Tiba-Tiba Menstruasi 2 Kali dalam Sebulan? Kemungkinan Ini Penyebabnya

Yasinta Rahmawati | Rosiana Chozanah
Tiba-Tiba Menstruasi 2 Kali dalam Sebulan? Kemungkinan Ini Penyebabnya
Ilustrasi siklus haid (Shutterstock)

Dalam bulan-bulan tertentu, siklus menstruasi Anda dapat berlangsung lebih atau kurang dari bulan sebelumnya.

Suara.com - Normalnya, siklus menstruasi wanita dewasa berkisar antara 21 hingga 35 hari. Namun setiap wanita berbeda dan siklusnya bisa saja berbeda dari bulan ke bulan.

"Siklus rata-rata umumnya terjadi setiap 21 hingga 35 hari dan berlangsung antara dua hingga tujuh hari," jelas Lakeisha Richardson, MD, seorang ob-gyn yang berbasis di Greenville, Mississippi.

Dalam bulan-bulan tertentu siklus Anda dapat berlangsung lebih atau kurang dari bulan sebelumnya. Terkadang Anda juga dapat mengalami menstruasi dua kali dalam satu bulan.

Melansir Women's Health Magazine, berikut beberapa alasan seorang wanita dapat menstruasi dua kali dalam sebulan.

1. Tiroid tidak berfungsi dengan baik

Kelenjar tiroid yang kurang aktif atau terlalu aktif dapat menyebabkan menstruasi datang dua kali dalam satu bulan.

“Kelenjar tiroid diatur oleh hormon yang diproduksi dan diatur di area otak yang sama (hipofisis dan hipotalamus) seperti hormon yang mengontrol menstruasi dan ovulasi,” jelas Alyssa Dweck, MD, seorang ob-gyn dan penulis 'The Complete A to Z for Your V'.

"Ketika satu mati, yang lain mungkin terpengaruh," sambungnya.

Ilustrasi perempuan sedang haid, PMS. (Shutterstock)
Ilustrasi perempuan sedang haid, PMS. (Shutterstock)

2. Memiliki Sindrom polikistik ovarium (PCOS)

Sindrom ovarium polikistik adalah ketidakseimbangan hormon yang memengaruhi antara 8% hingga 20% wanita, menurut National Institute of Health.

"Ini adalah hasil dari ovulasi yang kurang sering atau kurangnya ovulasi, yang menyebabkan keseimbangan estrogen, progesteron, dan testosteron," kata Dr Dweck.

"Salah satu dari banyak gejala, termasuk pendarahan yang tidak teratur," tambahnya.

Selain menyebabkan menstruasi tidak teratur, banyak wanita yang memiliki sindrom ini mengalami menstruasi yang jarang atau terlewati.

3. Benar-benar stres

Tingkat stres yang tinggi dapat menyebabkan menstruasi lebih sering atau tidak sama sekali, kata Christine Masterson, MD, kepala jalur layanan wanita dan anak-anak di Summit Medical Group, New Jersey.

Menurutnya, hal ini disebabkan oleh hormon yang memicu ovarium berovulasi setiap bulan berasal dari otak.

Pada dasarnya, ketika Anda memiliki pekerjaan yang menumpuk atau memiliki suatu kekhawatiran hingga menyebabkan kurang tidur, hormon akan terganggu dan memengaruhi siklus menstruasi.

Ilustrasi menahan pipis (buang air kecil) atau nyeri haid. (Shutterstock)
Ilustrasi  nyeri haid. (Shutterstock)

4. Berat badan bertambah banyak

Pertambahan atau penurunan berat badan yang cepat dan olahraga yang berlebihan juga dapat memengaruhi hormon perangsang ovulasi, mengubah pola khas siklus Anda.

"Biasanya jika Anda melakukan olahraga ekstrem atau memiliki berat badan kurang, tubuh Anda mematikan proses ovulasi. Tetapi jika Anda menjadi kelebihan berat badan, Anda mungkin melihat pendarahan tidak teratur terjadi lebih atau kurang sering daripada biasanya," terang Dr Masterson.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS