Konsumsi Heroin dan Sabu dalam Satu Waktu, Bagaimana Nasib Wanita Ini?

Rima Sekarani Imamun Nissa, Rosiana Chozanah

Senin, 22 Juli 2019 | 17:25 WIB
Konsumsi Heroin dan Sabu dalam Satu Waktu, Bagaimana Nasib Wanita Ini?
Ilustrasi narkoba (Shutterstock)

Suara.com - Kim merasa sabu-sabu atau met, yang diketahuinya saat datang ke sebuah kelab malam di San Francisco, membuatnya kembali menjadi dirinya sendiri. Narkoba itu membuatnya merasa seperti seorang Kim sebelum orangtuanya bercerai dan sebelum ayah tirinya tinggal di rumahnya.

"Aku merasa normal ketika pertama kali aku melakukannya, seperti, 'Oh! Inilah aku!'," tuturnya, melansir National Public Radio.

Kim sekarang berusia 47 tahun dan selalu mengejar 'kehidupan normal', versi Kim, selama masa dewasanya. Pengejaran ini membawanya ke beberapa tempat gelap.

Untuk waktu yang lama, ia mengonsumsi sabu. Wanita ini juga menambahkan heroin yang ia coba pertama kali dalam masa perawatan akibat kecanduan sabu.

Menurutnya, heroin membuatnya tidak lagi merasa agitasi dan paranoia yang merupakan efek konsumsi sabu. Ia merasa tenang ketika sudah mengonsumsi heroin.

"Itu membuatku menggunakan heroin selama sembilan tahun," kata Kim.

Ilustrasi pemakai narkoba / sabu-sabu. (shutterstock)
Ilustrasi pemakai narkoba / sabu-sabu. (shutterstock)

Percampuran antara sabu dan heroin dalam keseharian disebut sebagai 'goofball'. Menurut Dr. Dan Ciccarone, seorang profesor kedokteran komunitas keluarga di Universitas California, San Francisco, sebutan ini mengacu pada efeknya, membuat pengguna merasa sedikit 'konyol' dan sedikit 'bahagia'.

"Metamfetamin (met atau sabu) dan heroin adalah kombinasi yang tidak biasa," ujar Ciccarone.

Bagi Kim, penggunaan sabu adalah hal yang utama. Lalu, dia menambahkan heroin.

"Aku akhirnya menggunakan keduanya pada waktu yang sama setiap hari. Keduanya," jelas Kim.

"Kamu seperti ahli kimia dengan tubuhmu sendiri. Kau menyeimbangkan, mencoba mencari tahu resepmu sendiri untuk bagaimana membuatmu merasa baik," sambungnya.

Ilustrasi. (Shutterstock)
Ilustrasi. (Shutterstock)

Padahal melansir American Addiction Centers, efek samping dari percampuran ini sangat berbahaya. Kombinasi ini membuat pengguna lebih sulit untuk mengetahui kapan dosis heroin yang ditoleransi mungkin telah terlampaui sehingga pada akhirnya menyebabkan overdosis yang mengakibatkan kematian.

Tidak hanya itu, penggunaan narkoba seperti ini dapat menyebabkan aritmia jantung mendadak, peningkatan tekanan darah, dan potensi masalah jantung, termasuk stroke atau gagal jantung.

Namun, sekarang Kim sedang berusaha menemukan keseimbangan itu tanpa narkoba. Dia sudah sadar selama setahun belakangan. Kim juga diketahui baru saja menyelesaikan perawatan kecanduan kedua obat terlarang tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jenguk Ibu, Putra Sulung Nunung Srimulat Bawakan Ikan Asin

Jenguk Ibu, Putra Sulung Nunung Srimulat Bawakan Ikan Asin

Entertainment | Senin, 22 Juli 2019 | 16:55 WIB

Nunung Akui 20 Tahun Silam Pakai Pil Ekstasi

Nunung Akui 20 Tahun Silam Pakai Pil Ekstasi

News | Senin, 22 Juli 2019 | 16:40 WIB

Jamal Preman Pensiun Baru Sebulan Cicipi Narkoba

Jamal Preman Pensiun Baru Sebulan Cicipi Narkoba

Entertainment | Minggu, 21 Juli 2019 | 18:20 WIB

Terkini

Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf

Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf

Health | Minggu, 31 Mei 2026 | 17:57 WIB

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 21:33 WIB

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 11:18 WIB

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 23:06 WIB

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 17:41 WIB

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 11:27 WIB

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 09:44 WIB

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 11:09 WIB

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 09:22 WIB

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:23 WIB