KLB Hepatitis A di Pacitan, Penyakit Ini Bisa Sebabkan Komplikasi

Vika Widiastuti, Rosiana Chozanah

Rabu, 03 Juli 2019 | 16:15 WIB
KLB Hepatitis A di Pacitan, Penyakit Ini Bisa Sebabkan Komplikasi
Hepatitis Hepatitis A. (shutterstock)

Suara.com - Penderita hepatitis A yang tersebar di sembilan puskesmas di Pacitan sudah mencapai jumlah 957 orang. Kejadian Luar Biasa (KLB) ini mulai dilaporkan oleh Puskesmas Sudimoro ke Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pacitan sejak 15 Juni 2019 kemarin setelah adanya delapan kasus yang diduga hepatitis A.

Menurut Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, dr. Anung Sugihantono, M.Kes, infeksi hati ini diduga ditularkan melalui kontaminasi makanan dan air.

"Bisa dari air karena di sana ada yang namanya Sungai Sukorejo, yang membelah daerah kejadian Hepatitis A ini dan atau penjual makanan yang menjajakan dagangannya ke beberapa desa di sana. Serta adanya tradisi makan bersama yang juga bisa diedarkan melalui satu desa ke desa yang lain," jelas dia dalam konferensi pers di Gedung Kemenkes RI, Jakarta, Senin (1/7/2019).

Dr. Anung juga mengatakan, pada Ramadan lalu masyarakat terjangkit hepatitis banyak mengonsumsi jagelan atau cincau yang dijajakan pedangan keliling.

"Sementara media yang digunakan berupa air yang diduga mengunakan air yang tidak dimasak, tetapi perlu dilakukan analisis epidemiologi lebih lanjut terkait hal ini," sambungnya.

Penyakit hepatitis A ini disebabkan oleh virus hepatitis A dan dapat menyebar ketika orang yang tidak terinfeksi (dan tidak divaksinasi) menelan makanan dan air yang terkontaminasi dengan kotoran orang yang terinfeks.

Kenali penyebab dan cara pengobatan Hepatitis A. (shutterstock)
Ilustarsi hepatitis A. (shutterstock)

Meski penyakit hepatitis A termasuk ringan, infeksi akut dapat menyebabkan kolestasis, berdasarkan Medscape.

Melansir Healthline, kolestasis terjadi ketika aliran empedu dari hati berkurang atau tersumbat. Empedu adalah cairan yang diproduksi oleh hati yang membantu pencernaan makanan, terutama lemak.

baca juga

Frekuensi terjadinya peningkatan kolestasis ini seiring bertambahnya usia.

Ciri-ciri umum dari virus hepatitis A kolestatik adalah pruritus (rasa gatal di seluruh atau sebagian tubuh), demam, diare, dan penurunan berat badan, dengan kadar bilirubin serum lebih tinggi dari 10 mg / dL.

Komplikasi lainnya dari hepatitis A adalah gagal ginjal akut, nefritis interstitial, pankreatitis, aplasia sel darah merah, agranulositosis, aplasia sumsum tulang, blok jantung transien, sindrom Guillain-Barré, arthritis akut, penyakit Still, sindrom mirip lupus, dan sindrom Sjögren. Namun, semua ini jarang terjadi.

Sedangkan menurut Very Well Health, komplikasi paling umum dari hepatitis A adalah fibrosis yang bisa berkembang menjadi sirosis hati.

Fibrosis adalah suatu kondisi yang disebabkan oleh jaringan parut hati. Dalam kasus fibrosis, hati rusak oleh peradangan yang konstan, menciptakan jaringan parut untuk memperbaiki dirinya sendiri. 

Sayangnya, jaringan parut ini membuat hati tidak berfungsi seperti dulu. 

Tetapi jika fibrosis terkontrol, dalam waktu dan terbatas pada sebagian kecil hati sisa organ dapat bekerja lebih keras dan mengikuti fungsi normalnya. Jika fibrosis berkembang dan menjadi lebih luas, maka itu digambarkan sebagai sirosis.

Hepatitis B , hepatitis C , dan hepatitis alkoholik dapat menyebabkan sirosis, serta penyakit hati berlemak dan kondisi terkait hati lainnya. 

Transplantasi hati menjadi salah satu pengobatan jika jaringan parut yang berhubungan dengan sirosis tidak dapat dipulihkan.

Namun, Kemenkes mengungkapkan orang yang menderita hepatitis A tidak perlu khawatir karena kebanyakan pasien bisa sembuh tanpa adanya kerusakan hati yang permanen.

Berbeda dengan hepatitis B yang bisa menjadi kondisi seumur hidup yang serius.

Sama halnya dengan hepatitis B, hepatitis C juga infeksi jangka panjang. Bedanya, hepatitis tipe ini tidak memiliki gejala apapun dan dapat menyebabkan sirosis.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Apakah ISPA Menular? Jangan Sepelekan, Ini Cara Mencegahnya

Apakah ISPA Menular? Jangan Sepelekan, Ini Cara Mencegahnya

Health | Rabu, 21 Oktober 2026 | 09:25 WIB

Influenza A Apakah Berbahaya? Bukan Flu Biasa, Bisa Sebabkan Komplikasi Serius!

Influenza A Apakah Berbahaya? Bukan Flu Biasa, Bisa Sebabkan Komplikasi Serius!

Health | Senin, 05 Oktober 2026 | 12:10 WIB

Kesehatan Remaja Jadi Perhatian, Pencegahan Penyakit Tidak Menular Didorong Sejak Dini

Kesehatan Remaja Jadi Perhatian, Pencegahan Penyakit Tidak Menular Didorong Sejak Dini

Health | Jum'at, 25 September 2026 | 22:08 WIB

Sering Terlambat Ditangani, Usus Buntu pada Balita Ternyata Paling Rawan Alami Kebocoran

Sering Terlambat Ditangani, Usus Buntu pada Balita Ternyata Paling Rawan Alami Kebocoran

News | Selasa, 01 September 2026 | 20:05 WIB

Awas, Sering Dianggap Remeh! Ini Alasan Hepatitis A Jauh Lebih Berbahaya pada Orang Dewasa

Awas, Sering Dianggap Remeh! Ini Alasan Hepatitis A Jauh Lebih Berbahaya pada Orang Dewasa

Health | Kamis, 13 Agustus 2026 | 10:17 WIB

Timnas Indonesia vs Singapura: Awas Ketajaman Striker Berdarah Pacitan

Timnas Indonesia vs Singapura: Awas Ketajaman Striker Berdarah Pacitan

Bola | Selasa, 04 Agustus 2026 | 17:21 WIB

Gempa Pacitan Terasa hingga Yogyakarta, KAI Sempat Hentikan Perjalanan Kereta

Gempa Pacitan Terasa hingga Yogyakarta, KAI Sempat Hentikan Perjalanan Kereta

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 17:32 WIB

Ancaman Penyakit Menular di Piala Dunia 2026: Dari Campak hingga Ebola

Ancaman Penyakit Menular di Piala Dunia 2026: Dari Campak hingga Ebola

Bola | Selasa, 16 Juni 2026 | 13:28 WIB

Pengembangan Kasus Korupsi Bupati Ponorogo, KPK Geledah Rumah Pengusaha di Pacitan

Pengembangan Kasus Korupsi Bupati Ponorogo, KPK Geledah Rumah Pengusaha di Pacitan

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 12:28 WIB

Piala Dunia 2026 Dihantui Penyebaran Penyakit Menular dari Campak, Hepatitis Hingga Ebola

Piala Dunia 2026 Dihantui Penyebaran Penyakit Menular dari Campak, Hepatitis Hingga Ebola

Bola | Selasa, 19 Mei 2026 | 11:43 WIB

Terkini

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:16 WIB

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Jogja | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:04 WIB

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:25 WIB

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Bola | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:59 WIB

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:35 WIB

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Video | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:30 WIB

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:00 WIB

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:47 WIB

×