Top 3 Berita Kesehatan: Panadol Palsu, Lelaki Meninggal Akibat Vape

Ririn Indriani
Top 3 Berita Kesehatan: Panadol Palsu, Lelaki Meninggal Akibat Vape
Kolase panadol palsu dan vape. (Facebook/Shutterstock)

Penting nih untuk Anda tahu cara membedakan obat palsu dan asli, serta bahaya vape dalam jangka panjang.

Suara.com - Kasus obat palsu merupakan masalah yang masih saja terjadi hingga kini. Karenanya, masyarakat diminta untuk waspada dan jeli saat membeli obat yang dijual bebas.

Nah, salah satu obat yang dipalsukan dan tengah hangat diperbincangkan adalah panadol. Obat yang banyak digunakan saat sakit kepala atau flu ini viral di medsos lantaran ditemukan yang palsunya di Malaysia.

Panadol palsu ini diposting oleh seorang apoteker. Apa saja yang disampaikan sang apoteker terkait obat palsu tersebut? Simak ulasannya yang dihimpun Suara.com dan dua berita kesehatan menarik lainnya sepanjang Minggu (25/8/2019).

1. Panadol Palsu Beredar di Malaysia

Panadol, obat yang banyak orang gunakan saat sakit kepala atau terserang flu ini sangat mudah didapatkan. Baik di apotek maupun toko kelontong.

Panadol palsu (Facebook/Zeff)
Panadol palsu (Facebook/Zeff)

Namun sayangnya, obat 'sejuta umat' ini ternyata telah dipalsukan dan sudah merebak di pasaran.

Melansir World of Buzz, seorang apoteker bernama Zeff mengunggah pemberitahuan tentang Panadol palsu melalui Facebook-nya pada Rabu (21/8/2019) kemarin.

Dalam unggahannya, ia membuat beberapa perbandingan antara Panadol asli dan yang palsu.Seperti apa? Baca selengkapnya.

2. Polusi Udara Bisa Bikin Gangguan Jiwa?

Baru-baru ini sebuah studi mengungkap hal mengejutkan, di mana paparan polusi selama 10 tahun pertama kehidupan disebut memainkan peran penting pada kesehatan mental.

Ilustrasi: Polusi udara. (Shutterstock)
Ilustrasi: Polusi udara. (Shutterstock)

Dilansir Medical News Today, Sabtu (24/8/2019) penelitian ini diterbitkan di jurnal PLOS Biology dengan menggunakan data di Amerika dan Denmark untuk mengulik hubungan antara polusi lingkungan dan gangguan jiwa.

Penelitian mengungkap bahwa gangguan bipolar dan depresi lebih tinggi terjadi kepada mereka yang tinggal di daerah dengan kualitas udara buruk. Kok bisa begitu? Baca selengkapnya.

3. Seorang Lelaki Meninggal Akibat Kebiasaan Isap Vape
Pemerintah bidang kesehatan Illinois melaporkan kematian seorang pasien yang mengidap penyakit pernapasan parah akibat mengisap vape.

Ilustrasi vape atau rokok elektrik. (Shutterstock)
Ilustrasi: vape bisa membahayakan kesehatan bahkan jiwa. (Shutterstock)

Menurut mereka kasus tersebut merupakan kematian pertama di Amerika Serikat terkait penggunaan vape. Berita ini dirilis Jumat (23/8/2019) oleh Departemen Kesehatan Masyarakat Illinois.

Lantas, temuan apalagi yang didapat oleh Departemen Kesehatan tersebut? Baca selengkapnya.

Itulah tiga berita kesehatan pilihan yang menarik untuk Anda ketahui.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS