Bebby Fey Koar-koar di Instagram, Apa Dampak Marah di Media Sosial?

Vika Widiastuti | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Selasa, 10 September 2019 | 17:30 WIB
Bebby Fey Koar-koar di Instagram, Apa Dampak Marah di Media Sosial?
Bebby Fey. (Instagram/@bebby_fey)

Suara.com - Belakangan kasus Bebby Fey dengan seorang Youtubers terkenal di Indonesia hangat diperbincangkan. Melalui unggah Instagram Bebby Fey mengaku telah tidur dan mendapat pelecehan seksual dari Youtubers tersebut.

Mulanya, Bebby Fey membongkar kelakuan Youtubers tersebut padanya di Instagram. Hal itu dilakukan guna tidak ada wanita lain yang menjadi korban seperti dirinya.

Setelah beberapa hari, Bebby Fey justru semakin membongkar aibnya yang pernah tidur dengan Youtubers tersebut di media sosial. Bahkan ia mengancam hendak membeberkan semua bukti-bukti yang telah dilakukan mereka.

Sikap Bebby Fey yang sering marah-marah di media sosial itu pun sempat dianggap panjat sosial (pansos). Tetapi, Bebby Fey berusaha membantah bahwa tidak ingin pansos karena tidak pernah menyebut nama Youtubers tersebut.

"Nggaklah (pansos), kalau menurut aku pansos itu aku pertamanya sebut nama dia. Kan aku sama sekali dari awal nggak sebut nama dia, itu aku hanya curhat kan awalnya. Malah banyak yang bilang ah omong kosong lah, apa nggak ada bukti. Ya udah keluarin aja semuanya (bukti)," katanya menjelaskan.

Selain Bebby Fey, banyak orang yang suka meluapkan kekesalannya melalui media sosial. Padahal sikap marah-marah di media sosial bisa memberikan dampak buruk.

Bebby Fey [Suara.com/Yuliani]
Bebby Fey [Suara.com/Yuliani]

Melansir dari The Conversation, sebuah studi menemukan bagaimana pesan yang mengandung emosi menyebar di jejaring sosial. Ternyata pesan yang mengandung kemarahan lebih memberikan pengaruh besar daripada emosi lain seperti suka cita di media sosial.

Ketika seseorang membagikan emosi negatifnya ke media sosial. Secara tak langsung, unggahannya tersebut menularkan emosi atau energi negatif pada orang yang melihatnya. Penularan emosi negatif inilah yang lebih cepat terjadi daripada emosi positif di media sosial.

Selain itu, kebiasaan menyebar kemarahan di media sosial juga memberikan konsekuensi oleh si penulis pesan kemarahan di media sosial. Apalagi jika ia juga mempermalukan diri sendiri di ruang publik. Konsekuensinya bisa berupa kehilangan pekerjaan hingga tuntutan pidana.

Jika banyak orang sudah menyadari akan konsekuensi itu, lantas mengapa masih banyak yang melakukannya? Karena ada 3 hal, yakni aksebilitas teknologi dan ruang yang disediakan untuk meluapkan emosi tanpa tatap muka.

Ada pula yang sengaja menyebarkan emosi di media sosial untuk mendapat dukungan dari orang-orang di dunia maya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Buku Itu Dibaca Isinya, Bukan Cuma untuk Menghias Feed Instagram Biar Kelihatan Keren

Buku Itu Dibaca Isinya, Bukan Cuma untuk Menghias Feed Instagram Biar Kelihatan Keren

Your Say | Selasa, 14 April 2026 | 15:05 WIB

Stop Bandingin Hidupmu sama Postingan Orang: Capek Tau FOMO Terus!

Stop Bandingin Hidupmu sama Postingan Orang: Capek Tau FOMO Terus!

Your Say | Kamis, 09 April 2026 | 12:16 WIB

PP Tunas 2026: Bahaya Algoritma Media Sosial untuk Anak, Ini Alasan Regulasi Jadi Penting

PP Tunas 2026: Bahaya Algoritma Media Sosial untuk Anak, Ini Alasan Regulasi Jadi Penting

Tekno | Jum'at, 03 April 2026 | 15:12 WIB

Stop Making Stupid People Famous! Krisis Role Model di Media Sosial

Stop Making Stupid People Famous! Krisis Role Model di Media Sosial

Your Say | Kamis, 02 April 2026 | 10:00 WIB

Saat Opini Media Sosial Dianggap Lebih Valid dari Sains: Selamat Datang di Era Matinya Kepakaran

Saat Opini Media Sosial Dianggap Lebih Valid dari Sains: Selamat Datang di Era Matinya Kepakaran

Your Say | Rabu, 01 April 2026 | 20:25 WIB

Gen Z Tidak Kurang Dukungan Hanya Kecanduan Pengakuan, Benarkah?

Gen Z Tidak Kurang Dukungan Hanya Kecanduan Pengakuan, Benarkah?

Your Say | Rabu, 01 April 2026 | 15:30 WIB

Asal-usul 'Pokoknya Ada' yang Viral dan Jadi Meme di Media Sosial

Asal-usul 'Pokoknya Ada' yang Viral dan Jadi Meme di Media Sosial

Lifestyle | Rabu, 01 April 2026 | 09:46 WIB

Pembatasan Medsos Anak Tak Cukup, IDAI Soroti Peran Orang Tua dan Kesenjangan Pendampingan

Pembatasan Medsos Anak Tak Cukup, IDAI Soroti Peran Orang Tua dan Kesenjangan Pendampingan

News | Minggu, 29 Maret 2026 | 12:29 WIB

Dukung PP TUNAS, IDAI Setuju Pembatasan Usia Pengguna Media Sosial bagi Anak

Dukung PP TUNAS, IDAI Setuju Pembatasan Usia Pengguna Media Sosial bagi Anak

News | Minggu, 29 Maret 2026 | 10:23 WIB

Gugat Meta dan YouTube soal Kecanduan Medsos, Perempuan Ini Tuntut Rp100 M

Gugat Meta dan YouTube soal Kecanduan Medsos, Perempuan Ini Tuntut Rp100 M

News | Jum'at, 27 Maret 2026 | 13:23 WIB

Terkini

Perempuan Berlari 2026: Integrasi Olahraga, Kesehatan Mental, dan Literasi Keuangan

Perempuan Berlari 2026: Integrasi Olahraga, Kesehatan Mental, dan Literasi Keuangan

Health | Kamis, 16 April 2026 | 16:45 WIB

Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh

Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh

Health | Rabu, 15 April 2026 | 19:14 WIB

Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu

Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu

Health | Rabu, 15 April 2026 | 15:33 WIB

Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa

Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa

Health | Selasa, 14 April 2026 | 09:26 WIB

Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif

Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif

Health | Selasa, 14 April 2026 | 08:37 WIB

Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak

Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak

Health | Senin, 13 April 2026 | 06:15 WIB

Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat

Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat

Health | Minggu, 12 April 2026 | 22:48 WIB

Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan

Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan

Health | Jum'at, 10 April 2026 | 20:29 WIB

Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan

Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan

Health | Jum'at, 10 April 2026 | 14:00 WIB

96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan

96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan

Health | Kamis, 09 April 2026 | 19:16 WIB