Belum Diteliti Ilmiah, Dokter Onkologi Tegaskan Bajakah Bukan Obat Kanker

M. Reza Sulaiman, Dini Afrianti Efendi

Kamis, 29 Agustus 2019 | 07:10 WIB
Belum Diteliti Ilmiah, Dokter Onkologi Tegaskan Bajakah Bukan Obat Kanker
Ilustrasi obat kanker yang diakui medis. (Shutterstock)

Suara.com - Belum Diteliti Ilmiah, Dokter Onkologi Tegaskan Bajakah Bukan Obat Kanker

Penemuan manfaat akar bajakah oleh pelajar dari Kalimantan Tengah yang digadang-gadang bisa dijadikan obat kanker kini menjadi kontroversi di dunia medis.

Kritik datang dari dokter onkologi, yang menyebut pelabelan 'obat kanker' pada temuan tersebut tidak tepat.

Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Hermatologi Onkologi Medik, Dr.dr.Andhika Rachman, SpPD-KHOM mengatakan temuan itu tidak serta merta bisa digunakan, dan harus melalui serangkaian penelitian serta uji klinis, sebelum akhirnya diterapkan kepada manusia.

"Sekali lagi saya bukannya tidak menghormati dan meng-appreciate obat kayak bajakah tadi. Pertanyaannya, seperti ketika minta pendapat, sampai di mana penelitiannya, kalau cuma baru menemukan zat aktif ya nggak bisa dikatakan ini mengobati," ujar Dr.Andhika di Hotel Raffles, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (28/8/2019).

Menurut Andhika, obat herbal memang mengandung serangkaian zat aktif yang punya beragam manfaat. Contohnya superbetakaroten yang meregenerasi sel, sehingga sel yang mati akibat kanker tumbuh kembali atau kandungan antioksidan di buah sirsak bisa menekan sel kanker.

Anak perempuan sedang menadah air dari batang bajakah (YouTube/Reno Paray)
Anak perempuan sedang menadah air dari batang bajakah (YouTube/Reno Paray)

Tapi semuanya harus jelas terukur kandungannya, serta apa efek sampingnya saat dikonsumsi. Nah, hal ini baru bisa ditemukan jika penelitian dilakukan secara ilmiah.

"Jadi terkadang ada penyesatan tentang herbal yang bagus, sekali lagi maksud saya begini, herbal itu bagus kalau kita tahu aktifnya apa, efek sampingnya apa, kita tahu berapa lama kerjanya, itu yang penting," jelasnya.

Praktisi kesehatan FK-UI ini bercerita beberapa tahun ke belakang booming buah merah yang mengobati kanker, termasuk HIV. Lalu, ramai-ramai pasien banyak meninggalkan obat kimia tanpa memikirkan efek sampingnya hingga berakibat fatal.

baca juga

"Berapa tahun lalu ketika buah merah booming, orang ramai-ramai tinggalkan minum obat HIV, apa yang terjadi? sembuh tapi jalannya di tanah kusir (meninggal). Seperti itu yang terjadi, ini penyesatan media yang harus diluruskan, bukan berarti alergi obat herbal, semua obat herbal adalah kimia, kalau herbal kenapa itu bisa bikin efek samping?," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Catat! Waktu Terbaik Periksa Payudara Deteksi Kanker

Catat! Waktu Terbaik Periksa Payudara Deteksi Kanker

Health | Rabu, 28 Agustus 2019 | 18:09 WIB

Kanker Payudara yang Menyerang Laki-laki Bisa Lebih Berbahaya

Kanker Payudara yang Menyerang Laki-laki Bisa Lebih Berbahaya

Health | Rabu, 28 Agustus 2019 | 16:31 WIB

Catat! Kata Ilmuwan 5 Buah-buahan Ini Bisa Mencegah Kanker

Catat! Kata Ilmuwan 5 Buah-buahan Ini Bisa Mencegah Kanker

Health | Selasa, 27 Agustus 2019 | 08:15 WIB

Terkini

Pengangkatan Soeharto Jadi Pahlawan Dinilai Tak Sejalan dengan Semangat Antikorupsi

Pengangkatan Soeharto Jadi Pahlawan Dinilai Tak Sejalan dengan Semangat Antikorupsi

News | Senin, 28 September 2026 | 15:09 WIB

Hotspot Sumsel Turun 63 Persen, Mengapa Asap Palembang Masih Pekat?

Hotspot Sumsel Turun 63 Persen, Mengapa Asap Palembang Masih Pekat?

Sumsel | Senin, 28 September 2026 | 15:09 WIB

Panggil Menteri dan Wamen ke Istana, Prabowo Bahas Biaya Perjalanan Haji

Panggil Menteri dan Wamen ke Istana, Prabowo Bahas Biaya Perjalanan Haji

News | Senin, 28 September 2026 | 15:09 WIB

Efek Perimenopause pada Kulit, Kenali 4 Tanda dan Cara Mengatasinya

Efek Perimenopause pada Kulit, Kenali 4 Tanda dan Cara Mengatasinya

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 15:07 WIB

Ajang CustoMAXi Yamaha 2026 Bandung Unjuk Gigi, Puluhan Modifikator Pamer Karya Street Legal

Ajang CustoMAXi Yamaha 2026 Bandung Unjuk Gigi, Puluhan Modifikator Pamer Karya Street Legal

Otomotif | Senin, 28 September 2026 | 15:05 WIB

Temuan Ruang Khusus di Lapas Cibinong Bukti Keadilan Pemasyarakatan Cuma Omong Kosong

Temuan Ruang Khusus di Lapas Cibinong Bukti Keadilan Pemasyarakatan Cuma Omong Kosong

Jogja | Senin, 28 September 2026 | 15:03 WIB

Datang Saat Kereta Berhenti, Mereka yang Tak Terlihat di Balik Bersihnya Setiap Gerbong

Datang Saat Kereta Berhenti, Mereka yang Tak Terlihat di Balik Bersihnya Setiap Gerbong

News | Senin, 28 September 2026 | 15:02 WIB

Detik-detik Mobil Damkar Tabrak 6 Kendaraan di Cakung, Ada Transjakarta hingga Ambulans

Detik-detik Mobil Damkar Tabrak 6 Kendaraan di Cakung, Ada Transjakarta hingga Ambulans

News | Senin, 28 September 2026 | 15:02 WIB

Muthowwif Sindir Jemaah Lansia, Kemenhaj Pikirkan Sanski Blacklist

Muthowwif Sindir Jemaah Lansia, Kemenhaj Pikirkan Sanski Blacklist

News | Senin, 28 September 2026 | 15:00 WIB

Antrean Jual Saham GOTO Tembus 1 Miliar Lot

Antrean Jual Saham GOTO Tembus 1 Miliar Lot

Bisnis | Senin, 28 September 2026 | 14:56 WIB

×