Olivia Ong, Dokter Estetika yang Kampanyekan Bahaya Ketagihan Filler

Silfa Humairah Utami, Risna Halidi

Senin, 15 Juli 2019 | 09:12 WIB
Olivia Ong, Dokter Estetika yang Kampanyekan Bahaya Ketagihan Filler
Olivia Ong, dokter estetika sekaligus pendiri Jakarta Aesthetic Clinic atau JAC.(Instagram/dr_oliviaong)

Suara.com - Olivia Ong, Dokter Estetika yang Kampanyekan Bahaya Ketagihan Filler.

Merawat kecantikan luar merupakan bukti bahwa manusia menghargai anugrah Tuhan YME dalam hidupnya. Itu juga yang diamini oleh Olivia Ong, dokter estetika sekaligus pendiri Jakarta Aesthetic Clinic atau JAC.

Perempuan yang lahir di Jakarta, 30 Januari 1981 tersebut telah mengantongi berbagai sertifikasi internasional mulai dari Advance Filler Injection Workshop with Prominent Plastic Surgeons di Swedia, International Anatomy Masterclass di Paris hingga Aesthetic and Anti-Aging Medicine World Congress di Monte-Carlo, Monaco.

Menariknya, sebagai dokter estetika yang ahli di bidang Botulinum Toxin dan Soft Tissue Filler,  malah membawa isu bahaya ketagihan filler yang dialami pasien yang dikenal dengan istilah Facial Overfilled Syndrome atau FOS.

 Olivia Ong, dokter estetika sekaligus pendiri Jakarta Aesthetic Clinic atau JAC. (Instagram/dr_oliviaong)
Olivia Ong, dokter estetika sekaligus pendiri Jakarta Aesthetic Clinic atau JAC. (Instagram/dr_oliviaong)

"Kesannya Olivia Ong sedang menghancurkan bisnisnya sendiri. Tapi tidak, FOS ini nyata," kata Olivia saat ditemui awak media baru-baru ini.

Menurut Olivia, kondisi FOS bisa disebabkan oleh 'kebodoamatan' dokter kepada pasien. Hanya karena pasien menginginkan suatu tindakan dan berani membayar, sambung Olivia Ong, bukan berarti dokter harus serta merta melakukannya.

Maka dari itu Olivia Ong selalu menekankan pentingnya pendekatan dan kejujuran dari dokter itu sendiri.

 Olivia Ong, dokter estetika (dres putih) sekaligus pendiri Jakarta Aesthetic Clinic atau JAC. (Instagram/dr_oliviaong)
Olivia Ong, dokter estetika (dres putih) sekaligus pendiri Jakarta Aesthetic Clinic atau JAC. (Instagram/dr_oliviaong)

Misal, kata Olivia Ong, bila ada pasien yang kekeuh menginginkan tindakan suntik filler padahal sebenarnya tidak dibutuhkan, dan berbahaya untuk wajahnya jika berlebihan, maka ia akan bicara jujur dan gamblang.

"Saya tidak kesulitan untuk mengerem permintaan pasien. Itu yang memang harusnya dilakukan dokter, jangan asal memberikan apa yang mereka mau," tegasnya.

baca juga

Tapi Olivia juga mengakui, kadang ada saja pasien yang ketika ditolak, malah pergi ke klinik kecantikan lain yang bersedia melakukan tindakan yang diinginkannya.

Selain cukup berisik mengampanyekan dampak filler berlebih pada wajah, Olivia Ong juga selalu menekankan jika klinik kecantikan harusnya tidak berlaku laiknya cookie cutter atau cetakan kue.

"Jangan sampai semua orang yang keluar dari klinik punya penampilan yang sama. Semua orang itu unik," tambahnya.

Olivia Ong mengibaratkan pekerjaannya sebagai seni membentuk keramik. Dengan bahan dan alat yang sama, dapat memberikan hasil akhir berbeda karena daya cipta dan keahlian tangan pembentuknya.

Jadi ia berharap Dokter Estetika bisa jujur terhadap bahaya filler berlebih dan mengenali kebutuhan pasiennya. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Doyan Filler di Wajah? Waspada Kena Facial Overfilled Syndrome

Doyan Filler di Wajah? Waspada Kena Facial Overfilled Syndrome

Health | Sabtu, 13 Juli 2019 | 08:00 WIB

Banyak Keluhan Hidung Rusak, Tompi : Itu Akibat Dipukul Rata Pakai Filler

Banyak Keluhan Hidung Rusak, Tompi : Itu Akibat Dipukul Rata Pakai Filler

Lifestyle | Sabtu, 13 Juli 2019 | 07:10 WIB

Terobsesi Jadi Barbie, Wanita Ini Mengaku Siap Operasi Plastik Seumur Hidup

Terobsesi Jadi Barbie, Wanita Ini Mengaku Siap Operasi Plastik Seumur Hidup

Lifestyle | Sabtu, 22 Juni 2019 | 10:44 WIB

Terkini

1 Oktober Memperingati Hari Apa? Ini Sejarah dan Makna Hari Kesaktian Pancasila

1 Oktober Memperingati Hari Apa? Ini Sejarah dan Makna Hari Kesaktian Pancasila

Lifestyle | Kamis, 01 Oktober 2026 | 06:25 WIB

7 Sepatu Lari Ortuseight Terbaru Murah dan Empuk

7 Sepatu Lari Ortuseight Terbaru Murah dan Empuk

Lifestyle | Kamis, 01 Oktober 2026 | 06:15 WIB

Kebakaran Hebat Kembali Melanda TPA Jatibarang Semarang

Kebakaran Hebat Kembali Melanda TPA Jatibarang Semarang

Foto | Kamis, 01 Oktober 2026 | 06:00 WIB

Dorong Mitigasi Bencana Jabar, Iwan Suryawan Minta Kalkulasi Anggaran Realistis dan Nyata

Dorong Mitigasi Bencana Jabar, Iwan Suryawan Minta Kalkulasi Anggaran Realistis dan Nyata

Jabar | Kamis, 01 Oktober 2026 | 00:57 WIB

Bantu UMKM Hadapi Biaya Operasional Membengkak, Toco Academy Bagikan Strategi Pecah Telur di Bogor

Bantu UMKM Hadapi Biaya Operasional Membengkak, Toco Academy Bagikan Strategi Pecah Telur di Bogor

Jabar | Kamis, 01 Oktober 2026 | 00:45 WIB

Mengenal Praktik Bisnis Hijau: Tren Gaya Hidup Berkelanjutan yang Kini Merambah Dunia Industri

Mengenal Praktik Bisnis Hijau: Tren Gaya Hidup Berkelanjutan yang Kini Merambah Dunia Industri

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 23:57 WIB

Kemenko PMK Dorong Penguatan Jejaring Alumni Beasiswa untuk Talenta Nasional

Kemenko PMK Dorong Penguatan Jejaring Alumni Beasiswa untuk Talenta Nasional

News | Rabu, 30 September 2026 | 23:12 WIB

Spin Off InfraCo Tahap 2 Rampung, Nilai Transaksi Rp 49,9 T

Spin Off InfraCo Tahap 2 Rampung, Nilai Transaksi Rp 49,9 T

Bisnis | Rabu, 30 September 2026 | 23:01 WIB

Kuliah Hukum di Era Digital, FH Unika Atma Jaya Raih Penghargaan

Kuliah Hukum di Era Digital, FH Unika Atma Jaya Raih Penghargaan

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 23:01 WIB

Kewajiban Sertifikasi Halal Makin Dekat, Industri Kosmetik dan Farmasi Siap Sambut Aturan Baru

Kewajiban Sertifikasi Halal Makin Dekat, Industri Kosmetik dan Farmasi Siap Sambut Aturan Baru

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 22:41 WIB

×