Bentrok di Gedung DPR, Begini Efek Gas Air Mata pada Tubuh

Vika Widiastuti | Rosiana Chozanah
Bentrok di Gedung DPR, Begini Efek Gas Air Mata pada Tubuh
Ilustrasi gas air mata. (Shutterstock)

Demi pukul mundur massa di gedung DPR, polisi lepaskan sejumlah gas air mata pada mahasiswa.

Suara.com - Aksi demo mahasiswa dan sejumlah elemen masyarakat di sekitar gedung DPR pada Selasa (24/9/2019) dikabarkan ricuh. Terlebih seusai waktu salat maghrib, menurut pantauan Suara.com.

Sejumlah tembakan gas air mata pun dilepaskan aparat kepolisian demi membubarkan massa yang telah berhasil menjebol gerbang belakang gedung DPR.

Akibatnya, beberapa korban pingsan akibat gas air mata tersebut.

Gas air mata merupakan senyawa kimia yang dapat mengiritasi mata, kulit, paru-paru, dan bagian tubuh lainnya. Sehingga membuat tubuh tidak dapat berfungsi, menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC).

Baca Juga: Komisi III DPR Desak Polisi Pulihkan Nama Baik Mendiang Mahasiswa UI Hasya: Gak Mungkin Orang Mati jadi Tersangka!

Berdasarkan American Civil Liberties Union (ACLU), jenis gas air mata paling umum adalah Agen CS (chlorobenzylidenemalononitrile) dan Agen CN(chloroacetophenone).

Terkadang gas air mata juga mengandung Agen OC (oleoresin capsicum) atau semprotan merica (bentuk sintetis disebut PAVA).

Polisi saat melepaskan gas air mata untuk membubarkan mahasisa di belakang gedung DPR, Senayan. (Suara.com/Novian).
Polisi saat melepaskan gas air mata untuk membubarkan mahasisa di belakang gedung DPR, Senayan. (Suara.com/Novian).

Agen OC dan PAVA bekerja pada reseptor rasa sakit dan suhu di tubuh Anda untuk memicu respons rasa sakit. Bahkan jumlah kecil senyawa ini dapat menembus kulit dan memasuki selaput lendir untuk menyebabkan rasa sakit hebat yang berlangsung selama setengah jam.

Senyawa kimia gas air mata, seperti OC, akan larut dan menjadi cairan asam yang menyakitkan ketika bersentuhan dengan air, keringat, atau minyak pada kulit atau selaput lendir.

Kelembapan di saluran pernapasan dan selaput lendir membuat daerah ini sangat sensitif terhadap gas air mata.

Baca Juga: Ketua DPR Ajak Negara-Negara Muslim Bangun Solidaritas

Secara umum, gas air mata menyebabkan sensasi menyengat dan membakar mata dan selaput lendir seseorang (termasuk yang ada di paru-paru), air liur, mata berair, pilek, dada kencang, sakit kepala, dan mual, tulis Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).