Di Negara Maju, Kanker jadi Penyebab Kematian Tertinggi pada Orang Dewasa

Vania Rossa | Risna Halidi | Suara.com

Rabu, 04 September 2019 | 05:31 WIB
Di Negara Maju, Kanker jadi Penyebab Kematian Tertinggi pada Orang Dewasa
Ilustrasi kanker (Pixabay/PDPics)

Suara.com - Sebuah studi menunjukkan bahwa kanker menjadi penyebab kematian paling banyak di kalangan usia paruh baya yang tinggal di negara-negara maju.

Padahal secara global, penyakit jantung dan stroke merupakan penyebab utama kematian pada usia tersebut.

Hanya saja di negara-negara kaya, 2,5 kali lebih mungkin seseorang untuk meninggal dunia karena kanker daripada penyakit kardiovaskular.

Di negara-negara miskin kebalikannya, penyakit kardiovaskular tiga kali lebih mungkin merenggut nyawa.

Studi yang dipublikasikan dalam jurnal Lancet diambil dari program penelitian yang dilakukan secara global terhadap 160 ribu orang yang berasal dari 21 negara.

Penelitian yang dipimpin oleh tim dari Universitas McMaster Kanada berlangsung sejak 2005 hingga 2016. Orang-orang yang ada dalam penelitian berusia rata-rata 50-an tahun

Selama penelitian, terdapat 11.000 kasus kematian, dengan hitungan orang yang tinggal di negara berpenghasilan rendah hampir empat kali lebih mungkin meninggal dunia daripada mereka yang tinggal di negara-negara berpenghasilan tinggi.

Ada sekitar 2.000 kasus dengan penyebab kematian yang tidak jelas.

Lainnya, seperti dilansir dari BBC, penyakit kardiovaskular menyebabkan lebih dari 40 persen kematian di negara-negara berpenghasilan menengah dan rendah namun tak sampai seperempat di negara-negara berpenghasilan tinggi.

Para peneliti mengatakan ini bisa jadi karena negara-negara kaya menyediakan lebih banyak obat dan sistem perawatan yang lebih beragam di rumah sakit.

Jeremy Pearson dari British Heart Foundation mengatakan penelitian ini menunjukkan adanya 'kemajuan besar'. Artinya, banyak orang selamat dari serangan jantung dan stroke tetapi juga semakin banyak yang hidup dengan masalah "kecacatan dan efek samping yang melemahkan" dari penyakit kardiovaskular.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

India Teliti Manfaat Obat Kusta untuk Pengobatan Kanker, Ampuhkah?

India Teliti Manfaat Obat Kusta untuk Pengobatan Kanker, Ampuhkah?

Health | Senin, 02 September 2019 | 15:11 WIB

Minum Jus Delima dan Jeruk Nipis, Bisa Cegah Kanker Payudara dan Lainnya!

Minum Jus Delima dan Jeruk Nipis, Bisa Cegah Kanker Payudara dan Lainnya!

Health | Minggu, 01 September 2019 | 15:31 WIB

Lelaki Ini Buktikan Kanker Payudara Bisa Menyerang Kaum Adam

Lelaki Ini Buktikan Kanker Payudara Bisa Menyerang Kaum Adam

Health | Minggu, 01 September 2019 | 09:30 WIB

Terkini

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 11:09 WIB

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 09:22 WIB

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:23 WIB

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 23:08 WIB

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 12:18 WIB

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 10:40 WIB

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 06:58 WIB

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:59 WIB

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:39 WIB

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 11:30 WIB