Bumil Bisa Tularkan Hepatitis B ke Janin, Bagaimana Pengobatannya?

Rima Sekarani Imamun Nissa, Rosiana Chozanah

Kamis, 25 Juli 2019 | 19:35 WIB
Bumil Bisa Tularkan Hepatitis B ke Janin, Bagaimana Pengobatannya?
Ilustrasi ibu hamil. (Shutterstock)

Suara.com - Hepatitis atau peradangan hati disebabkan oleh virus hepatitis, perlemakan, parasite (malaria, ameba), alkohol, obat-obatan, dan virus lain (dengue, herpes).

Menurut Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kemenkes RI, dr. Wiendra Waworuntu, M.Kes., penularan hepatitis B, C dan D dapat melalui kontak cairan tubuh.

Hal itu termasuki transfusi darah dan organ yang tidak diskrining, penggunaan jarum yang tidak aman, hubungan seksual, serta kontak dengan darah. Sayangnya, kemungkinan penularan dari ibu ke anak bisa dibilang sangat tinggi, sekitar 90% hingga 95%.

Hasil dari pemeriksaan terhadap 1. 643.204 ibu hamil di 34 provinsi oleh Sistem Informasi Hepatitis dan Penyakit Infeksi Saluran Pencernaan (SIHEPI) untuk 2018-2019 menunjukkan, sebanyak 30.965 ibu hamil dinyatakan reaktif atau terinfeksi virus hepatitis B.

Sementara sebanyak 15.747 bayi baru lahir dari ibu reaktif hepatitis B telah diberikan vaksin Imunoglobulin Hepatitis B (HBIg). Tujuannya adalah memberi perlindungan agar terhindar dari penyakit yang ditularkan sang ibu.

Ilustrasi pengobatan Hepatitis B. [Shutterstock]
Ilustrasi pengobatan Hepatitis B. [Shutterstock]

Salah satu cara untuk merawat ibu hamil yang terinfeksi virus hepatitis B (HBV) selama kehamilan adalah terapi antivirus pada trimester ketiga.

Berdasarkan laporan Medscape, metode itu dapat mencegah kegagalan imunoprofilaksis. Ini adalah tindakan pencegahan terjadinya penyakit atau infeksi dengan memproduksi sistem imun.

Ibu hamil yang sudah terinfeksi juga dapat ditangani dengan melakukan tes darah untuk mengetahui tingkat HBV (viral load) di dalam darah, melansir Babycentre UK.

Jika viral load tinggi, kemungkinan sang ibu ditawari pengobatan dengan obat yang disebut tenofovir (Viread) untuk mengurangi risiko menularkan penyakit kepada bayi.

baca juga
Ilustrasi hepatitis. (Shutterstocks)
Ilustrasi hepatitis. (Shutterstocks)

Kemungkinan pengobatan ini akan dimulai pada trimester ketiga. Meski begitu, ini juga tergantung pada viral load sang ibu.

Perawatan harus dilanjutkan selama empat minggu hingga 12 minggu setelah melahirkan.

Apabila viral load lebih rendah, kemungkinan dokter tidak akan menyarankan sang ibu hamil untuk memulai pengobatan saat ini, kecuali jika memiliki penyakit hati.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ibu Hamil Jangan Kebanyakan Kafein, Taruhannya Kesehatan Hati Si Kecil

Ibu Hamil Jangan Kebanyakan Kafein, Taruhannya Kesehatan Hati Si Kecil

Health | Kamis, 25 Juli 2019 | 17:15 WIB

Tips Ibu Hamil Agar Diberi Duduk oleh Orang Egois di Bus atau Kereta

Tips Ibu Hamil Agar Diberi Duduk oleh Orang Egois di Bus atau Kereta

Lifestyle | Rabu, 17 Juli 2019 | 07:15 WIB

Ibu hamil yang Migrain Berisiko Alami Keguguran

Ibu hamil yang Migrain Berisiko Alami Keguguran

Health | Selasa, 02 Juli 2019 | 19:00 WIB

Terkini

Makna Weton Pernikahan Andre Taulany dan Amanda Rigby, Diterawang Dapat Tibo Dunyo

Makna Weton Pernikahan Andre Taulany dan Amanda Rigby, Diterawang Dapat Tibo Dunyo

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 13:07 WIB

Kasus Korupsi di Bogor Disorot Tajam

Kasus Korupsi di Bogor Disorot Tajam

Bogor | Rabu, 23 September 2026 | 13:05 WIB

5 Efek Samping Tranexamic Acid untuk Wajah yang Perlu Diperhatikan

5 Efek Samping Tranexamic Acid untuk Wajah yang Perlu Diperhatikan

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 13:05 WIB

Tampil Makin Stylish, New Honda Stylo 160 Hadirkan Pilihan Warna Baru

Tampil Makin Stylish, New Honda Stylo 160 Hadirkan Pilihan Warna Baru

Otomotif | Rabu, 23 September 2026 | 13:05 WIB

KPK Telusuri Peran Ipda Yayat dalam Proyek Pengadaan di Pemkab Bekasi

KPK Telusuri Peran Ipda Yayat dalam Proyek Pengadaan di Pemkab Bekasi

News | Rabu, 23 September 2026 | 13:03 WIB

Danamon Travel Fair Hadir Kembali, Raih Promo Hemat hingga 70%

Danamon Travel Fair Hadir Kembali, Raih Promo Hemat hingga 70%

Kaltim | Rabu, 23 September 2026 | 13:01 WIB

Terjebak Situationship yang Melelahkan? Ini Alasan Sikap 'Si Paling Cuek' Tak Lagi Keren

Terjebak Situationship yang Melelahkan? Ini Alasan Sikap 'Si Paling Cuek' Tak Lagi Keren

Your Say | Rabu, 23 September 2026 | 13:00 WIB

Peringatan Gempa Bukan Ramalan: Stop Tunggu Bencana untuk Belajar Mitigasi

Peringatan Gempa Bukan Ramalan: Stop Tunggu Bencana untuk Belajar Mitigasi

Your Say | Rabu, 23 September 2026 | 13:00 WIB

Pemprov Targetkan Angka Kemiskinan Jateng Turun Menjadi 8,70 Persen di Akhir 2026

Pemprov Targetkan Angka Kemiskinan Jateng Turun Menjadi 8,70 Persen di Akhir 2026

Jawa Tengah | Rabu, 23 September 2026 | 12:56 WIB

Pemkab Solok Tetapkan Status Tanggap Darurat Bencana 14 Hari, Keselamatan Warga Jadi Prioritas

Pemkab Solok Tetapkan Status Tanggap Darurat Bencana 14 Hari, Keselamatan Warga Jadi Prioritas

Sumbar | Rabu, 23 September 2026 | 12:55 WIB

×