Cegah Nyamuk Berkembangbiak di Rumah dengan Lakukan 6 Kebiasaan Ini

Silfa Humairah Utami | Suara.com

Senin, 29 Juli 2019 | 05:30 WIB
Cegah Nyamuk Berkembangbiak di Rumah dengan Lakukan 6 Kebiasaan Ini
Ilustrasi nyamuk. (Pixabay/Skeeze)

Suara.com - Cegah Nyamuk Berkembangbiak di Rumah dengan Lakukan 6 Kebiasaan Ini.

Bukan hanya di alam terbuka, nyamuk juga bisa berkembangbiak di dalam rumah. Hal tersebut tentu mengganggu karena menyebabkan bentol yang gatal. Agar terhindar dari gigitan nyamuk, intip cara mencegah berikut ini.

Menurut American Academy of Allergy Asthma & Immunology, sebagian orang yang mengalami gigitan nyamuk justru menimbulkan reaksi yang cukup parah akibat alergi. Mulai dari demam, sendi membengkak, hingga anafilaksis.

Anafilaksis adalah reaksi dari sebuah alergi yang dapat membuat penderitanya pingsan atau bahkan kematian. Reaksi ini terjadi dalam hitungan detik dan menit bersamaan dengan penurunan tekanan darah dan sulit bernapas.

Jika Anda atau orang terdekat Anda mengalami hal tersebut, segera konsultasikan kepada dokter untuk mendapatkan perawatan yang tepat.

Oleh karena ada kemungkinan yang cukup berbahaya, Anda tentu perlu mengetahui cara-cara mencegah gigitan nyamuk.

Seperti yang dilansir dari CDC (lembaga pengendalian dan pencegahan penyakit di Amerika), nyamuk biasanya menggigit pada saat siang dan malam, baik di luar maupun dalam ruangan.

Serangga yang satu ini biasanya mencari tempat yang hangat ketika suhu mulai dingin. Nyamuk biaanya akan berkumpul di ruang yang tertutup, seperti garasi atau gudang.

Umumnya, nyamuk akan berkembang biak pada tempat yang lembap atau penampungan air, seperti kolam, ban bekas, tanaman yang basah, hingga sampah.

Jika merasa rumah Anda belum terbebas dari serangan nyamuk, ini dia beberapa cara yang bisa Anda ikuti untuk mencegah gigitan nyamuk dilansir Hello Sehat.

1. Menggunakan kipas angin

Nyamuk ternyata merupakan binatang yang tidak terlalu bisa terbang. Itu sebabnya, salah satu cara mencegah gigitan nyamuk adalah dengan menggunakan kipas angin.

Angin yang diciptakan mungkin akan membuat kemampuan terbangnya terganggu. Jika Anda berdiri atau duduk di dekat kipas angin, kemungkinan besar nyamuk akan kesulitan menggigit Anda.

2. Mengoleskan minyak peppermint

Menurut sebuah penelitian tahun 2011, peppermint termasuk ke dalam salah satu yang mampu menjadi pengusir nyamuk. Tanaman ini terbukti dapat menjadi cara mencegah gigitan nyamuk, termasuk Aedes aegypti selama 45 menit.

Ekstrak tumbuhan peppermint ini dijadikan minyak esensial agar bisa dioleskan ke lengan atau area tubuh yang Anda inginkan. Cara pemakaiannya pun mudah, Anda cukup mencampurkan minyak peppermint dengan lemon agar mendapatkan aroma mint yang sempurna.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Waspada, Virus Langka Penyebab Kerusakan Otak Menyebar Lewat Nyamuk

Waspada, Virus Langka Penyebab Kerusakan Otak Menyebar Lewat Nyamuk

Health | Jum'at, 26 Juli 2019 | 16:15 WIB

Sulap Kotoran Kerbau Jadi Parfum, Mahasiswa UNS Sabet Juara di Jepang

Sulap Kotoran Kerbau Jadi Parfum, Mahasiswa UNS Sabet Juara di Jepang

Jawa Tengah | Selasa, 16 Juli 2019 | 12:04 WIB

Terobosan Baru, Gunakan Jamur untuk Basmi Nyamuk Penyebab Malaria

Terobosan Baru, Gunakan Jamur untuk Basmi Nyamuk Penyebab Malaria

Health | Selasa, 02 Juli 2019 | 11:04 WIB

Terkini

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:12 WIB

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 10:42 WIB

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:55 WIB