Derita Priapism, Pria ini Alami Ereksi Selama 2 Minggu yang Menyakitkan!

Rendy Adrikni Sadikin | Shevinna Putti Anggraeni
Derita Priapism, Pria ini Alami Ereksi Selama 2 Minggu yang Menyakitkan!
Ilustrasi pria gangguan ereksi (shutterstock)

Pria ereksi selama 2 minggu karena menderita priapism.

Suara.com - Danny Polaris, pria asal Berlin ini mengalami ereksi berkepanjangan selama 2 minggu. Kondisi ini membuatnya kehilangan banyak darah hingga membuatnya khawatir jika penisnya perlu diamputasi.

Kondisi Danny Polaris ini bermula ketika ia menggunakan viagra sebelum pergi ke pesta. Ia juga sempat menyuntikkan stimulan ke penisnya agar lebih lama ereksi.

Ternyata langkahnya menyuntikan stimulan penambah ereksi pada penisnya itulah membawa masalah besar. Paginya setelah berpesta semalam, Danny menyadari masih mengalami ereksi.

Saat itu Danny masih mengira kondisinya tidak serius sehingga tidak perlu pergi ke dokter. Tetapi di hari berikutnya, Danny masih saja mengalami ereksi.

Kali ini penisnya terasa sangat sakit sehingga ia dilarikan ke rumah sakit. Saat di rumah sakit, dokter mendignosis bahwa Danny menderita priapism.

Priapism adalah ereksi yang berlangsung lama dan menyakitkan. Penyakit ini bisa menyebabkan kerusakan permanen pada penisnya jika tidak ditangani depan cepat.

Karena itu, tim medis lantas berusaha mengeluarkan darah dari penisnnya dengan menusukkan jarum. Bahkan Danny juga sudah menjalani operasi darurat untuk mengeluarkan darah dari dalam penisnya.

Ilustrasi pria ereksi (shutterstock)
Ilustrasi pria ereksi (shutterstock)

Tetapi, serangkaian pengobatan dan operasi itu tetap tidak membuat penisnya berhenti ereksi. Danny semakain takut, cemas dan kesakitan karena penisnya masih ereksi.

"Itu keputasan buruk yang pernah saya lakukan. Saya sering menangis, stres dan kecemasan ekstrem. Aku berpikir betapa bodohnya aku," katanya dikutip dari The Sun.

Melansir dari NHS, priapism adalah ereksi menyakitkan jangka panjang yang bisa menyebakan kerusakan permanen. Biasanya kondisi ini bisa membaik dengan sendirinya dalam waktu 2 jam.

Priapism paling sering menyerang pria berusia 30 tahunan atau lebih tua. Adapun penyebab priapism selain menyuntikkan stimulan seperti Danny Polaris.

1. Obat pengecer darah, seperti warfarin

2. Obat antidepresan

3. Obat-obatan rekresional, seperti ganja dan kokain

4. Obat tekanan darah tinggi

5. Gangguan darah seperti talasemia dan leukemia

6. Beberapa perawatan ereksi

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS