Fakta-fakta Soal Penuaan dan Regenerasi Sel, Perlu Tahu!

M. Reza Sulaiman, Vessy Dwirika Frizona

Kamis, 29 Agustus 2019 | 17:04 WIB
Fakta-fakta Soal Penuaan dan Regenerasi Sel, Perlu Tahu!
Perawatan kecantikan dengan regenerasi sel. (Shutterstock)

Suara.com - Fakta-fakta Soal Penuaan dan Regenerasi Sel, Perlu Tahu!

Tubuh manusia memiliki ratusan jenis sel yang berbeda. Sel-sel di dalam tubuh memiliki fungsi yang sangat penting bagi kesehatan dan cara kerja tubuh.

Namun, Dr. Trevino Aristarkus Pakasi,FS, MS, PhD, Sp.DLP, FISPH, FISCM., mengatakan sel pertumbuhan berhenti pada usia manusia rata-rata 18 tahun.

"Setiap hari miliaran sel mati. Tapi mengapa tidak menyebabkan kematian? Sebab selalu diregenerasi lewat makanan yang kita konsumsi, itulah yang membuat tubuh bertahan," kata dokter Trevino saat ditemui Suara.com dalam acara peluncuran SOP1000+ oleh AFC Life, Rabu (28/8/2019) di kawasan Jakarta Barat.

Jika tidak diregenerasi, sambung dokter Trevino, sistem jaringan tubuh menjadi rusak, organ tidak berfungsi. Setelah itu, sistem saraf, hormon, dan pembuluh dara darah kacau, hubungan kerja sistem organ di tubuh berantakan, setelah semua terjadi, barulah mengakibatkan kematian.

Lebih lanjut ia menerangkan faktor-faktor yang mengakibatkan sel tubuh mati sehingga makin berkurang jumlahnya di tubuh. Sebagian besar diakibatkan oleh gaya hidup.

"Polusi udara yang kotor lalu masuk ke tubuh melalui jaringan pernapasan, makanan dan minuman yang dikonsumsi tidak sehat, mengandung pestisida dan pengawet, merokok dan minum alkohol, hingga radiasi," sambungnya.

DNA dan sel tubuh manusia. (Shutterstock)
DNA dan sel tubuh manusia. (Shutterstock)

Selama ini regenerasi sel di dunia medis dapat dilakukan dengan cara terapi team sel, yakni mengambil sel di tubuh lalu diregenerasi di labiratorium kemudian disuntikkan lagi ke tubuh. Tapi biayanya sangat mahal, sulit, sakit, dan hasilnya tidak menjamin 100 persen maksimal. Untuk itu kini ada cara baru untuk meregenerasi rel tubuh.

"Yakni dengan mengkonsumsi suplemen oligopeptida salmon, yang diambil dari plasenta telur salmon. Berdasarkan penelitian di Jepang, suplemen itu berkhasiat membantu memperbaiki sel dan mengaktifkan kembali sel-sel yang tidur, efektif memperbaiki sirkulasi pembuluh darah, meregenerasi sel baru, sehingga sel-sel kembali muda dan dapat menjalankan fungsinnya," beber dokter Trevino.

baca juga

Ia menambahkan, suplemen salmon yang mengandung nona size 600 dalton mudah diserap tubuh manusia. Bermanfaat untuk memperlancar fungsi jantung, sirkulasi darah dan oksigen, menurunkan tekanan darah tinggi, menjaga sistem imun untuk melawan kanker, memperkuat tulang, dan masih banyak lagi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

DNA Ikan Salmon Bermanfaat untuk Kecantikan Kulit, Mitos atau Fakta?

DNA Ikan Salmon Bermanfaat untuk Kecantikan Kulit, Mitos atau Fakta?

Lifestyle | Kamis, 29 Agustus 2019 | 11:20 WIB

Studi Sebut Sering Naik Pesawat Bisa Mempercepat Penuaan, Ini Sebabnya

Studi Sebut Sering Naik Pesawat Bisa Mempercepat Penuaan, Ini Sebabnya

Lifestyle | Senin, 26 Agustus 2019 | 18:58 WIB

Cahaya Ponsel dan Polusi Jadi Penyebab Kasus Penuaan Dini di Era Modern

Cahaya Ponsel dan Polusi Jadi Penyebab Kasus Penuaan Dini di Era Modern

Lifestyle | Rabu, 07 Agustus 2019 | 07:25 WIB

Terkini

Benjolan Hilang-Timbul pada Anak Jangan Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Hernia

Benjolan Hilang-Timbul pada Anak Jangan Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Hernia

Health | Minggu, 12 Juli 2026 | 19:41 WIB

Waspada! Anak Jarang Main di Luar Rumah Berisiko Premiopia hingga Mata Minus Sebelum 8 Tahun

Waspada! Anak Jarang Main di Luar Rumah Berisiko Premiopia hingga Mata Minus Sebelum 8 Tahun

Health | Minggu, 12 Juli 2026 | 16:50 WIB

Rahasia Anak Percaya Diri, Beri Ruang untuk Bereksplorasi dan Menunjukkan Bakat

Rahasia Anak Percaya Diri, Beri Ruang untuk Bereksplorasi dan Menunjukkan Bakat

Health | Minggu, 12 Juli 2026 | 13:21 WIB

Tekanan Kerja Meningkat, Perhatian terhadap Kesehatan Mental Karyawan Dinilai Makin Mendesak

Tekanan Kerja Meningkat, Perhatian terhadap Kesehatan Mental Karyawan Dinilai Makin Mendesak

Health | Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:14 WIB

Mengenal Shin Splints, Momok bagi Pelari dan Cara Mengatasinya

Mengenal Shin Splints, Momok bagi Pelari dan Cara Mengatasinya

Health | Sabtu, 11 Juli 2026 | 13:01 WIB

Gelombang Panas Lebih Mematikan bagi Lansia, Apakah Sistem Perlindungan Sudah Memadai?

Gelombang Panas Lebih Mematikan bagi Lansia, Apakah Sistem Perlindungan Sudah Memadai?

Health | Jum'at, 10 Juli 2026 | 15:09 WIB

Stimulasi yang Tepat Jadi Kunci Mengembangkan Kecerdasan Multitalenta Anak Sejak Usia Dini

Stimulasi yang Tepat Jadi Kunci Mengembangkan Kecerdasan Multitalenta Anak Sejak Usia Dini

Health | Kamis, 09 Juli 2026 | 16:15 WIB

Jangan Cuma Mengejar Garis Finish, Atlet dan Pelari Perlu Lebih Peduli Kesehatan Sendi dan Tulang

Jangan Cuma Mengejar Garis Finish, Atlet dan Pelari Perlu Lebih Peduli Kesehatan Sendi dan Tulang

Health | Rabu, 08 Juli 2026 | 14:11 WIB

4R Pemulihan yang Wajib Dilakukan Setelah Olahraga, Rahasia Atlet Elite Kembali Prima

4R Pemulihan yang Wajib Dilakukan Setelah Olahraga, Rahasia Atlet Elite Kembali Prima

Health | Rabu, 08 Juli 2026 | 10:57 WIB

Jangan Terkecoh Label Inklusif, Ini 5 Cara Memilih Lingkungan Belajar yang Tepat untuk Anak

Jangan Terkecoh Label Inklusif, Ini 5 Cara Memilih Lingkungan Belajar yang Tepat untuk Anak

Health | Selasa, 07 Juli 2026 | 15:03 WIB

×