Perkelahian Sahabat Berakhir Tragis, 1 Sayat Tangan Sendiri & 1 Bunuh Diri

Dinar Surya Oktarini | Rosiana Chozanah
Perkelahian Sahabat Berakhir Tragis, 1 Sayat Tangan Sendiri & 1 Bunuh Diri
Ilustrasi: Perempuan berkelahi. (Shutterstock)

Seorang wanita rela menyayat tangannya sendiri demi teman lelakinya berhenti berkelahi di tempat karaoke

Suara.com - Melewatkan malam bersama sahabat memang sangat menyenangkan, seperti yang dilakukan oleh keempay gadis ini. Tetapi makan malam mereka justru berakhir tragis.

Keempat gadis tersebut yang masing-masing bernama Lee, Chen, Xu dan Zhang asal Cina menghabiskan waktu dengan bersenang-senang dan makan di restoran Hotpot. Setelah kenyang, mereka pergi ke tempat karaoke bersama.

Tapi semua itu berubah menjadi malapetaka ketika mereka harus membayar sebesar lebih dari Rp2,6 juta.

Lee awalnya ingin membayar tagihan tersebut tetapi dihentikan oleh Chen. Tak disangka, Lee tiba-tiba menampar wajah Chen dua kali di wajah dan beberapa menit kemudian hal ini berubah menjadi perkelahian besar, yang mana tiga gadis saling mendorong satu sama lain.

Perkelahian ini berlanjut sampai Xu, gadis keempat yang terbangun dengan kondisi mabuk di tempat kejadian, mencoba menenangkan tetapi tidak berhasil.

Selama keributan, Zhang menabrak botol bir hingga jatuh ke lantai dan pecah berkeping-keping.

Xu, yang masih berusaha melerai, mengambil botol yang pecah dan mengancam teman-temannya, "aku akan menyayat diriku sendiri jika kalian tidak berhenti berkelahi!"

Sayangnya, tidak ada teman yang mendengarkannya dan mereka melanjutkan argumen mereka. Sampai seorang saksi berteriak, "Xu memotong pergelangan tangannya!"

bekas luka sayatan (Pixabay/gigke)
bekas luka sayatan (Pixabay/gigke)

Darah berceceran di semua tempat dan baru kemudian mereka semua diam. Gadis yang terluka itu kemudian dilarikan ke rumah sakit untuk menerima perawatan.

Pada malam yang sama, Lee, gadis pertama yang bersikeras membayar tagihan, kehilangan kendali dan bunuh diri di depan teman-temannya dengan melompat ke danau yang dalam. Sebelum dia lompat, teman-temannya mencoba menyadarkannya tetapi gagal.

Berdasarkan laporan World of Buzz,  ternyata keempat gadis ini adalah teman baik selama bertahun-tahun. Dan pada saat itu, hanya Lee yang sudah bekerja.

Ketika teman-temannya mendengar bahwa dia ingin membayar tagihan, mereka khawatir tentang status keuangannya, jadi mereka berusaha menghentikannya saat ingin menangani seluruh tagihan sendirian. Tetapi hal ini justru berakhir tragis.

Ini, merupakan salah satu efek dari mabuk, terlebih dengan perasaan marah yang muncul setelah Lee menampar Chen.

Menurut sebuah studi dari Skandinavia, melansir Livescience, mabuk meningkatkan risiko perilaku kekerasan, tetapi hanya untuk orang yang memiliki kecenderungan kuat untuk menekan perasaan marah ketika mabuk.

Mereka yang mengamuk mungkin bertindak keras, karena minum alkohol dapat menyebabkan hilangnya kontrol diri, kata para peneliti.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS