Ilmuwan di Brasil Modif Perangkap Nyamuk Aedes Aegypti Berbasis Cahaya

Ade Indra Kusuma | Suara.com

Selasa, 30 Juli 2019 | 06:07 WIB
Ilmuwan di Brasil Modif Perangkap Nyamuk Aedes Aegypti Berbasis Cahaya
Ilustrasi nyamuk. [Shutterstock]

Suara.com - Ilmuwan di Brasil Modif Perangkap Nyamuk Aedes Aegypti Berbasis Cahaya.

Klinik kesehatan masyarakat di beberapa kota seperti Rio de Janeiro melaporkan terjadinya lonjakan sejumlah arbovirus yaitu virus yang ditularkan oleh nyamuk.

Salah satu jenis nyamuk itu menjadi penyebab utama penyakit tersebut. Para peneliti di Brasil menciptakan sejumlah perangkap nyamuk sebelum mereka menyerang.

Aedes Aegypti atau nyamuk Yellow Fever lebih dari sekadar gangguan. Kemungkinan nyamuk itu membawa bibit penyakit yang dapat mengancam jiwa seperti demam berdarah, zika, atau chikungunya.

“Nyamuk tersebut punya banyak cara untuk bersembunyi dan bereproduksi. Selama sarangnya tidak dibasmi dari lingkungan sekitar, mereka akan terus bersarang di sana;” seru salah seorang dokter bernama Garcia Vergara seperti mengutip VOAIndonesia.

Ilustrasi digigit nyamuk. (Shutterstock)
Ilustrasi digigit nyamuk. (Shutterstock)

Sejumlah dokter kesehatan mencurigai lebih dari satu juta (1,1 juta) kasus demam berdarah terjadi di Rio de Janeiro dengan hampir empat ratus (sekitar 388) kematian hanya dalam paruh pertama tahun 2019. Terjadi peningkatan seratus enam puluh tiga persen (163%) dari tahun lalu.

Ivo Carlos Correa, profesor kedokteran gigi di University of Brazil mulai mencari cara untuk mencegah agar anaknya yang masih kecil tidak terjangkau oleh nyamuk Aedes Aegypti .

“Grafik ini menunjukkan nyamuk betina yang menularkan beberapa penyakit terkait arbovirus ternyata peka terhadap cahaya,” ujar Correa.

Prof Correa menemukan hasil studi yang dimuat di sebuah jurnal kesehatan mengenai sensitivitas nyamuk terhadap cahaya.

Ivo Carlos siap memasang perangkap, tapi ia perlu bantuan juga persediaan umpan yang terus-menerus. Jadi, Carlos kemudian kembali ke departemen kimia kampus tersebut.

Di sana, Ivo Carlos Correa bertemu dengan seorang pakar penangkaran nyamuk, Profesor Monica Ferreira Moreira yang meneliti berbagai efek zat pada anatomi tubuh dan penangkaran nyamuk untuk diuji dengan lampu ciptaan Prof Correa.

“Kami melakukan tiga percobaan dengan berbagai intensitas dan warna gelombang cahaya. Beberapa hasilnya berbeda. Sejumlah perangkap berlampu hijau dapat menangkap sebagian besar nyamuk, 19 dari 20 ekor nyamuk,” kata Moreira.

Arbovirus tersebut dapat menyebabkan sakit kepala, nyeri otot, pembengkakan sendi, dan ruam yang juga berisiko tinggi pada bayi baru lahir dan orang dewasa lanjut usia.

Maria Lopes yang ibu dan anak perempuannya terjangkit Chikungunya mengungkapkan, “Saya tidak terkena chikungunya. Ayah saya juga tidak, tapi ibu dan putri saya serta banyak tetangga kami terjangkit penyakit itu. Saya tidak mengerti, dan saya pikir perangkap nyamuk itu efektif.”

Kelompok sejumlah peneliti itu berhasil mendapatkan sebuah hak paten dunia yang saat ini sedang bernegosiasi untuk produksi dengan industri lokal.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Cegah Nyamuk Berkembangbiak di Rumah dengan Lakukan 6 Kebiasaan Ini

Cegah Nyamuk Berkembangbiak di Rumah dengan Lakukan 6 Kebiasaan Ini

Health | Senin, 29 Juli 2019 | 05:30 WIB

Waspada, Virus Langka Penyebab Kerusakan Otak Menyebar Lewat Nyamuk

Waspada, Virus Langka Penyebab Kerusakan Otak Menyebar Lewat Nyamuk

Health | Jum'at, 26 Juli 2019 | 16:15 WIB

Studi : Perempuan yang Gagal Jalani Bayi Tabung Ternyata Bisa Hamil Alami

Studi : Perempuan yang Gagal Jalani Bayi Tabung Ternyata Bisa Hamil Alami

Health | Jum'at, 26 Juli 2019 | 13:02 WIB

Terkini

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:12 WIB

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 10:42 WIB

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:55 WIB