Rambut Rontok? Ketahui Apakah Termasuk Gejala dari Penyakit Serius

Vika Widiastuti | Rosiana Chozanah
Rambut Rontok? Ketahui Apakah Termasuk Gejala dari Penyakit Serius
Ilustrasi rambut rontok. (Sumber: Shutterstock)

Rambut rontok bisa menjadi salah satu gejala dari penyakit serius.

Suara.com - Terkadang rambut rontok bisa menjadi hal yang biasa saja, namun dalam beberapa hal rambut rontok juga bisa disebut sebagai tanda sesuatu yang lebih serius.

Pengobatan atau penyakit sistemik kadang-kadang bisa menjadi penyebab kerontokan rambut, kata dokter kulit Dr. Jerry Shapiro.

Tetapi dalam kasus ini, kerontokan rambut juga dibarengi dengan gejala lain, seperti ruam, kekurangan energi, atau sakit otot yang tidak akan hilang.

Berikut adalah tanda-tanda yang menunjukkan kerontokan rambut Anda bisa lebih serius daripada penuaan atau kecenderungan genetik, melansir Insider.

1. Kerontokan alis atau bulu mata

"Jika Anda melihat rambut rontok di bagian tubuh lain (selain kulit kepala), sesuatu yang serius sedang terjadi," kata Dr. Shapiro.

Jika Anda kehilangan rambut dari alis atau bulu mata Anda, itu bisa berarti Anda memiliki bentuk serius dari kondisi autoimun alopecia (kebotakan).

Ilustrasi rambut rontok. (Sumber: Shutterstock)
Ilustrasi rambut rontok. (Sumber: Shutterstock)

Tidak seperti alopecia androgenetik, jenis kondisi lain seperti alopecia areata atau alopecia universalis dapat menyebabkan kerontokan rambut dalam jumlah banyak dan di area tubuh selain kulit kepala, menurut Healthline.

Itu karena tubuh salah menganggap folikel rambut berbahaya dan menyerang mereka, menyebabkan rambut rontok dari folikel di berbagai bagian tubuh lainnya.

Kondisi autoimun lain yang dapat menyebabkan kerontokan rambut yang bukan di kulit kepala termasuk penyakit tiroid dan lupus.

2. Kekurangan energi

Rambut rontok disertai dengan kekurangan energi bisa berarti Anda kekurangan gizi atau tidak mendapatkan cukup nutrisi penting yang dibutuhkan tubuh Anda.

Jika seseorang tidak mendapatkan cukup seng, misalnya, mereka mungkin mengalami diare, penurunan berat badan yang parah, dan rambut rontok sebagai efek samping, selain merasa lemas.

Kekurangan gizi umumnya juga dapat menyebabkan rambut rontok.

3. Otot terasa sakit

Ketika rambut yang menipis dan nyeri otot terjadi secara bersamaan, ada kemungkinan Anda mengalami hipotiroidisme, sejenis ketidakseimbangan hormon autoimun hormonal.

Pada awalnya, seseorang dengan hipotiroidisme tidak dapat menunjukkan gejala, tetapi karena tubuh mereka berurusan dengan ketidakseimbangan hormon, mereka mungkin mempunyai gejala seperti kelelahan, pertambahan berat badan, nyeri otot, dan rambut rontok, menurut Mayo Clinic.

Hipotiroidisme dapat diobati. Jika Anda didiagnosis menderita penyakit autoimun, dokter dapat meresepkan obat yang menggantikan hormon yang tidak dapat dibuat oleh tubuh Anda sendiri.

4. Kuku terasa rapuh

Kekurangan zat besi, yang dianggap sebagai jenis anemia, terjadi ketika tubuh tidak dapat memproduksi cukup sel darah merah yang sehat.

Jika seseorang kekurangan zat besi, mereka mungkin mengalami efek samping seperti kuku rapuh dan rambut rontok, kata Dr. Shapiro.

Kekurangan zat besi juga dapat membuat seseorang merasa selalu lelah dan lemah. Gejala lain termasuk sakit dada dan tangan dan kaki dingin, menurut Mayo Clinic.

5. Muncul ruam di wajah atau tubuh

Lupus, seperti hipotiroidisme atau kekurangan zat besi, adalah penyakit autoimun dengan kerontokan rambut sebagai gejala umum. Selain itu, lupus dapat menyebabkan ruam seluruh tubuh sebagai respons terhadap organ yang meradang , menurut Mayo Clinic.

Seringkali, ruam ini akan hilang dan muncul lagi.

Gejala lupus lainnya termasuk mata kering dan nyeri sendi. Jadi jika Anda melihat salah satu dari efek ini, Anda harus pergi ke dokter.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS