Luis Suarez Cedera Betis, Begini Cara Alami Mengatasinya!

Rima Sekarani Imamun Nissa | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Senin, 04 November 2019 | 09:13 WIB
Luis Suarez Cedera Betis, Begini Cara Alami Mengatasinya!
Penyerang Barcelona, Luis Suarez merayakan golnya ke gawang Inter Milan dalam laga Liga Champions 2019/2020 di Camp Nou, Kamis (3/10/2019) dini hari WIB. [LLUIS GENE / AFP]

Suara.com - Striker Barcelona, Luis Suarez akan absen selama 3 minggu ke depan karena mengalami cedera otot betis setelah kalah 3-1 dari Levante pada Sabtu (2/11/2019) kemarin. Saat pertandingan, Luis Suarez pun harus digantikan pada menit ke-40 pertandingan.

Sekembalinya dari pertandingan, Barca mengonfirmasi bahwa Suarez mengalami cedera betis kanan. Karena itu, Suarez membutuhkan waktu untuk pemulihan dan akan absen selama 3 minggu.

"Tes yang dilakukan menunjukkan bahwa Luis Suarez mengalami cedera betis kanan. Karena itu, dia membutuhkan waktu untuk pemulihan," kataperwakilan klubnya dikutip dari sport-english.com.

Cedera otot seperti yang dialami oleh Suarez memang sangat umum terjadi ketika olahraga, terutama baseball, sepak bola, badminton dan lari. Melansir dari uofmhealth.org, cedera betis aku bisa terjadi secara tiba-tiba dan cedera betis berlebihan terjadi dari waktu ke waktu.

Gejala cedera betis ini pun tergantung pada seberapa parah luka otot Anda. Tetapi, ada beberapa hal bisa dilakukan untuk mengatasi cedera betis.

Luis Suarez mengalami cedera otot. (Twitter/@fcbarcelona).
Luis Suarez mengalami cedera otot. (Twitter/@fcbarcelona).

Hal pertama yang sangat penting adalah mengistirahatkan kaki yang terluka selama 1-2 hari.

Letakkan es atau kompres air dingin pada otot yang sakit selama 10-20 menit agar bengkak mereda. Lalu, letakkan kain tipis di antara kompres es dan kulit Anda. Coba lakukan cara ini setiap 1-2 jam selama 3 hari, terutama ketika bangun tidur.

Setelah 2-3 hari cedera betis, Anda bisa mengganti kompres air dingin pakai air hangat. Caranya, letakkan botol air hangat, bantalan pemanas atau kain hangat di betis. Jangan tidur dengan bantal pemanas di kulit Anda.

Kram otot kaki. (shutterstock)
Kram otot kaki. (shutterstock)

Bungkus kaki bagian bawah Anda dengan perban elastis untuk mengurangi pembengkakan. Namun, kangan membungkuskan terlalu erat karena bisa menyebabkan lebih banyak pembengkakan di area tersebut.

Angkat kaki di atas bantal atau guling ketika duduk maupun berbaring selama 3 hari. Memposisikan kaki lebih tinggi daripada dada bisa membantu mengurangi pembengkakan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rawan Cedera di Usia Senja, Messi: Saya Harus Lebih Waspada

Rawan Cedera di Usia Senja, Messi: Saya Harus Lebih Waspada

Bola | Jum'at, 18 Oktober 2019 | 09:46 WIB

Cedera Pergelangan Kaki, Alexis Sanchez akan Pergi ke Barcelona

Cedera Pergelangan Kaki, Alexis Sanchez akan Pergi ke Barcelona

Bola | Rabu, 16 Oktober 2019 | 15:15 WIB

Pernah Cedera Lutut Parah, Joe Taslim Punya Trik untuk Perkuat Otot

Pernah Cedera Lutut Parah, Joe Taslim Punya Trik untuk Perkuat Otot

Health | Jum'at, 02 Agustus 2019 | 05:27 WIB

Squat 1.000 Kali, Gadis 19 Tahun Cedera Otot hingga Berisiko Kematian

Squat 1.000 Kali, Gadis 19 Tahun Cedera Otot hingga Berisiko Kematian

News | Minggu, 28 Juli 2019 | 17:27 WIB

Terkini

Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh

Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh

Health | Rabu, 15 April 2026 | 19:14 WIB

Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu

Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu

Health | Rabu, 15 April 2026 | 15:33 WIB

Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa

Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa

Health | Selasa, 14 April 2026 | 09:26 WIB

Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif

Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif

Health | Selasa, 14 April 2026 | 08:37 WIB

Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak

Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak

Health | Senin, 13 April 2026 | 06:15 WIB

Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat

Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat

Health | Minggu, 12 April 2026 | 22:48 WIB

Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan

Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan

Health | Jum'at, 10 April 2026 | 20:29 WIB

Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan

Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan

Health | Jum'at, 10 April 2026 | 14:00 WIB

96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan

96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan

Health | Kamis, 09 April 2026 | 19:16 WIB

Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak

Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak

Health | Kamis, 09 April 2026 | 15:15 WIB