbeda.

Contohnya down sindrom yakni kelainan genetik pada kromosom yang sudah lama dikaitkan dengan peningkatan risiko 20 kali lipat jenis kanker darah leukemia tertentu.

Para ilmuwan percaya bahwa sebagai besar kanker anak-anak mulai berkembang ketika mereka masih dalam kandungan. Dalam hal ini pertumbuhan kanker dan cacat lahir terjadi selama perkembangan janin.

Baca Juga: Agung Hercules Sempat Susah Bicara, Kanker Otak Pengaruhi Komunikasi?

"Saya penasaran dengan jenis kanker yang kita lihat sebagai cacat non-kromosom, seperti neuroblastoma dan hepablastoma. Karena sel-sel ini memiliki asal embrionik. Tidak heran jika kita melihat tumor di sel-sel embrionik ini dikaitkan dengan cacat lahir non-kromosom," kata Dr Philip Lupo, ahli onkologi pediatrik di Baylor dikutip dari Daily Mail.

Risiko kanker ini cukup beragam dan tidak berkaitan dengan bagian tubuh mana yang mengalami cacat non-kromosom. Meskipun mereka yang memiliki kelainan pendengaran dan kraniofasial memiliki tingkat neuroblastoma yang lebih tinggi.

Walaupun anak-anak dengan cacat lahir berisiko lebih besar terkena kanker, ini bukan berarti anak-anak yang lahir normal lebih terbebas dari kanker atau tidak berisiko tinggi.

Hal ini kembali lagi pada gaya hidup dan riwayat penyakit kanker keluarga yang mungkin saja anak-anak tanpa cacat lahir justru berisiko tinggi kanker.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kamu Tipe Wanita Alpha, Sigma, Beta, Delta, Gamma, atau Omega?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Motor Impian Paling Pas dengan Gaya Hidup, Apakah Sudah Sesuai Isi Dompetmu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Transformasi Geometri dan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Bisa Ganti Pekerjaan, Apa Profesi Paling Pas Buat Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Tipe Traveler Macam Apa Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Member CORTIS yang Akan Kasih Kamu Cokelat Valentine?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA Lengkap dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI