Tak Jarang Dilakukan, Ini Efek Samping dari Makan Sambil Berdiri

Yasinta Rahmawati | Rosiana Chozanah
Tak Jarang Dilakukan, Ini Efek Samping dari Makan Sambil Berdiri
Ilustrasi sambil berdiri (Pixabay/Pexels)

Makan sambil berdiri bisa sebabkan beberapa masalah.

Suara.com - Ketika Anda datang ke pesta pernikahan, tentu sering mendapati pesta tersebut hanya menyediakan beberapa kursi tamu sehingga mau tidak mau Anda harus menyantap hidangan sambil berdiri.

Padahal, melansir Healthline, makan sambil duduk justru lebih baik karena dapat mengurangi jumlah asupan kalori yang dikonsumsi.

Sebab, seseorang justru cenderung akan mengurangi kecepatan mereka saat makan. Ini berpotensi mengurangi jumlah kalori yang dikonsumsi.

Sedangkan saat berdiri, walaupun akan membakar sekitar 12-25 kalori ekstra, orang-orang akan mengonsumsi makanan mereka relatif lebih cepat.

Beberapa penelitian menunjukkan makan lebih lambat dapat mengurangi nafsu makan dan meningkatkan perasaan kenyang, kedua hal ini dapat mengurangi jumlah total kalori yang dikonsumsi selama makan. Bahkan, ini dapat mengurangi 88 kalori setiap makan.

Ilustrasi makan sambil berdiri. (Shutterstock)
Ilustrasi makan sambil berdiri. (Shutterstock)

Duduk saat makan juga membantu otak mengetahui bahwa Anda telah mengonsumsi 'makanan asli' yang pada akhirnya akan mengurangi kemungkinan Anda makan berlebih.

Makan sambil berdiri juga berisiko menyebabkan kembung. Sebab, makan sambil berdiri menyebabkan orang makan lebih cepat yang pada akhirnya membuat mereka mencerna makanan hingga 30% lebih cepat.

Hal ini dapat meningkatkan jumlah udara yang tertelan selama makan dan berpotensi memperburuk gas di dalam perut hingga membuat kembung.

Ini dapat meningkatkan kemungkinan pencernaan karbohidrat yang buruk, gas, dan kembung. Ketika karbohidrat dicerna dengan buruk, mereka cenderung berfermentasi di usus, menyebabkan gas dan kembung.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS