Dear Generasi Z, Ini Tips Kembangkan Minat dan Bakat dari Psikolog

M. Reza Sulaiman | Dini Afrianti Efendi | Suara.com

Kamis, 31 Oktober 2019 | 07:05 WIB
Dear Generasi Z, Ini Tips Kembangkan Minat dan Bakat dari Psikolog
Ilustrasi mahasiswa generasi Z. [Shutterstock]

Suara.com - Dear Generasi Z, Ini Tips Kembangkan Minat dan Bakat dari Psikolog

Pola pendidikan di Indonesia terus berkembang seiring pergeseran dunia kerja. Kini tuntutan serba bisa, kreatif, dan inovatif kepada karyawan akan selalu ada.

Nah, untuk bertahan di dunia kerja yang seperti itu diperlukannya minat dan bakat yang kuat. Masalah ini sedang dialami para generasi Z atau Gen Z yang kebingungan untuk menemukan minat dan bakat. Gen Z adalah mereka yang lahir pada 1996 hingga 2010 dan kini sedang sibuk memasuki dunia kerja.

Apa saja yang bisa dilakukan orangtua untuk membantu para Gen Z menemukan minat dan bakat? Praktisi pendidikan sekaligus psikolog Najeela Shihab mengatakan penting untuk tidak memaksa anak pada dunia hafalan dan hitung-hitungan.

"Yang sering memprihatinkan sekarang adalah orangtua itu kurang memberikan kesempatan anak mengeplorasi dan mendalami bidang yang non-akademis. Jadi seolah-olah di sekolah itu tujuannya adalah benar-benar buat ngafalin pelajaran. Di luar sekolah pun dihabiskan untuk bimbel," ujar Najeela Shihab di Plaza Senayan, Jakarta Selatan, Rabu (30/10/2019).

Pada akhirnya Gen Z ini tidak menemukan bakat dan minat dirinya, hingga akhirnya mereka galau memilih jurusan yang diinginkan karena tidak bisa mengenal diri sendiri. Belum lagi, saat salah jurusan lebih memilih pasrah, dan saat ia harus magang tergagap tidak bisa mengimbangi.

"Nah itu yang kita ingin mudah-mudahan orangtua bisa lebih memahami bahwa tujuan pendidikan bukan sekedar lulus ujian naik kelas," tuturnya.

Ilustrasi mahasiswa stres. (unsplash)
Ilustrasi mahasiswa stres. (unsplash)

"Tapi memang betul-betul melihat potensi apa, talentanya ada di mana sehingga yang terjadi bukan standarisasi atau bukan anak yang dibilang pintar cuma anak yang itu-itu aja," sambungnya lagi.

Anak dari ulama Quraish Shihab itu mengingatkan dalam proses pencarian minat dan bakat sangatlah panjang. Jadi, biarkanlah anak bereksplorasi diri dengan memerhatikan apa yang disukainya, lalu berikan kesempatan mendalami bidang tersebut.

"Belum tentu kalau anak itu misalnya mendalami olahraga bahwa akan jadi atlet, belum tentu. Karena kan ada nilai tertentu misalnya kedispilinan, komitmen, kerja sama, keterampilan, kompetensi yang dibutuhkan dia mau jadi apapun," tutupnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sering Dibandingkan, Apa Bedanya Generasi Milenial dan Gen Z?

Sering Dibandingkan, Apa Bedanya Generasi Milenial dan Gen Z?

Lifestyle | Rabu, 30 Oktober 2019 | 14:00 WIB

Makna Kemeja Putih dalam Proses Pemilihan Menteri, Apa Kata Psikolog?

Makna Kemeja Putih dalam Proses Pemilihan Menteri, Apa Kata Psikolog?

Health | Rabu, 23 Oktober 2019 | 10:37 WIB

Survei : Ini 5 Destinasi Impian Generasi Traveler Gen Z

Survei : Ini 5 Destinasi Impian Generasi Traveler Gen Z

Lifestyle | Rabu, 23 Oktober 2019 | 08:05 WIB

Terkini

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB