Buka-bukaan, Qory Sandioriva Akui Berjuang dengan Lupus Selama 12 tahun

Silfa Humairah Utami | Dinda Rachmawati | Suara.com

Jum'at, 27 September 2019 | 14:00 WIB
Buka-bukaan, Qory Sandioriva Akui Berjuang dengan Lupus Selama 12 tahun
Puteri Indonesia 2009, Qory Sandioriva pernah berjuang dengan penyakit autoimun. (Suara.com/Dinda Rachmawati)

Suara.com - Buka-bukaan, Qory Sandioriva Akui Berjuang dengan Lupus Selama 12 tahun 

Tak banyak yang tahu, jika Puteri Indonesia 2009, Qory Sandioriva pernah berjuang dengan penyakit autoimun, yakni Sjogren Syndrome dan Lupus.

Penyakit Autoimun adalah penyakit yang disebabkan oleh reaksi sistem kekebalan (sistem imun) tubuh dimana sel darah putih atau antibodi tubuh yang terlalu kuat sehingga melawan jaringan tubuh sendiri atau protein ekstraselular.

Dalam acara yang dihelat Kusuma Beauty Clinic, Qory buka-bukaan mengenai penyakit ia derita selama 12 tahun terakhir. Sayangnya, kata dia, waktu itu, di Indonesia indikasi penyakit tersebut masih belum ada atau sangat jarang.

"Dibilangnya sih dulu hanya kental darah saja, darah beku, lalu kekurangan protein C dan S. Jadi baru diketahui ternyata itu adalah autoimun setelah tujuh tahun kemudian, berarti di usia saya 23 tahun setelah saya melahirkan," jelasnya di Kusuma Beauty Clinic, Pondok Indah, Jakarta Selatan, Kamis (26/9/2019).

Lebih lanjut, Qory mengatakan, gejala yang ia rasakan, diantaranya ialah sakit kepala hebat, kulit terasa perih, sendi terasa ngilu, rasa semutan, nyeri di bagian kulit dan juga tulang.

Ia pun sempat menjalani pengobatan ke berbagai negara, seperti Singapura, Malaysia dan Korea. Sayangnya, kata dia penyakit tersebut masih belum bisa teratasi. Beruntung, ibu satu anak ini akhirnya bertemu dengan salah satu dokter di Jakarta yang membuat penyakitnya semakin stabil dan normal.

Akibat konsumsi steroid untuk pengobatannya, berat badan Qory bahkan sempat mengalami kenaikan hingga 110 kilogram.

"Steroid itu menurut informasi yang saya dengar, dia memang mengikat garam dan air dan itu membuat penderita autoimun yang kurang cocok, akhirnya jadi besar sekali bobot tubuhnya. Terakhir berat badan saya sampai 110 kilogram, setelah perjuangan besar dan keras sekarang sudah di 65 kilogram," ungkap perempuan kelahiran 17 Agustus 1991 ini.

Dengan perjuangan keras, Qory akhirnya bisa lepas dari steroid selama 1,5 tahun terakhir dan membuat bobot tubuhnya perlahan-lahan turun. Hal ini, kata dia juga dibantu oleh usaha lainnya seperti diet dan olahraga.

Dia mengakui, jika sempat melakukan olahraga dengan intensitas esktrem, yakni enam jam perhari dan diet ketat dengan memperhatikan lemak, gula, garam dan karbohidrat.

"Yang paling penting adalah mindset. Kalau mindset kita bisa bekerjasama dengan emosi kita, jadi diet itu bisa berjalan dengan baik. Bisa turun perlahan-lahan, walaupun tidak drastis. Jadi perjuangan saya dari 110 kilogram ke 65 kilogram itu mungkin sekitar 1,5 tahun," tutup Qory Sandioriva.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Derita Penyakit SLE, Anak Mensesneg Pratikno Menghindari Bawang Putih

Derita Penyakit SLE, Anak Mensesneg Pratikno Menghindari Bawang Putih

Health | Sabtu, 21 September 2019 | 18:40 WIB

Mencoba Berdamai dengan Penyakitnya, Curhat Kim Kardashian soal Psoriasis

Mencoba Berdamai dengan Penyakitnya, Curhat Kim Kardashian soal Psoriasis

Lifestyle | Jum'at, 20 September 2019 | 19:45 WIB

Waspada, 5 Kondisi Kesehatan yang Perlu Dikhawatirkan oleh Perempuan

Waspada, 5 Kondisi Kesehatan yang Perlu Dikhawatirkan oleh Perempuan

Health | Selasa, 17 September 2019 | 16:55 WIB

Terkini

Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman

Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman

Health | Sabtu, 09 Mei 2026 | 14:56 WIB

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 22:05 WIB

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:29 WIB

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:22 WIB

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 11:49 WIB

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:17 WIB

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:01 WIB

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 14:30 WIB

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 13:24 WIB

Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia

Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 11:17 WIB