Marshanda Pernah Alami Depresi, Apakah Anak Bisa Ikut Merasakannya?

Rima Sekarani Imamun Nissa | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Senin, 23 September 2019 | 11:00 WIB
Marshanda Pernah Alami Depresi, Apakah Anak Bisa Ikut Merasakannya?
Marshanda [Suara.com/Yuliani]

Suara.com - Sejak hak asuh anak jatuh kepada Ben Kasyafani, Marshanda mengaku sempat mengalami depresi. Artis yang akrab disapa Caca ini merasa seolah tidak berhak atas anaknya sendiri, Sienna Ameerah Kasyafani karena tidak memiliki hak asuh anak.

Meski begitu, Marshanda tetap berusaha menghormati putusan pengadilan yang menyerahkan hak asuh anaknya kepada Ben Kasyafani. Terlebih, Ben juga memberikan kelelulasaannya menemui Sienna setiap akhir pekan.

Tetapi, Marshanda juga mengaku pernah melakukan hipnoterapi utnuk mengatasi depresinya. Terapi tersebut membantu Marshanda berbicara dengan alam bawah sadarnya.

"Suatu hari aku hipnoterapi, satu proses di mana di alam bawah sadar aku ngomong, ngobrol sama Sienna, aku ceritakan semua perasaan aku dan dia (Sienna) seolah-olah ngomong gini 'Ibu berhak bahagia, Ibu boleh bekerja, boleh berkarya dan Sienna mau ibu bahagia. Sienna tahu apa yang terjadi dan sayang sama semuanya. Jadi ibu lanjut, ya. Ibu lakukan apa yang kamu mau. Itu boleh dan aku akan selalu mendukung ibu'," pungkasnya.

Seperti yang Anda ketahui, hipnoterapi adalah terapi yang menggunakan alam bawah sadar seseorang untuk menyingkirkan pikiran negatif. Namun, apakah depresi yang dialami Marshanda tidak berdampak pada anaknya?

Marshanda [Suara.com/Yuliani]
Marshanda [Suara.com/Yuliani]

Melansir dari Huffington Post, ternyata anak bisa merasakan apapun yang dipikirkan dan dirasakan oleh ibu kandungnya. Hal tersebut meskipun mereka tidak bisa memberikan atau menyampaikan emosinya.

"Anak Anda mungkin tidak dapat memberi tahu tentang perasaannya atau menanyakan perasaan Anda. Tetapi, mereka memiliki respons tubuh yang memberi sinyal bahwa mereka mengerti keadaan emosi Anda," kata peneliti Sara Waters dari New York University.

Para peneliti telah memeriksa emosi dan detak jantung anak yang ibunya mengalami stres atau depresi berat. Penelitian ini melibatkan 69 ibu dan anaknya yang masih berusia 12-24 bulan.

Peneliti lantas memisahkan anatara ibu dan bayinya, lalu meminta ibu melakukan pidato 5 menit dan sesi tanya jawab 5 menit. Para ibu yang mendapat umpan balik negatif lebih banyak memiliki emosi negatif daripada positifnya.

Setelah itu, peneliti mempertemukan kembali semua ibu dan anak-anaknya. Hasilnya, detak jantung bayi yang ibunya mengalami stres atau depresi mengalami peningkatan.

Marshanda bersdama putrinya, Sienna. (Instagram)
Marshanda bersdama putrinya, Sienna. (Instagram)

Melansir dari Hellosehat, sebuah studi oleh Nick Allen, seorang profesor psikologi di Universitas Oregon dan timnya meneliti tentang depresi sang ibu bisa memengaruhi kesehatan anak. Selain itu, mereka juga melihat respons bayi ketika ibunya mengalami stres.

Penelitian ini melibatkan 48 ibu dan bayinya yang berusia 12 minggu hingga 18 bulan. Pada usia 6 dan 12 bulan, bayi dibawa ke laboratorium untuk mengikuti beberapa eksperimen seperti memainkan ekspresi.

Semua ibu diminta bermain dengan ekspresi riang dengan anaknya secara bergiliran. Lalu, sang ibu diminta melakukan sikap tak peduli secara mendadak ketika anak mereka terbawa suasana senang.

Peneliti lantas mengukur stres bayi dari sampel air liurnya dan melihat kadar kortisol, yaitu hormon yang memicu stres. Kesimpulannya, gejala depresi yang dialami seorang ibu dapat memengaruhi kadar kortisol anak.

Jika ibu tidak segera mendapatkan perawatan, tingkat stres pada anak juga akan meningkatkan. Akhirnya, stres akan merusak sel-sel sehat dalam tubuh dan memperburuk perkembangan serta kesehatan anak.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Main Media Sosial Bisa Bikin Stres, Ini 4 Cara Sehat Menggunakan Medsos

Main Media Sosial Bisa Bikin Stres, Ini 4 Cara Sehat Menggunakan Medsos

Health | Senin, 23 September 2019 | 08:55 WIB

Marshanda Bertengkar, Ayu Dewi Khawatir dan 2 Berita Populer Lainnya

Marshanda Bertengkar, Ayu Dewi Khawatir dan 2 Berita Populer Lainnya

Entertainment | Senin, 23 September 2019 | 08:01 WIB

Marshanda Tak Pernah Menyesal Ceraikan Ben Kasyafani

Marshanda Tak Pernah Menyesal Ceraikan Ben Kasyafani

Entertainment | Minggu, 22 September 2019 | 18:56 WIB

Pernah Bertengkar, Marshanda Ungkap Cara Berdamai dengan Ibunya

Pernah Bertengkar, Marshanda Ungkap Cara Berdamai dengan Ibunya

Entertainment | Minggu, 22 September 2019 | 18:48 WIB

Terkini

Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman

Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman

Health | Sabtu, 09 Mei 2026 | 14:56 WIB

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 22:05 WIB

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:29 WIB

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:22 WIB

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 11:49 WIB

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:17 WIB

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:01 WIB

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 14:30 WIB

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 13:24 WIB

Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia

Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 11:17 WIB