Ada 5 Kasus Bunuh Diri dalam Sehari di Indonesia, Fidiansyah: Harus Aware!

Rima Sekarani Imamun Nissa | Rosiana Chozanah
Ada 5 Kasus Bunuh Diri dalam Sehari di Indonesia, Fidiansyah: Harus Aware!
Hari Pencegahan Bunuh Diri Sedunia jatuh pada tanggal 10 September. (Shutterstock)

Psikiater sekaligus Direktur Pencegahan dan Pengendalian Masalah Kesehatan Jiwa dan Napza, dr Fidiansyah, mengajak masyarakat promosikan kesehatan jiwa.

Suara.com - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat, hampir 800.000 orang meninggal karena bunuh diri setiap tahun. Artinya, setiap 40 detik ada satu orang melakukan bunuh diri.

WHO juga melaporkan, 79% kasus bunuh diri terjadi di negara berpenghasilan rendah dan menengah pada 2016.

Sedangkan di Indonesia, menurut dr Fidiansyah, Sp.Kj, psikiater sekaligus Direktur Pencegahan dan Pengendalian Masalah Kesehatan Jiwa dan Napza di Kementerian Kesehatan RI, dalam satu hari setidaknya ada 5 orang yang melakukan bunuh diri.

Menurutnya, ini akan menjadi suatu ancaman apabila Indonesia menghadapi bonus demografi. Namun, masyarakat justru mengakhiri hidupnya pada usia produktif.

"Usia paling banyak (melakukan) bunuh diri itu 15 sampai 29 tahun, generasi milenial," jelas dr Fidiansyah, saat melakukan siaran langsung melalui akun Instagram Kemenkes, Kamis (10/10/2019).

dr Fidiansyah menjelaskan tentang pencegahan bunuh diri (Instagram/kemenkes ri)
dr Fidiansyah menjelaskan tentang pencegahan bunuh diri (Instagram/kemenkes ri)

Oleh karena itu, dr Fidiansyah mengimbau masyarakat untuk mempromosikan pentingnya kesehatan jiwa, baik dari diri sendiri, lingkungan keluarga, maupun masyarakat.

Ia juga menambahkan, pencegahan bunuh diri seharusnya dimulai dari lingkungan keluarga.

"Makanya keluarga harus aware terhadap keluhan-keluhan yang dialami oleh penderita," jelas dr Fidiansyah.

Hari Pencegahan Bunuh Diri Sedunia jatuh pada tanggal 10 September. (Shutterstock)
Hari Pencegahan Bunuh Diri Sedunia jatuh pada tanggal 10 September. (Shutterstock)

Apabila salah seorang anggota keluarga sempat mencetuskan pikiran untuk bunuh diri, harus segera ditindaklanjuti atau ditolong.

"Bukan main-main itu," tegas dia.

Jika tidak, tambahnya, mereka akan melakukan tindakan yang lebih berbahaya lagi, yaitu percobaan. Kemudian, dari percobaan ini mereka akan melakukan hal yang lebih berbahaya lagi, yaitu aksi bunuh diri.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS