Malaysia Akan Izinkan Warganya Tanam Ganja untuk Keperluan Medis

M. Reza Sulaiman | Suara.com

Selasa, 08 Oktober 2019 | 07:15 WIB
Malaysia Akan Izinkan Warganya Tanam Ganja untuk Keperluan Medis
Malaysia akan bolehkan penanaman ganja medis. (shutterstock)

Suara.com - Malaysia Akan Izinkan Warganya Tanam Ganja untuk Keperluan Medis

Penggunaan ganja medis untuk kesehatan akan dilegalkan di Malaysia. Kementerian Kesehatan membolehkan warganya menanam ganja untuk keperluan medis, dengan beberapa persyaratan.

Dilansir laman TheCoverage.my, direktur National Anti-Drugs Agency Malaysia, Datuk Seri Zulkifli Abdullah menyebut meski dibolehkan, penanaman ganja untuk kebutuhan tetap akan diawasi pemerintah secara ketat.

Berbicara kepada Harian Metro, undang-undangn Malaysia membolehkan penanaman ganja untuk kondisi khusus, seperti kebutuhan medis.

"Saya membaca tentang orang Malaysia di luar negeri yang sukses memproduksi minyak ganja (untuk keperluan medis). Saya rasa ini adalah kesempatan untuk melakukan yang sama di Malaysia," tuturnya.

Ia menyebut penanaman ganja medis dibolehkan untuk masyarakat, dengan syarat harus mendapat izin dari Kementerian Kesehatan.

Tidak menutup kemungkinan, jika manfaat ganja medis sudah terbukti secara luas dari sisi kesehatan, akan ada pengembangan untuk industri ini di Malaysia.

"Kita tidak bisa menanam ganja secara sembarangan, karena masih dikategorikan sebagai narkotika. Karena itu harus ada regulasi yang mengaturnya," terang Zulkifli.

Manfaat ganja medis untuk bidang kesehatan sudah diteliti secara ilmiah. (Shutterstock)
Manfaat ganja medis untuk bidang kesehatan sudah diteliti secara ilmiah. (Shutterstock)

"Namun siapa tahu suatu hari nanti, Malaysia bisa menjadi eksportir ganja medis. Karena itu penting bagi Kementerian Kesehatan untuk memverifikasi manfaat ganja medis, karena ini adalah otoritas mereka," tutupnya.

Saat ini, penggunaan ganja medis sudah legal di 30 negara di dunia. Australia, Kanada, Belanda, Italia, Finlandia, Jerman, Norwegia, dan Israel menjadi negara Eropa yang progresif menggunakan ganja medis.

Sementara untuk Asia, baru Thailand yang sudah melegalkannya. Di Amerika Selatan, Chile, Peru, dan Kolombia sudah terlebih dahulu melegalkan ganja medis.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Australia Mulai Penelitian Manfaat Ganja Bagi Pasien Kanker

Australia Mulai Penelitian Manfaat Ganja Bagi Pasien Kanker

Health | Senin, 07 Oktober 2019 | 04:52 WIB

Rifat Umar Ditangkap karena Ganja, Ini Efek Samping Bila Terus Isap Ganja

Rifat Umar Ditangkap karena Ganja, Ini Efek Samping Bila Terus Isap Ganja

Health | Jum'at, 04 Oktober 2019 | 07:30 WIB

77 Persen Pemakai Rokok Elektrik di AS Disebut Pakai Liquid Berbahan Ganja

77 Persen Pemakai Rokok Elektrik di AS Disebut Pakai Liquid Berbahan Ganja

Health | Selasa, 01 Oktober 2019 | 08:24 WIB

Terkini

BPOM Catat 10 Kematian Akibat Campak, Akses Vaksin Inovatif Dikebut

BPOM Catat 10 Kematian Akibat Campak, Akses Vaksin Inovatif Dikebut

Health | Senin, 11 Mei 2026 | 12:19 WIB

15 Tanaman Penghambat Sel Kanker Menurut Penelitian, dari Kunyit hingga Daun Sirsak

15 Tanaman Penghambat Sel Kanker Menurut Penelitian, dari Kunyit hingga Daun Sirsak

Health | Senin, 11 Mei 2026 | 10:06 WIB

Dokter Penyakit Dalam Ingatkan Wabah Seperti Hantavirus Rentan pada Diabetes: Makanannya Gula!

Dokter Penyakit Dalam Ingatkan Wabah Seperti Hantavirus Rentan pada Diabetes: Makanannya Gula!

Health | Minggu, 10 Mei 2026 | 13:31 WIB

Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman

Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman

Health | Sabtu, 09 Mei 2026 | 14:56 WIB

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 22:05 WIB

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:29 WIB

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:22 WIB

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 11:49 WIB

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:17 WIB

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:01 WIB