Tanpa Disadari, Rambut Berketombe Bisa Jadi Tanda 3 Penyakit ini!

Vika Widiastuti | Shevinna Putti Anggraeni
Tanpa Disadari, Rambut Berketombe Bisa Jadi Tanda 3 Penyakit ini!
Ilustrasi rambut berketombe (shutterstock)

Rambut yang berketombe bisa jadi memberi tahu tentang kondisi kesehatan tubuh seseorang.

Suara.com - Semua orang pasti malu dan tidak mau jika memiliki rambut berketombe. Ketombe adalah kondisi kulit kepala yang menyebabkan serpihan kulit yang disertai rasa gatal.

Penyebab pasti rambut berketombe memang belum diketahui pasti. Tetapi, kondisi ini sering dikaitkan dengan kebersihan, cara membersihkan atau penggunaan sampo yang salah.

Tetapi, ada beberapa faktor yang bisa menyebabkan seseorang memiliki rambut berketombe. Melansir dari Medical News Today, salah satunya mungkin saja tanda suatu penyakit atau kondisi medis.

1. Dermatitis seborik

Orang dengan dermatitis seboroik mengalami iritasi, kulit berminyak, dan mereka lebih cenderung mengalami ketombe.

Dermatitis seboroik mempengaruhi banyak area kulit, termasuk bagian belakang telinga, tulang dada, alis, dan sisi hidung. Kondisi ini erat kaitannya dengan Malassezia , jamur yang biasanya hidup di kulit kepala dan memakan minyak yang dikeluarkan oleh folikel rambut.

Biasanya tidak menyebabkan masalah, tetapi pada beberapa orang menjadi terlalu aktif, menyebabkan kulit kepala menjadi teriritasi dan menghasilkan sel-sel kulit tambahan. Ketika sel-sel kulit ekstra ini mati dan rontok, mereka bercampur dengan minyak dari rambut dan kulit kepala, membentuk ketombe.

Seseorang menderita Psoriasis (Shutterstock)
Seseorang menderita Psoriasis (Shutterstock)

2. Psoriasis atau eksim

Orang dengan psoriasis, eksim , dan beberapa kelainan kulit lainnya cenderung lebih sering ketombe daripada yang lain. Tinea capitis, infeksi jamur yang juga dikenal sebagai kurap kulit kepala , dapat menyebabkan ketombe.

3. Parkinson

Orang dengan penyakit parkinson dan penyakit neurologis lainnya lebih rentan terhadap ketombe dan dermatitis seboroik. Satu studi menemukan bahwa antara 30 dan 83 persen orang dengan HIV memiliki dermatitis seboroik, dibandingkan dengan 3 sampai 5 persen pada populasi umum.

Pasien yang pulih dari serangan jantung atau stroke dan mereka yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah mungkin lebih rentan terhadap ketombe.

Selain 3 kondisi medis tersebut, penyakit yang memengaruhi sistem saraf dan sistem kekebalan tubuh seperti HIV juga bisa menyebabkan ketombe.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS